UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
JELANG LELANG


__ADS_3

Papa enggak nyangka lingkungan bergaulmu sangat bagus. Papa makin merasa bersalah padamu Nak. Papa akan berubah. Untukmu walau kau tak bisa merasakannya langsung~Christian Mohede~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Helmi, Siena, Vella dan Arie sudah selesai salat Subuh yang kali ini di imam-i oleh Helmi. Endro dan Arie memang menjadwalkan gantian siapa yang akan jadi imam di rumah ini saat mereka ngumpul.



Sejak semalam Vella sudah bilang pada si mbok kalau besok sore mereka berangkat ke Jogja dan untuk Sabtu pagi ini mereka tak perlu dipersiapkan sarapan.



Pagi ini Vella hanya minta simbok menyiapkan minuman panas saja untuk dia dan teman-teman. Hanya Endro yang akan sarapan di rumah.



Satu cangkir kopi sussu untuk Arie, satu cangkir coklat ssusu untuk Vella, satu cangkir teh untuk Siena dan satu cangkir kopi hitam untuk Helmi.



Dress code mereka adalah celana jeans hitam. Nanti di lokasi mereka akan dapat kaos dari Christo.



Seragam untuk panitia lelang dan obral dengan seragam pengurus yayasan berbeda warna.



Seragam pengurus yayasan menggunakan kaos orange. Christo memang sengaja membuat kaos ngejreng agar tak banyak yang sama. Kalau warna biru, putih atau hitam akan banyak yang sama dan dari belakang orang tak bisa membedakan.



Panitia lelang menggunakan  kaos seragam berwarna hijau.



Dari jauh hari Christo sudah memberi pengumuman semua harus menggunakan jeans hitam untuk bawahannya. Bisa celana jeans hitam atau rok hitam.



Rombongan Siena  berangkat jam 05.00 pagi dari posko atau rumah Vella, karena semua panitia harus tiba di lokasi lelang jam 06.00.



Pukul 05.43 Siena dan rombongan tiba di lokasi.



Christo dan Arie sebagai sekretaris dan ketua yayasan sudah tahu pekerjaan mereka apa aja. Mereka selalu diskusi tak henti dan keduanya klop dalam bekerja. Sama-sama pekerja keras dan punya visi kedepan yang sangat jauh.



Usia boleh muda, tapi kemampuan mereka memimpin dan mengelola perusahaan tak bisa dipandang sebelah mata sehingga mengurus yayasan yang baru berdiri bukan hal sulit untuk mereka. Tak ada yang tahu kedekatan mereka berdua.



"Silakan ya pakai seragamnya masing-masing ada nama di plastiknya sehingga ukurannya tak mungkin salah," Christo memang sengaja membagikan kaos di lokasi agar tak ada istilah kelupaan atau pakaian sudah kotor lebih dulu.



Christo sudah pakai seragam orange nya. Begitu pun  Oma Maria dan mama Sisca serta Papa Chris sudah mengenakan seragam orange.

__ADS_1



Mami Cilla belum ganti. Dia masih sibuk memerintah bagian konsumsi untuk mengatur box snack dan nasi uduk buat sarapan semua yang hadir. 



Beberapa panitia yang hadir juga sudah mulai memakai seragam hijaunya.



Pukul  06.00 tepat Arie membuka meeting pagi sebelum acara.



"Selamat pagi semua dan Assalamu'alaykum buat yang muslim. Selamat datang di aksi pertama kita hari ini."



"Terima kasih pada panitia yang berkenan hadir saat masih pagi sekali."



"Saya bahas rundown  kegiatan itu kita ya. Sehabis prakata saya, kita akan sarapan bersama."



"Mohon maaf karena ini mepet waktunya kami menyediakan snack box untuk sarapan dan ada nasi uduk box juga. Terserah masing-masing mau ambil yang mana kita tidak bikin prasmanan biar cepet."



"Saya tahu ada beberapa orang yang tidak bisa makan terlalu cepat, sehingga kami bikin alternatif disiapkan box saja biar bisa disimpan dan dimakan sesuai waktu kebiasaan."



"Sehabis sarapan kita mulai masuk ke tugas masing-masing. Pukul 07.30 mulai bekerja ya. Sehingga jam 10.00 kita sudah ready di pos masing-masing."




"Baik tak ada pertanyaan. Sekarang saya minta bendahara yayasan untuk bicara," Arie memberi waktu pada Vella selaku bendahara yayasan.



"Selamat pagi dan Assalamu'alaykum. Saya hanya menegaskan sekali lagi soal pembayaran."



"Jadi untuk yang obral sudah jelas setiap pembeli  masing-masing tinggal masukin aja barang yang mereka inginkan di plastik transparant dan pembayarannya di kasir."



"Panitia sudah membuat tiga meja kasir yaitu Kassa 1, kassa 2 dan kassa 3. Insya Allah tak akan terjadi penumpukan pembeli sehingga acara bisa aman."



"Untuk yang lelang pembayarannya akan melalui rekening yayasan. Karena kecil kemungkinan pembayaran barang lelang melalui cash."



"Harga termurah barang lelang dibuka sudah 3 juta. Akan besar kemungkinan harga akan naik sesuai penawaran tertinggi mungkin bisa sampai 10 juta atau lebih jadi kayaknya cash-nya tuh kemungkinan kecil."



"Tapi kalau mereka bawa uang untuk bayar cash ya nggak apa-apa langsung diterima bendahara yayasan bukan bendahara kegiatan hari ini."


__ADS_1


"Saya rasa dari bagian keuangan hanya itu saja." Vella menutup keterangan pagi ini.



 "Lho, siapa petugas kasir? Kami belum bisa menggunakan mesin kassa seperti itu," seorang panitia bingung karena tak ada penunjukan penjaga mesin.



"Saya dan kak Arie sudah menyiapkan tiga orang khusus," jawab Christo.



"Baik terima kasih bendahara, sekarang saya minta kesediaan wakil ketua yayasan yang dalam lelang ini bertugas sebagai ketua panitia lelang. Mohon pak Chris memberitahu soal keamanan lelang," Arie minta Chris maju. Ini Arie sengaja agar semua tahu kalau keberadaan pak Chris sudah diakui kembali oleh keluarganya.



"Terima kasih ketua yayasan yang terhormat. Yang bisa kami laporkan sebagai panitia lelang adalah keamanan sudah berlapis."



"Yang pertama tentu dari keamanan lingkungan. Dan lapis kedua adalah sumbangan seorang hamba Allah yang menempatkan pasukan khusus agar lelang aman. Kami juga menambah CCTV sendiri, khusus kegiatan ini, di luar CCTV yang sudah ada milik gedung ini."



Orang yang dekat dengan Arie pasti tahu siapa hamba Allah yang menurunkan pasukan khusus untuk pengaman kegiatan ini.



"Untuk dokumentasi gimana?" Tanya Risye pada pak Chris. Itu wajib Risye pertanyakan karena nanti laporan kegiatan akan masuk meja dia dulu sebelum dia laporkan ke meja Christo.



"Dokumentasi seperti meeting sebelumnya tidak boleh pakai satu fotografer kan, kami sudah menyiapkan empat petugas dengan lokasi atau wilayah kerja berbeda jadi tidak acak. Dan satu orang yang mobile untuk mengcover empat orang di tiap titik itu," jawab Chris. 



Di perusahaan boleh dia CEO, usia boleh dia lebih tua. Tapi di yayasan ini di harus tunduk di kaki anak-anak muda yang sangat hebat ini. Anak muda yang potensinya dulu tak pernah Chris bayangkan. Dia pikir Merry hanya berhura-hura tanpa guna.



"Oh bagus." Jawab Risye.



"Baik menyingkat kata kita siap sekarang silakan kita berdoa dulu lalu makan habis itu 07.30 kita kerja. Berdoa dimulai." Arie meminta semua berdoa menurut kepercayaannya masing-masing.



"Berdoa selesai. Silakan ambil boxnya masing-masing. Anda semua bisa ambil nasi dan kue setiap orang boleh makan terserah kemauannya. Mau hanya ambil kue aja monggo, mau ambil nasi aja silakan. Jangan takut enggak kebagian semuanya cukup kok. Mami Cilla yang siapkan."



Vella langsung mengambil dua box nasi untuknya dan Arie. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678331156723.jpg)


__ADS_2