
Ibu hamil itu bukan orang sakit, walau kalian khawatir, tapi perlakukan aku secara normal. Semua akan baik-baik saja~Novella Moraletta~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Serius Bang?" tanya Vella tak percaya saat pagi ini Arie menciumnya lembut dan mengatakan mereka akan jadi orang tua.
"Iya sayank, tadi malam dokternya sudah datang. Tapi untuk memastikan besok kita harus kontrol ke rumah sakit ya. Sekarang kita sarapan dulu yuk," ajak Arie .
"Kamu nggak apa apa kan?" Tanya Arie dengan penuh perhatian.
"Enggak apa-apa kok. Semalam pingsan cuma karena capek aja. Kan kita berdiri dari sore Bang," sahut Vella. Gadis itu, eh perempuan muda itu tak percaya dia akan segera memiliki anak. Tentu saja dia senang akan anugrah ini.
"Iya makanya mulai sekarang kamu nggak boleh terlalu capek. Kamu harus nurut kalau Abang larang. Abang ngelarang buat kepentinganmu dan bayi kita," Arie tahu kejiwaan ibu hamil sangat sensitive. Vella akan merasa tak suka dan merasa dibatasi bila Arie terlalu banyak melarang.
"Bang, abangkan dokter. Kenapa semalam harus manggil dokter lain?"
"Abang, Asih dan Harllo juga sudah periksa. Tapi semalam kami butuh dokter kandungan. Jadi Abang panggil dosen Abang itu," sahut Arie.
"Semoga aku sehat ya Bang," harap Vella.
"Kenapa? Ya harus sehat dong Yank. Baik kamu mau pun baby kita," jawab Arie.
"Aku pengen datang di pernikahannya kak Asih dan kak Harllo." Ungkap Vella.
"Iya sayank, doa kita bersama, semoga kamu selalu sehat dan insya Allah sehat." Arie memeluk tubuh istrinya.
"Ayo kita turun sarapan, udah ditunggu semuanya." Arie dan Vella pun keluar kamar menuju ke lobby makan hotel.
"Wah bumil udah turun," kata Wiedo.
"Kamu enggak apa apa Vell?" Tanya Wiedo dengan penuh atensi pada menantunya.
__ADS_1
"Eyang, Mama, Ibu, aku enggak apa apa. Enggak punya rasa mual atau atau apa pun jadi doain aku terus gini. Aku akan nikmati masa kehamilanku ini. Aku bukan anak kecil yang hamil, aku perempuan dewasa muda," Vella membungkam mulut semua orang tua yang khawatir terhadap dirinya.
'*Mereka menganggapku anak kecil, padahal sekarang aku akan punya bayi kecil*,' pikir Vella.
"Doa yang terbaik untukmu Mbak," ucap Arif. Arif melihat anaknya bahagia karena akan punya cucu.
Annisa tersenyum dia bahagia Vella berada dalam lingkungan keluarga yang hangat.
'*Pantas dia bisa cepat tergerak membantu Siena, karena keluarganya selalu mendukung semua yang dia mau*,' pikir Annisa. Dalam hati dan pikirannya dia mendoakan dewi penolong dirinya dan anak-anaknya itu selalu sehat dan bahagia.
Dari anggota genks, hanya Siena yang menginap di hotel itu.
Siena serta keluarganya termasuk dalam daftar rombongan keluarga Vella. Selepas dari hotel pun mereka menginap di rumah Vella bersama Yoyok dan Kamila.
Nanti siang mereka semua checkout.
Pras dan Nunky menginap di rumah Bagas. Ibas dan Arif juga menginep di rumah Endro.
"Udah Mbak ini aku lagi makan salad," kata Laras.
"Mbak mau dong suapin saladnya," pinta Vella.
"Ini Mbak cicipin aja," Laras menyerahkan sendoknya pada Vella agar kakaknya menyuap sendiri.
"Mbak maunya kamu suapin," pinta Vella.
Laras pun menyuapi dengan senang salad yang dia punya.
"Kamu mau salad Yank? Abang ambilin ya," tawar Arie pada istrinya.
"Enggak, nggak mau. Aku mau yang dari tangannya Laras," elak Vella.
__ADS_1
"Wah mulai nih ibu hamil ngidam." kata eyang Kamila.
"Aku pengennya yang disuapin Laras bukannya diambilkam Abang," protes Vella.
"Iya Eyang ngerti," kata Kamila.
"Udah Dek, cukup Dek, cukup. Terima kasih ya sayang," kata Vella.
"Kamu sama Kak Frina dan Kak Frani besok jalan-jalan ke Monas ya. Sama ke kota lama dan hari berikutnya ke taman mini. Nanti pergi sama kak Rafli juga." Vella memberitahu jadwal adiknya piknik sebelum mereka pulang ke Jogja kembali.
"Sama Mbak kan perginya?" Tanya Laras.
"Kali ini Mbak nggak ikut," kata Arie.
"Mbak di rumah aja nggak boleh capek ya. Kamu sama Kak Rafli. Kak Rafli juga tahu Jakarta kok. Nanti mungkin sama Kak Siena dan kakak lainnya perginya." Jelas Arie.
Laras sudah mengenal semua anggota genks-nya Vella.
"Kenapa Mbak nggak boleh ikut?" tanya Laras dia takut tidak ada yang menyayangi dia seperti bila pergi bersama Vella dan abang Arie.
"Karena Mbak nggak boleh capek sebab Mbakmu mau punya dedek bayi," kata Arif, mbah nya Vella dan Laras dengan lembut.
"Asik aku mau punya dedek bayi!" Pekik Laras senang.
"Iya makanya Mbak Vella-nya nggak boleh ikut ya. Laras kan sudah kenal sama Kak Rafli," kata Annisa.
"Iya Bunda, aku tahu. Aku akan nurut sama kakak-kakak yang lain aja," kata Laras.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
