
Tahu apa arti MERCON? Mercon itu petasan! Ngebayangin mercon dioseng-oseng bisa kan? Pedas memekakkan telinga! Itu yang aku rasakan malam ini. Mulutku yang jadi pekak~Risye~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Capek juga ya," keluh Riesye.
"Iya jalan muternya itu sih yang bikin capek," Wieke pun langsung tepar di sofa ruang tamu rumah Siena.
"Prambanan gitu loh," sahut Merry.
"Ho oh, kenapa dibikin muter gitu sih?" Sahut Dian juga.
"Kalian dari Prambanan?" kata Annisa.
"Iya Bun," jawab Dian.
"Dari dari Malioboro itu cuma naik bis satu kali loh Bun," kata Wieke.
"Iya kah?" Tanya Annisa.
"Iya Bun makanya tadi kita langsung aja" jawab Seena.
"Wah tahu gitu tadi Bunda ikut sama kalian ke Prambanan. Bunda belum pernah," jawab Anisa.
"Kalau gitu besok aja sama adek Bun," kata Rafli.
__ADS_1
"Oh ya ayo kita besok ke sana,"
"Gampang Bun. Kalau dari sini dua kali Bun tapi satu kali bayar sih," kata Siena.
"Tanya aja ke di halte trans Jogja mau ke arah Prambanan mana, nanti kan diarahkan Bun" kata Siena lagi.
"Berarti besok pagi-pagi lah Bunda sama adik ke sana. Kita udah sampai Jogja masa kita belum pernah ke Prambanan," jawab Anisa dengan antusias.
"Iya Bun harus refreshing masa kerja terus" kata Merry.
"Iya benar … benar, mumpung liburan panjang nih," begitu jawab Annisa.
\*\*\*
Seperti rencana semula, malam ini tiga becak meluncur ke area Malioboro lagi. Tujuan kali ini adalah ke Mirota Batik.
Memang di Mirota batik tak hanya batik saja, tapi juga lengkap dengan aneka souvenir, sepatu, bahkan alat-alat kuno.
"Iya, disini buat wisatawan yang enggak punya waktu banyak buat keliling dan saling tawar. Suasananya juga nyaman dan di lantai atas rooftop nya ada resto," sahut Vella yang baru kesini bersama Wiedo kemarin saat mertuanya butuh selop buat pernikahan Tini.
Mereka banyak mborong dan tentu selfie.
Selesai sudah hura-hura kehebohan belanja genks heboh itu. Tak ada yang tak mereka bahas dengan heboh. Tapi hebohnya mereka santun koq.
Sambil membawa tentengan masing-masing semua bersiap menyeberang jalan.
Lokasi yang dituju Vella di depan pasar Beringharjo! Suasana malam disana rupanya berbeda dengan saat pagi.
__ADS_1
"Kita akan makan disini? Enggak salah?" Tanya Wieke heran. Kembali semua melihat lesehan. Dengan tikar terhampar di trotoar jalan.
"Kalian kan udah bosan makan di resto besar. Ya selama di Jogja aku ajak ketempat seperti ini," dengan senyum manis Vella mulai cari tempat duduk. Tak peduli kawannya yang masing terbengong-bengong.
"Iya aku juga suka. Aku tuh tanya bukan sebel, bukan aku enggak mau. Aku tuh *excited* banget," Wieke memeluk bahi Vell.
"Oh aku kira kamu enggak suka," kata Dian.
"Aku suka banget suasana kayak gini," jelas Wieke.
"Menunya banyak yang nggak pedes koq Mer, " bisik Risye pada Merry.
"Aku udah liat dan udah ngiler daritadi. Ada gudeg, ada apa tuh ah aku lupa." Bacem, ya bacem ayam, dan ada banyak yang lain koq" lanjut Merry.
Merry bukan enggak bisa makan pedas. Mulutnya kuat makan pedas. Sayang perutnya tidak. Makan pedas sedikit Merry bisa sampai di rawat karena dehidrasi akibat buang-buang air.
"Disini kalian pesan langsung bawa makan kesini." Vella memberitahu sistem pelayanan di lesehan ini.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.