UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KAMU BUKAN LAKI-LAKI


__ADS_3

Aku enggak sadar kalau status pacaranku dengan Merry membawa dampak enggak bagus buat kisah cintaku~Ramadhona Taher~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu udah masuk kuliah, udah sehat?" Sapa seorang gadis manis pada Adon.



"Lu lihat aja sendiri," jawab Adon ketus.



"Ditanya baik-baik kok gitu jawabnya,"  kata gadis cantik itu lagi.



"Ya kan lu pakai otak dong. Gue udah di sini berarti gua baik kan. Kalau lu punya otak sih. Kayaknya elo kan enggak punya otak makanya nanya, " Adon ngomel sambil pergi meninggalkan gadis itu.



Santi nama gadis itu. Santi menyukai Adon sudah lama. Tapi tak bisa mendekati karena ada Merry. Sekarang Merry tak ada, dia berupaya mendekati Adon.



Adon langsung menuju fakultasnya Dian yaitu Fakultas Ekonomi. Cita-citanya Merry adalah memegang perusahaan Omanya. Maka dia minta agar Dian yang megang nantinya.



Sengaja Adon mencari tempat biasa Dian duduk. 



Dian nanti ada kelas. 20 menit lagi masuk kuliah lagi



Sedang Adon hari ini sudah selesai kuliah. Hari ini Adon hanya satu mata satu kuliah saja.



Dari jauh Dian melihat kedatangan Adon. Awalnya Dian ingin tanya kondisi Adon  hari ini tapi akhirnya dibatalkan karena melihat seorang gadis menyusul Adon dari belakang lalu memeluk lengan Adon dengan manja. 



Tentu saja Dian malas menegur Adon, lalu balik badan dan pergi.



Adon melihat kalau Dian balik arah dia langsung menghentakkan tangan Santi dan mendorongnya hingga gadis itu jatuh terjerembab.



 Banyak yang melihat dan mencibir pada Santi.



"Satu kali lagi lu deketin gue gua tendang lo!" Adon dengan kasar membentak perempuan itu.



Banyak orang mencibir Santi. Semua tahu Santi memang sejak dulu mengejar Adon. Cuma dulu hanya berani di fakultasnya saja karena diluar fakultas teknik selalu ada Merry.



"Ngarep banget ya San," kata beberapa mahasiswi  yang lewat di situ. 



"Kalau udah nggak ada Merry terus lo pikir Adon  mau ama lo?" kata yang lain.



"Sama gua aja yuk," kata seorang mahasiswa.



Akhirnya Santi jadi bulan-bulanan mahasiswa di sana.



Adon tak peduli dia dengan tertatih-tatih berjalan ke arah kelasnya Dian.

__ADS_1



Tapi ternyata Dian sudah tidak ada di ruangan yang sudah selesai  mau pun di ruangan yang akan dia ikuti.



'*Kok dia nggak ada di sini*?' pikir Adon.



"Lu cari siapa?" kata seorang mahasiswa ekonomi. Elo nggak lupa kan kalau Merry udah nggak ada kata?" Mereka takut Adon belum menerima kepergian Merry sehingga masih mencari ke kelas mereka.



"Gua cari sahabatnya Merry," balas Adon.



"Dian barusan aja pulang kok," itu jawaban teman sekelas Dian yang Adon terima.



Adon pun minta sopir untuk langsung menjemput dia di Fakultas Ekonomi.



"Rumahnya di mana ya? Aku lupa sudah pernah apa belum ya ke rumahnya Dian." kata Adon pelan sambil menunggu sopirnya.



"Kayaknya belum pernah sih."



Adon bingung mau tanya siapa. Dia lalu mencoba menanyakan pada beberapa teman SMA Dian yang dia kenal.



Dari dulu lupa nggak main ke rumahnya. Akhirnya Adon memberanikan diri menghubungi Wieke.



"Ganggu nggak?" tanya Adon.




"Lu tahu rumahnya Dian?" Adon langsung bertanya to the poin.



"Taulah kita semua pernah nginep di sana kok. Nongkrong di sana juga sering. Kenapa?" tanya Wieke. 



Wieke seakan pura-pura tidak tahu kalau Adon sudah naksir Dian sejak SMA sesuai dengan pemberitahuan dari Merry di suratnya untuk semua sahabatnya.



"Enggak gua kepengen aja ngobrol sama Dian, tapi Dian selalu menghindar gue," Adon memberitahu maksudnya mencari Dian.



"Semua orang kan juga tahu lu kan pacarnya Merry.  Dian mana mau bekas sahabatnya sendiri?" Pancing Wieke.



"Elo kan tahu gue enggak pernah pacaran ama Merry. Gue ama dia cuma sahabatan!" Protes Adon.



"Mau elo teriak sampe urat leher lo putus, enggak akan ngaruh. Semua orang elu pacarnya Merry. Enggak bisa dibantah!"



"Kayaknya lu sama aja deh sama Dian. Menghindari gue." Adon kesal karena Wieke juga mengesalkan.



"Kenapa sih elo kayak gini?" Tanya Adon.



"Karena lo bukan laki-laki!" kata Wieke.


__ADS_1


"Maksud elo?" Tanya Adon.



"Kalau lu udah naksir Dian dari SMA ngapain lu seakan-akan jadi cowoknya Merry? Ya Dian nggak mau lah sama lo emang lo siapa?"



"Seluruh dunia tahunya elo pacar Merry. Jadi kalau sekarang elo pacaran sama Dian ya seakan-akan Dian memang cuma ban serep setelah Merry engga ada!"



Adon terluka dikatakan seperti itu. Memang dia salah.



"Gue kira lu tuh akrab sama Merry lu tahu perasaan gue gimana. Kok malah pandangan lo kayak gitu," protes Adon pada Wieke.



"Eh gua kasih tahu ya Pak Adon yang terhormat. Masyarakat luas, sekali lagi gue sebut masyarakat luas tahu lo itu pacar Meery. Sekali lagi bukan pandangan gue atau temen-temen gue bukan!"



"Dengerin baik-baik itu pandangan semua orang!  Di luar genk gue itu tahunya lu pacar Merry itu pandangan semua orang bukan pandangan temen gue. Elo harus bisa bedain itu."



"Dan semua temen gue termasuk Dian baru tahu kalau kalian enggak pacaran setelah Merry ngaku satu hari sebelum dia meninggal!"



Adon diam mendengar jawaban Wieke. Dia kira genks nya Merry sejak dulu tahu kalau dia dan Merry tidak pacaran!



"Jadi lu nggak perlu deh dekat-dekat Dian, dia merasa terhina lu gituin."



"Kalau lo sekarang bilang sama semua orang bahwa selama ini elo sahabatan doang sama Merry, lu juga dianggap picik.  Dianggap nggak ada nyali, orangnya udah nggak ada lu baru bilang elu cuma sahabatan. Dari dulu lu ke mana aja."



"Jadi lu udah nggak ada harganya depan kita-kita," jawab Wieke lagi.



"Harusnya dari dulu lu tuh berdua Merry ngedeketin Dian, jadi semua orang tahu elo sahabat Merry dan pacar Dian."



"Kalau lo digituin, kalau lu yang jadi posisi Dian gimana perasaan lo? Misal gua ama pacar gue deh sekarang pura-pura persahabatan doang nih gue sama pacar gue sahabatan doang. Sebenarnya gua naksirnya ama lu. Pas pacar gua meninggal gua ngejar lu. Emang lu mau terima?"



"Mikir!"



"Udah ah, gua mau masuk kelas lagi," lalu telepon diputus oleh Wieke.



'*Aku terus harus gimana Yan? Jadi selama ini salah? Kalau aku deketin kamu salah ya Yan? Kok kamu gitu sih malah terluka*,'  Adon jadi sedih karena tahu kalau Dian terluka.



'*Aku harus gimana Yan*?"



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1677572197053.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2