
Dia mulai memberi attensi dan aku sangat syukaaaaaa. ~Helmi Mukhlis Tanjung~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Helmi tak sabar ingin segera pindah ke kampus keduanya. Dia rindu pada Siena yang sekarang selalu ada dalam benaknya.
Tak sadar dia kalau Atikah membuntutinya hingga ke kampus ke dua yang dia ikuti.
Jam pertama di kampus ini Helmi tak satu kelas dengan Siena.
"Kamu barusan ada kuliah juga?" tanya Helmi basa basi.
Gimana enggak basa basi wong dia nungguin Siena depan kelas yang baru diikutinya?
"Hai … iya ini mata kuliah ke dua ku hari ini, sisa satu mata kuliah lagi," sahut Siena dengan pelan. Dia sedang menata detak jantungnya.
"Habis ini kita satu kelas kan?" Helmi seakan memastikan.
"Iya," Siena masih menjawab dengan lirih.
'*Apa Merry, Wieke dan Vella merasakan apa yang saat ini aku rasakan ketika mereka awal pedekate dengan pasangan mereka dulu*?' pikir Siena.
Mereka berjalan beriringan menuju lokasi kelas berikutnya.
__ADS_1
Ada kekakuan antara mereka. Tapi mereka suka suasana kali ini.
"Kamu berapa mata kuliah di UGM hari ini? Sampai jam berapa disana?" Tanya Siena.
"Dua mata kuliah. Mata kuliah ke dua bareng Vella. Dosennya pak Baskoro," balas Helmi.
"Trus langsung kesini? Sudah makan? Kamu disni kan sendirian. Harusnya perhatikan jam makanmu. Jangan telat," tanpa sadar Siena cerewet soal jam makan Helmi.
"Keluar kampus langsung makan dan salat koq. Baru on the way kesini," Helmi yang diberi perhatian tentu sangat senang.
"Syukurlah," Siena menarik napas lega.
Atikah memperhatikan semua itu. Dia melihat wajah bahagia Helmi juga senyum manis lelaki itu.
"Ih, deket doang koq. Ngapain diantar?" Tolak Siena.
"Ya kita muter dulu nge bakso atau minum dawet baru ke rumahmu," canda Helmi.
Mereka ketawa bersama dan Helmi merengkuh bahu Siena untuk masuk ke kelas mereka.
Tentu saja Atikah geram. Dia belum pernah diperlakukan seperti itu oleh Helmi.
__ADS_1
Ya iyalah mbak Atikah, kan uda Helmi udah bilang enggak pernah punya rasa sama anda.
\*\*\*
"Abang, Ade perlu beli baju buat acara anniversary ibu dan bapak besok ga?" Tanya Vella saat mereka video call malam ini.
"Enggak usah Yank. Ibu sudah siapin baju untukmu. Ibu minta ukuran kebayamu pas nikahan mbak Tini itu lho," jawab Arie yang baru selesai mandi karena baru pulang dari cafe miliknya.
"Owh gitu. Ya wis. Aku enggak perlu cari gaun. Kirain butuh gaun. Lagi pengen bikin dress pakai bahan brokat," cetus Vella.
"Bikin aja Yank. Pasti bagus. Nanti dipakai setelah hari akad nikah kita kan bagus. Atau buat kondangan ke pesta Serena. Abang pengen kita datang. Mereka kan nikah sesudah kita. Tanggal sebelas Januari," Arie sudah dapat bocoran dari Serena tentang tanggal pernikahan sahabatnya itu.
"Ya sudah, Ade akan bikin. Nanti kalau Ade sudah dapat bahan dan warnanya, Abang tinggal cari batik yang sewarna ya?" Vella selalu suka baju couple sejak Arie menggunakan baju adat couple dengan dirinya di pesta seni SMA nya kala itu.
"Biar enggak salah, gimana kalau Ade sekalian aja beli kemeja buat Abang. Ade kan sudah hafal ukurannya. Nanti warna bisa langsung pas karena kan Ade bawa tu bahan brokat jodohnya," bukan Arie tak mau beli. Tapi dia lebih merasa pas bila Vella yang membelikan baju kembaran mereka.
"Iya juga sih. Baik pak Boss, nanti saya belikan sekalian," kawab Vella sambil tersenyum usil.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.