
Pernikahan itu menyatukan dua kepala. Akan banyak perbedaan. Kita tak perlu menyamakan karena tak akan pernah bisa! Yang kita perlukan adalah selalu mengerti adanya perbedaan itu, sehingga kita akan selalu bisa mengerti sudut pandangnya yang berbeda dengan sudut pandang kita~Mahesa & Wiedo~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Akhirnyaaaaa …," Vella dan Siena sampai di stasiun Gambir. Mereka di jemput disana.
'*Pasti masih tidur kan? Aku sudah sampai di stasiun Gambir*,' Siena mengirim pesan itu untuk Annisa dan Helmi
'*Abang, Ade sudah sampe rumah daddy. Khabarin kalau mau berangkat ngejemput biar enggak kelaman nunggunya*,' Sebaliknya Vella mengirim pesan pada Arie setelah dia tiba di rumahnya.
'*Mbak sudah sampai rumah daddy Yah*,' Vella juga mengirim pesan ada Baskoro yang selalu memantau dia secara berkala.
Vella dan Siena langsung salat Subuh lalu pergi tidur. Sepanjang jalan mereka lebih banyak ngobrol ngalor ngidul.
'*Ya sudah sekarang kamu tidur. Pasti sepanjang jalan kurang tidur karena kalian ngobrol aja*,' seakan tahu, Helmi menyuruh Siena istirahat. Dan memang pesan yang dia kirim tak juga dibaca Siena.
Arie tak membalas pesan kekasihnya. Dia tahu habis salat pasti Vella akan tidur. Dia akan meluncur sesiapnya saja.
Acara pesta resminya memang jam tujuh malam. Tapi ibu ingin Vella ada sejak makan siang.
"Jam berapa Vell?" Vella dan Siena bangun hampir bersamaan.
__ADS_1
"Kebiasaan nih. Itu jam dinding segede gaban enggak kelihatan?" Tanya Vella.
"Ha ha ha, lupa ane, udah sampe Betawi jadi kagak tau jam," jawab Siena.
"Kamu kalau mau keluar rumah silakan aja. Aku pestanya kan malam. Jadi full hari ini aku enggak akan di rumah," Vella memberitahu Siena.
Vella tak enak mengajak Siena seharian di rumah orang. Ditinggal juga sebenarnya enggak enak. Tapi sejak dari Jogja Siena sudah diberitahu kalau dia harus berada di rumah Arie sejak pagi.
"Santai aja Vell. Kan sejak di Jogja aku tahu. Tapi aku takut keluar. Takut ada yang lihat. Nanti ajalah aku pikirin mau kemana," Siena tak masalah ditinggal seharian.
\*\*\*
"Mau *brunch* Bang?" Vella mengajak Arie sarapan kesiangan.
"Sudah tadi. Abang temani aja yok," Arie menemani Siena dan Vella sarapan. Dia buat satu lembar roti dia oles mentega dan selai strawberry. Bukan satu tangkep. Hanya satu lembar. Sekedar menemani Vella sarapan saja.
"Daddy sampai sini jam berapa?" Tanya Arie.
"Jadwalnya jam sembilan sampai bandara," sahut Vella. Endro memang baru akan tiba hari ini dari Singapore.
"Abang, serius aku enggak perlu bawa dress?" Vella memastikan.
__ADS_1
"Enggak Yank. Buat acara sudah ada. Paling bawa celanamu buat ganti aja bila itu kotor. Kalau kaos bisa pakai milik Abang aja," sahut Arie.
"Ibu pesan kamu makan siang sudah di rumah. Habis Maghrib dirias bareng adek-adek," mereka bersiap berangkat.
"Sien kami berangkat ya. Nanti kalau daddyku datang enggak perlu rikuh. Tidur mah tidur aja ya," Vella pamit pada Siena.
"Iyaaaa. Ya ampun kalian dari tadi ngulang-ngulang kata-kata. Kalian berangkat aling aku tidur," jawab Siena.
"Paling pacaran. Mana mungkin tidur," goda Arie.
"Ih kak Arie, apa coba?" Siena tersipu malu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1