UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
MASUK JOGJA HARI PERTAMA


__ADS_3

Suatu hubungan sejak awal yang direstui itu tentu lebih baik. Bukan berarti tak akan ada kendala. Karena namanya manusia hidup kendala pasti menyapa ~yanktie ino ~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Vella kembali memeluk Arie dan mengecup bibir kekasihnya sebelum berlari menjauh menghampiri daddynya yang membentangkan tangan untuk memeluk putri kecilnya. Dia menangis dipelukkan Endro.


“Princess Daddy kuat. Cuma sebentar kan pisahnya. Satu tahun lagi Arie selesai kuliah dan dia mau ngelamar kamu kan?”


Vella menjawab dengan anggukkan.


***


“Gila lo ya. Nyokap lo begitu liat Vella langsung kasih lampu ijo. Eh ternyata di keluarga Vella juga elo langsung diterima aja,” Harllo bicara cukup keras sehingga kelima gadis yang masih sedih karena berpisah dengan Vella mendengar.


“Bukan cuma diterima. Tadi papa, daddy dan mamanya ngancem gue. Kalau gue bikin Vella nangis, mereka mau bunuh gue. Artinya mereka minta gue serius dan enggak maen-maen ama hubungan kami ini,” jawab Arie.


“Asal lo tau, daddynya minta nomor ponsel gue. Jadi begitu tau Vella sedih, dia bakal langsung gorok leher gue.”


“Beratnya lagi, sekarang Frina dan Frani CS an ama daddynya Vella,” Arie memberitahu fakta terbaru.


“Kapan si kembar kenalan ama om Endro?” tanya Risye.


“Pernah satu kali main ke rumah Vella. Trus pada langsung akrab aja. Padahal main ke rumah lo berkali-kali si kembar mana mau ngobrol ama keluarga lo,” sahut Arie.


“Karena mereka mempunyai kontak batin yang enggak bisa kita jabarkan atau kita paksakan,” sahut Asih.


“Bener Kak, mereka merasa mencintai orang yang sama,” jawab Merry. Gadis ini masih tak percaya melihat adegan romantis secara live antara Arie dan Vella tadi.


***

__ADS_1


Tak ada yang istimewa selama Vella di Kebumen. Hari-harinya hanya ikut eyang putri ke yayasannya, kadang belanja. Dan sang daddy sibuk dengan pabrik dan segala macam kerjaannya. Hari kedua di Kebumen Endro malah langsung meluncur ke Jogja karena ada pekerjaan penting.


Setelah satu minggu di Kebumen dan lima hari di Kutoarjo, hari ini Vella akan meluncur ke Jogja. Rombongan berangkat dari Kutoarjo dengan dua mobil. Satu mobil Yoyok yang diantar sopir tanpa Kamila. Berisi banyak perabotan milik Vella yang disiapkan oleh eyang putrinya. Satu lagi mobil Prasojo yang berisi Pras, Nungky dan Vella.


Vella langsung diantar papa mama dan eyang kakungnya ke kamar kost yang sudah dibayar dua bulan lalu. Nungky membantu Vella merapikan beberapa barang. Kamar ini dilengkapi AC, bed, meja belajar, lemari pakaian, kulkas portable, meja dapur dan kamar mandi.


Kamila dan Nungky juga pernah kost. Begitu pun kedua menantunya, jadi mereka sudah tahu apa kebutuhan standart untuk Vella. Ingat kan Vella itu gadis rumahan. Sejak kecil di Jakarta, tapi Depok saja tak pernah tahu.


Dia tukang makan seperti keluarga besarnya, tapi tak suka jajan dan beli makanan matang. Maka Kamila membekalinya majic jar super kecil, kompor portable dan tabung gasnya. Peralatan masak size kecil. Dan Bagas memang meminta agar disediakan kulkas untuk menyimpan lauk beku agar kalau Vella butuh makan tengah malam dia tidak makan mie instan.


Nungky sang mama malah tak berpikir menyiapkan semua kebutuhan itu. Tadi Nungky membawakan bumbu pecel, rendang dalam beberapa mika kecil sehingga nanti Vella mengeluarkan sesuai kebutuhan. Nungky juga membekali banyak sereal instant kegemaran Vella.


“Udah Ma, yang lain biar nanti aku beresin sedikit demi sedikit,” Vella mencegah Nungky membongkar semua kardus yaang dia bawa dari Kebumen dan Kutoarjo. Besok barang dari Jakarta datang dan Pras akan langsung mengambilnya di stasiun tugu. Malam ini Pras, Nungky dan Yoyok akan menginap satu malam di hotel dan besok mereka pulang. Lusa Vella sudah mulai daftar ulang.


‘Kamu dimana Yank? Abang baru sampai Jogja tadi pagi. Abang ke rumah Pakde dulu ya. Sore Abang nemuin kamu dan kenalan dengan eyangmu,’ chat dari Arie diterima Vella saat mereka akan keluar makan siang.


‘Kami lagi mau makan di Wijilan Bang. Eyang kangen gudeg disini. Ade tunggu nanti sore. Kasih tau aja jam berapa biar Ade share lock. Takutnya mama dan papa ajak jalan. Mereka menginap di hotel Arjuna jalan Mangkubumi,’ Vella memberitahu dimana posisi dia saat ini.


‘Met ma’em cantiknya Abang.’


***


Sorenya Endro meminta Vella ada di kamar kost jangan di hotel karena dia ingin datang menemui putri kecilnya itu.


‘Abang, nanti ke kamar kost aja. Daddy mau kesana. Jadi mama, papa dan eyang habis makan juga ke kamar kost. Nanti begitu sampai disana Ade bakalan share lock. Abang jangan telat ma’em. Miss you Abangnya Ade.’


‘Miss you too Yank.’


Sehabis makan dengan santai mereka pun kembali ke kamar kost Vella. Parkiran rumah kost sangat luas. Rumah tiga lantai ini sangat besar dan harga sewa tiap lantai berbeda. Bagas membayar kamar besar di lantai bawah yang paling mahal. Lantai dua lebih murah dan lantai tiga semakin murah. Tapi secara rata-rata ini adalah rumah kost elit. Karena menggunakan AC dan kamar mandi di dalam. Listrik tiap kamar menggunakan token sehingga tak mengganggu penyewa lainnya.


“Papa sama Eyang kalau mau tiduran di kasur Vella tidur aja. Udah Vella pasangin seprey koq,” Vella menawarkan kedua lelaki sepuh itu untuk istirahat. Ranjang di kamar kostnya buka ranjang kecil lebar 90 cm, melainkan yang lebar 120 cm. Sehingga kalau kepepet bisa digunakan berdua.

__ADS_1


“Enggak lah. Nanti aja kami langsung tidur di hotel,” jawab Prasojo.


“Aku ke depan dulu ya, Abang sampe,” Vella pamit untuk menjemput Arie. Vella langsung berlari memeluk kekasihnya.


“Assalamu’alaykum Yank,” bisik Arie dengan lembut.


“Wa’alaykum salam Abangnya Ade,” sahut Vella lirih. Dia terlampau bahagia bisa memeluk kembali pria pujaan hatinya ini.


“Masuk yok, ada eyang kakung. Eyang putri enggak ikut,” Vella mengajak Arie masuk. Siang memang semua tamu bebas dan kalau ada tamu pintu kamar tak boleh ditutup. Tapi jam sepuluh malam pintu pagar akan ditutup kecuali sudah izin sebelumnya.


“Eyang, kenalin. Ini Abangnya aku,” Vella mengenalkan Arie pada Yoyok. Arie menyalami Pras, Nungky dan terakhir Yoyok.


“Kamu kapan datang?” tanya Nungky.


“Tadi pagi Ma. Langsung ke rumah Pakde di Ngasem. Trus ke pakde satunya di Gamping.,” jawab Arie.


“Besok bisa bantu Papa ambil barang di stasiun Tugu? Papa ingin jemput paket aja bisar lebih cepat sampai daripada nunggu diantar. Takutnya mereka antar pas Vella sudah mulai kegiatan lusa,” Pras bertanya pada Arie.


“Aku kan kesini emang buat bantuin Ade di awal kuliah Pa. Ya pasti bisalah besok ambil barang di stasiun Tugu,” sahut Arie.


“Rencananya mau berapa lama kamu di sini?” tanya Nungky.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED STORY YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2