
Sebenarnya dia hanya pura-pura suka pada Siena untuk lebih mudah mendekati Vella. Aku tahu akal bulusnya!~Atikah~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tak terasa sudah awal November. Vella sudah membeli tiket kereta untuk kepergian mereka ke Jakarta.
Baskoro yang memang diundang sebagai calon besan tak bisa hadir karena keponakannya ada yang di khitan di Purworejo.
"Kamu jadi ke Jakarta hari Jumat besok?" Tanya Helmi saat dia dan Vella baru keluar kelas.
"Iya, mau naik kereta berdua Siena," jawab Vella.
"Tumben kamu nggak naik pesawat?"
"Pengen ngerasain naik kereta sendiri tapi dilarang daddy dan kak Arie. Jadi pas bareng Siena aku bikin aja buat alasan ke mereka. Pulangnya naik pesawat," sahut Vella.
"Ha ha ha, paling bisa ya jadiin orang lain buat alasan," Helmi tertawa ngakak membuat Atikah makin sebal. Karena sekarang Helmi jadi akrab dengan Vella dan mereka sering bercanda bersama.
Memang sejak Arie tahu kalau Siena sedang pedekate dengan Helmi, maka larangan untuk Vella dekat-dekat Helmi sudah dicabut.
Vella sedikit bebas berdekatan dengan Helmi.
"Kalian bertemu di stasiun Tugu aja ya?" Pinta Helmi.
"Modus. Kamu mau antar dia ke stasiun ya?" goda Vella yang tahu arah pembicaraan Helmi.
"Ya iyalah. Masa gitu aja perlu aku perjelas sih?" tanpa malu Helmi mengakui tujuannya.
__ADS_1
"Baik. Akan aku bilang aku langsung on the way stasiun," dengan bijak Vella mengalah.
\*\*\*
Sekarang hampir setiap hari Siena pulang diantar Helmi kecuali hari Rabu. Hari Rabu Helmi penuh di UGM dan tidak ke UNYASPATI.
"Kamu hari Jumat, aku antar aja ke stasiun Tugunya. Enggak usah naik ojek online," Helmi memberitahu Siena saat gadis itu membaca pesan sahabatnya mereka hari Jumat langsung bertenu di stasiun Tugu saja.
"Enggak usahlah. Bikin kamu repot dan capek aja," tolak Siena dengan rasa rikuh.
"Jangan pernah bilang gitu lagi. Buat kamu enggak ada capek atau ngerepotin," sahut Helmi sambil menggenggam tangan Siena yang ada di meja taman kampus mereka.
Siena jadi serba salah sendiri. Dia tak menyangka akan mendapat perlakuan dan kata-kata manis dari Helmi seperti saat ini.
Sesungguhnya Siena masih takut menjalin kedekatan dengan laki-laki. Dia masih trauma dengan luka yang ditinggalkan oleh sang papa.
Pria sempurna dan penyayang di matanya yang menyelingkuhi mamanya. Meninggalkan dirinya serta adiknya tanpa nafkah sama sekali. '*Aku tak ingin sakit hati seperti mama*!'
"Baiklah. Dari kampus ke rumah ambil tas baju dulu baru ke stasiun ya? Tadinya aku dari kampus akan langsung stasiun jadi enggak buang waktu lima belas sampai dua puluh menit kalau jalan ke rumah." Sahut Siena dengan penuh syukur.
"Siyaaaaap Nyonya," goda Helmi membuat Siena tersipu.
\*\*\*
Sesuai permintaan Helmi memang Vella mengirim pesan ada Siena saat Helmi bersama gadi itu. Jadi langsung bisa mengajukan proposal sebagai ojek spesial.
'*Terima kasih bantuannya*,' pesan Helmi dibaca Vella dengan senyum. Tak di balas lagi. Dia bersiap masak nasi untuk makan malam dan sarapan serta bekal besok siang.
Asyik mencuci pakaian dalam, ponsel Vella berdering. Dari nadanya dia tahu adik kenesnya yang menghubungi.
__ADS_1
"Assalamu'alaykum anak cantik," sapa Vella lebih dulu.
"Wa'alaykum salam Mbak. Mbak, buku aku yg satu di robek temanku,' tanpa prakata Laras langsung masuk ke inti persoalan.
"Koq bisa?" Jawab Vella dengan sabar.
"Aku enggak bolehin dia lihat, eh dia rebut akhirnya robek," jelas Laras.
"Kalau begitu kalian berdua salah," dengan Laras, Vella belajar ngemong.
"Koq aku salah. Wong dia yang ngerusak barangku," tak mau kalah Laras membela diri.
"Temanmu salah karena dia maksa melihat buku yang sudah tak diperbolehkan oleh pemiliknya."
"Kamu yo salah De. Kenapa pelit sama teman yang cuma pengen lihat bukumu? Kalau enggak boleh dilihat harusnya enggak usah dibawa ke sekolah."
Sejenak Laras diam mendengar penjabaran sang kakak tercintanya.
"Besok-besok lagi jangan ulangi ya? Kalau kamu mau janji, nanti kapan-kapan kita ke sana lagi dengan kak Siena," ujungnya Vella menghibur adiknya secara tak langsung.
"Iya Mbak. Ade janji," jawab Laras. Lalu mereka lanjut ngobrol sebentar sebelum Vella amit karena ingin merampungkan kerjaannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.