UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
TAK ADA BANTAHAN = BENAR!


__ADS_3

Saat ini semua bergerak cepat seperti angin. Suatu berita cepat tersebar dalam hitungan detik. Dan bila berita itu tak ada bantahan baik membenarkan mau pun menyanggah, artinya berit aitu dianggap BENAR. Dan kak Arie tak membantah rumors yang sedang hangat. Artinya? …  ~Novella Moralleta~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 “Yudhi,” Faisal menegur putranya agar tak salah menilah orang.


“Itu kenyataan Pa. Dan suami mereka juga orang tak punya malu. Tahu istrinya mengemis dibiarkan saja. Mereka malah senang karena tak perlu repot membiayai kebutuhan konsumtif istrinya,” cela Firza dengan kesal.


“Aku akan kirim data ke email Papa besok.”


“Dan aku ingatkan. Kalau dalam waktu dua bulan kedepan mereka semua masih seperti itu, kalian coret saja namaku dari daftar kartu keluarga kalian. Aku tak mau bekerja di sebuah perusahaan yang mensupply biaya hidup pengemis. Aku lebih suka bekerja bagi rakyat miskin yang mau bekerja dengan kedua tangannya tanpa lelah. Aku juga punya usaha sendiri walau tak sebesar perusahaan Papa,” Firza keluar dari mobilnya. Mereka sudah sampai di rumah Faisal.


Firza masuk ke kamarnya dan mengambil koper-koper besar miliknya lalu memasukkan buku-buku yang dia rasa perlu. Dia juga memasukkan beberapa benda lain selain baju miliknya. Dia siapkan juga dua gitar miliknya.


“Kamu!” Firza memanggil seorang asisten rumah tangga yang terlihat dari pintu kamarnya.


“Iya Tuan muda?” tanya pembantu rumah tangga itu.


“Panggilkan satpam, suruh turunkan koper saya dan langsung masukkan bagasi. Bila tak cukup masukkan di jok belakang,” sahut Firza cepat. Dia ingin segera meninggalkan rumah yang jadi tempat kongkow para kakak sepupunya untuk minta uang pada kedua orang tuanya. .


***


Susy dan Faisal sadar, yang diucapkan putra mereka memang benar. Semakin hari permintaan keponakan mereka memang makin besar. Ada saja yang mereka minta. Bahkan mereka minta dibelikan rumah tinggal. Padahal sejak mereka kuliah mereka sudah diberi mobil pribadi.


Yang sekarang harus mereka pikirkan adalah ancaman Yudhi yang tak mau lagi bekerja di perusahaan mereka. Sedang tak mungkin memberi kepercayaan pada ketiga menantu lelaki mereka yang belum terlihat mampu memimpin seperti Yudhi. Bahkan putranya bisa membangun rumah besar tanpa satu rupiah pun uang dari mereka. Sementara  putri asuh malah dengan seenaknya minta jatah rumah.


Faisal sadar dia sudah menjadi sapi perah dari ketiga putri dan menantu mereka. Dia harus tegas. Dia akan menyetop semua fasilitas dan akan membatalkan rencana membelikan rumah bagi para putri asuhnya itu.

__ADS_1


***


“Mumpung kalian semua kumpul. Papa akan memberitahu, sejak saat ini kami berdua tidak akan lagi memberikan uang saku bulanan. Kami juga tak akan membelikan kalian rumah. Karena kami sekarang pailit. Perusahaan sedang goncang. Kalau bisa kami minta kalian membantu kami memberi dana segar,” Faisal berkata di meja makan pada ketiga putri asuh dan menantunya.


“Perusahaan bangkrut Pa?” tanya Naomi  putri angkat pertama Faisal.


“Dari mana kami bisa membantu Pa?” tanya Bachtiar suami Naomi.


“Kalian selama ini hidup itu dari uang bulanan yang kami beri. Lalu gaji suami kalian buat apa? Bukankan itu utuh? Artinya tabungan itu kan bisa kalian berikan bagi perusahaan Papa yang sedang colaps?” tanya Susy memberi ulasan apa yang diminta suaminya.


“Kami enggak punya tabungan Ma,” Fitri anak asuh kedua menjawab getir.


“Kalian terlalu boros. Lihat Yudhi. Kuliah saja dia bisa bangun rumah mewah tanpa minta sumbangan satu rupiah pun dari Papa. Masa kalian yang sudah lama bekerja tak ada tabungan?” tanya Faisal dengan mimik bingung.


“Kalau tak ada tabungan, kalian jual saja mobil yang kalian punya. Satu rumah dengan satu mobil rasanya cukup. Papa jadi bisa punya cadangan cash walau belum bisa mengcover seluruh kebutuhan untuk membayar gaji karyawan bulan berjalan ini,” sahut Faisal memberi usulan pada ketiga putri asuhnya itu.


Faisal dan istrinya terbuka matanya, mereka berenam memang benar-benar benalu. Hanya ingin diberi tanpa mau memberi sama sekali.


“Kalian tidak bekerja, kalau mau keluar rumah ya tunggu suami kalian pulang kantor,” sahut Faisal enteng.


“Wah jadwal kami sulit digabungkan Ma,” sahut Fitri berkelit.


“Ya pasti sulit, karena kalian banyak punya selingkuhan diluar pasangan kalian,” kata-kata Faisal langsung menohok para menantunya.


“Kalian senang istri kalian tidak merengek belanja keperluan konsumtifnya sehingga uang kalian bisa membelanjakan para ja-lang yang kalian pelihara. Oleh sebab itu Allah memberitahu Papa dengan cara kebangkrutan ini agar kalian bisa menafkahi istri kalian selain peliharaan kalian,” dengan senyum sinis Faisal menyudahi kata-katanya.


“Dan kalian para istri juga tak peduli suami kalian punya peliharaan, yang penting kalian tidak harus hamil agar body kalian tidak rusak kan?” sekarang Susy yang membuka aib putrinya. Dia tahu semua kebusukan para anak dan menantu karena telah menerima data yang Firza kirim ke email papanya.


“Entah dosa apa yang Papa lakukan mempunyai anak-anak seperti kalian. Yang tak peduli terhadap kesucian rumah tangga. Tak peduli suami be-jad dengan zinanya,” keluh Faisal. Kemarin dia sangat terpukul menerima email dari Firza. Dan yang menyakitkan putri-putrinya tahu kelakuan buruk para suami mereka dan membiarkan saja!

__ADS_1


***


Sudah hari Minggu malam, Serena belum bisa menemui Arie. Hal ini membuatnya sangat galau. Dia tak pernah bertengkar dengan sahabatnya itu. Kalau berbeda pendapat memang hampir tiap waktu. Tapi tak sampai bertengkar seperti ini. Serena sudah bertanya pada beberapa teman alumninya siapa yang punya nomor ponsel Vella, tapi belum ada hasil, sehingga dia belum dapat nomor gadis itu.


‘*H*ai, apa khabar?’ Serena mengirim pesan di semua sosial media Vella yang dia lihat dari teman-teman alumninya. Tapi semua tanpa respon dari gadis itu.


‘Dia serius sangat marah. Aku harus bagaimana?’ beribu tanya bergayut di benak Serena.


Semua chat yang Serena kirim pada Arie pun tak dibaca oleh sahabatnya. Ini makin membuat Serena menyesal mengakui kalau Arie adalah pacarnya sejak SMP.


‘Aku memang salah. Sangat salah. Dulu perjanjiannya aku bisa mengakui Arie sebagai pacarku hanya didepan monster tengil. Tapi kemarin, aku melakukannya di depan umum. Aku yakin selain Vella banyak yang mendengar pengakuanku itu. Sebentar lagi pasti akan menjadi gosip di sekolah itu,’ batin Serena.


Dan dugaan itu memang tak salah. Di beberapa chat group WA sudah banyak yang membahas hal itu. Mereka sekarang sudah tahu siapa sosok ‘pacar’ Arie yang selama ini selalu dibelakang layar.


Sayangnya hanya Serena yang tak tahu hal itu. Sejak kemarin Arie sudah tahu. Dan dia tak bisa menahan laju bola es yang menggelinding semakin besar.


Itu yang membuat Arie makin putus asa. Karena dia yakin Vella juga tahu rumors hangat yang sedang beredar disekitar alumni dan adik kelas mereka. Rumors tentang pengakuan Serena yang TIDAK DIBANTAH oleh Arie. Artinya Arie membenarkan hal itu!


\===============================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA   YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2