UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PUNYA PAWANG


__ADS_3

Semua ada hikmah. Itu yang aku dan kak Arie coba petik dari kecelakaan yang menimpaku kali ini~Chistofer Subagja~ 


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu sendiri gimana Yan?" Tanya Risye.



Dian bercerita hubungan dia dan Adon apa adanya. 



"Jujur aku masih sulit karena ada bayang Merry. Tapi aku berupaya buat terima dia," kata Dian.



"Sebenarnya bayangan Merry itu nggak perlu ada loh." 



"Enggak ada kita gimana? Kita tahunya sejak dulu Adon pacaran sama Merry. Kita baru tahu Adon bukan pacar Merry setelah Merry meninggal loh. Bagaimana bisa kamu bilang nggak ada Merry di sosok Adon?" Bela Dian.



"Tapi Merry kan nggak pernah cerita tentang dia jalan sama Adon, tentang dia ngedate sama Adon. Enggak ada kan?"



"Bahkan Merry enggak cerita mereka ngobrol mereka bercanda mereka makan aja dia nggak pernah cerita kok. Karena dia juga nggak merasa memiliki Adon." Ujar Siena.



"Iya loh Merry nggak pernah cerita hal intim atau akrab sama Adon. Di Jogja aja enggak sama sekali dia bahas Adon kecuali saat kita ingetin soal perbedaan agama." Vella baru ikut berkomentar. Vella memang tidur dikamar para gadis. Tidak satu kamar dengan suaminya.



"Kak Arie aja sering cerita soal sahabatnya, karena dia merasa memiliki Serena sebagai sahabat, tapi Merry enggak. Apa lagi cerita yayang yayangan ama Adon," kata Vella lagi. 



"Nah jelas kan, kamu harus hapus bayangan Merry," kata Asih.



"Iya Kak,  aku mau coba hapus bayangan Merry," janji Dian dengan pasti.


\*\*\*



Pagi ini adalah pagi terakhir rombongan ada di Jogja bukan karena kemarin Christo terluka, tapi memang sesuai schedulle mereka akan kembali ke Jakarta sore nanti.


\*\*\*



"Kamu nggak usah turun ya," kata Wieke.



"Aku nggak apa apa *Honey*." Protes Christo. Bujangan muda itu tahu sejak di rumah sakit kemarin, tanpa kata-kata terucap, Wieke telah menerima dirinya.



"Enggak usah ngebantah. Enggak usah turun atau aku enggak mau kenal kamu lagi," ancam Wieke tegas.



"Kamu tu hobby banget ngancem sih. Iya aku nggak turun," kata Christo.



"Tapi kamu jangan lama-lama ya," pinta Christo.



"Orang aku mau belanja, kenapa jadi nggak boleh lama-lama?" Wieke juga enggak mau dibatasi.



"Ya sudah, nih pakai," Christo memberikan sebuah kartu pada Wieke.



"Ini pasar tradisional. Disini itu bayarnya cash. Walau ada satu dua pedagang yang terima debet card," jawab Wieke.



"Enggak usah ngasih kartu, aku juga punya kartu sendiri," kata Wieke lagi.



"Ya udah nih ada uang cash,  walau pun nggak banyak,"  kata Christo. Dia  memberikan semua uang yang di dompetnya.



"Enggak mau, uang aku cukup kok," tolak Wieke.



"Kalau kamu enggak terima aku akan turun biar bisa bayarin semua belanjaan kamu," sekarang Christo balas mengamcam.



"Ya udah sini aku terima, tapi kamu duduk diam, jangan ngelayab," Wieke mengalah dan menerima gepokan uang itu.



"Gitu dong dari tadi. Enggak perlu debat," kata Christo.


__ADS_1


"Cerewe," gerutu Wieke dengan sebal.



"Kalau nggak dicerewetin kamu ngeyel," jawab Christo lagi.


\*\*\*



"Kita semua mencar aja ya," kata Papa Christ saat mereka hendak turun dari bus.



"Nggak mungkin kan saya ngikutin kalian satu persatu padahal selera kita beda. Kita kumpul di sini satu setengah jam lagi."



"Sebentar banget," kata Dian.



"Enggak cukupkah satu setengah jam?" papa Chris enggak tahu kan kalau perempuan belanja bisa berjam-jam?



"Nggak cukup lah," balas Siena.



"Udah pokoknya harus satu setengah jam toleransi 10 menit," kata Chris lagi.



Akhirnya semua sepakat satu setengah jam dengan toleransi 10 menit harus kembali ke bus lagi.



"Kamu enggak turun?" Tanya oma Maria pada Christo.



"Enggak Oma, dilarang nyonya. Bisa marah dia kalau aku kecapean," jawab Christo yang mulai menyalakan tabletnya untuk bekerja.



"Ha ha ha, anak Mami sekarang udah punya pawang," goda Cilla. Mereka berdua lalu turun meninggalkan cucu dan anak mereka itu.



"Mau beli apa Yank?" kata Adon pada Dian.



"Enggak usah pakai Yank  Yank segala!" Protes Dian.



" Ya udah Babe," Adon tetap ngeyel harus ada panggilan sayang antara mereka.




"Habis apa dong?"



"Ya nggak usah pakai panggilan begitu. Aku bukan apa apa kamu," Dian masih saja ketus bila di depan Adon. Padahal kalau di depan teman-teman genks nya dia bilang mau menerima Adon.



"Please jangan pernah ngomong kita bukan apa-apa lagi. Karena kamu adalah segalanya buat aku," kata Adon.



"Tau ah," lalu Dian meninggalkan Adon yang mengikutinya kemana pun Dian pergi.


\*\*\*



Vella dan Arie udah bosen kan belanja. Mereka memilih belanja kuliner aja.



Mereka lebih senang belanja kalau berdua aja. Mereka takut belum selesai memilih waktu sudah habis. 



"Kita beli sate lemak dan pecel aja yok Bang. Kita makan di bis sama Christo."



"Kayaknya Christo sendirian deh," kata Vella.



"Sepertinya dia dilarang Wieke turun."



"Oke,"  Mereka pun membungkuskan sate lemak dan pecel buat Christo selain untuk mereka sendiri. Lalu mereka kembali ke mobil.



"Cobain ini deh Chris," kata Arie saat tiba di mobil.



"Lho, kalian nggak belanja?"



"Enggak lah. Kami orang Jogja, gampang belanja lain kali," kata Arie.


__ADS_1


"Oh iya ya, kalian mah bosan," balas Christo sambil menerima bungkusan dari Arie.



"Enggak bosen juga, cuma kan mending lain kali lah belanjanya. Nih aku beliin kamu pecel sama sate lemak."



"Apa ini?" kata Christo.



"Cobain aja pokoknya enak. Ini khas Beringharjo. Ini kesukaanku," ujar Vella sambil memakan sate miliknya. 



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1679306280416.jpg)



"Kemarin kamu bilang kamu suka sate telur muda itu," Chisto ingat saat diperkenalkan dengan sate telor muda di lesehan tempat mereka sarapan kemarin.



"Iya itu juga,  itu namanya sate puritan emang suka tapi kalau di Beringharjo ini bisa jadi rekomendasi," ucap Vella.



"Sudah enggak usah komen aja, kamu cicip dulu tu sate lemak," Arie pun mulai menyuap satenya.



"Enak, ini enak Kak," puji Christo.



"Kamu nggak apa apa? Demam enggak?"  Arie bertanya kondisi Christo.



"Enggak Kak. Enggak ada demam atau sakit. Cuma nyonya aja cerewet nggak boleh banyak gerak," lapor Christo pada Arie.



"Cie cie yang udah jadian," goda Vella.



"Ada hikmahnya juga sih celaka ini," kata Christo. 



"Gara-gara celaka akhirnya dia mau terima aku."



"Pasti ada hikmahnya," jawab Arie.



"Aku harus datang mewakili para ketos padahal banyak ketua OSIS lain kan dari tiap angkatan. Tapi waktu itu aku yang kepilih. Padahal aku males banget kan harus datang ke sekolahan pas aku lagi sibuk banget. Tapi hikmahnya jadi ketemu jodohku," kata Arie.



"Iya ya Bang, kenapa kok yang disuruh Abang padahal kan banyak ketua OSIS lain sebelum atau sesudah Abang," Vella baru sadar soal itu.



"Itulah ketentuan dari Allah,"  jawab Arie.



"Saat itu aku juga nolak. Kalau  waktu itu kita belum ketemu,  tapi kita jodoh,  kita pasti ketemu cum jalannya masih berliku-liku."



"Jujur aku waktu itu males. Lagi sibuk-sibuknya harus jadi wakil dari semua ketua OSIS padahal tiap tahun kan ada ketua OSIS lain," jawab Arie lagi.



" Iya juga sih ya Kak, kita nggak tahu bagaimana jodoh kita."



"Aku kalau nggak keqi sama Arnold, kan nggak bakal  menyelidiki Wieke sama Arnold."



"Sejak aku nyelidiki Arnold  itulah aku jatuh cinta sama Wieke. Ada hikmahnya juga ya dia diselingkuhi. Aku sih kasihan. Jujur aku nggak seneng dia diselingkuhi. Aku benci perselingkuhan karena aku merasa kasihan pada korban-korban perselingkuhan seperti Kak Merry."



"Kak Merry  kan juga akibat perselingkuhan  papanya," kata Christo.



"Kalau papanya nggak berselingkuh kan Kak Merry nggak menderita sepanjang hidupnya. Kalau kematiannya itu memang sudah takdir dia."



"Tapi dia sendirian dari kecil dari kelas 5 itu kan karena perselingkuhan."



"Kita ngomong nya memang sulit kalau ingat bagaimana Merry '*sendirian*' selama ini. Kedepannya kita janji pada diri sendiri kita akan menjadi yang terbaik."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON MARRIAGE TO HIS DADDY ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1679306280411.jpg)


__ADS_2