
Entah sampai kapan aku tak henti bersyukur melihat Vella putriku. Endro dan keluarganya memang berhasil mendidiknya penuh kasih tapi tak dimanja. Dia menjadi sosok yang welas asih dan mandiri. ~Baskoro Gunawan~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Kegiatan belajar masak telah berubah. Dari setiap hari menjadi hanya satu minggu satu kali dengan waktu yang mereka sepakati. Sekarang Anis sudah membawa bekal. Sehingga mau tak mau Surti pun ikut bawa bekal karena tak mau ke kantin sendirian.
Kalau orang melihat Anis membawa bekal, mungkin masih bisa menatap dengan senyum mengejek karena dia bukan dari orang tua kaya. Tapi bila melihat Vella membawa bekal tentu tak akan bisa tatapan dengan senyum mengejek diberikan pada gadis itu.
Hampir semua tahu Vella bukan gadis miskin. Bahkan kalau orang tuanya mengizinkan dia bisa membawa mobil ke kampusnya. Itu memang Tiwi sebarkan agar tak ada yang menganggap rendah tunangan adik sepupunya itu.
‘Yah, Mbak mau bicara,’ Vella mengirim pesan pada Baskoro. Di mata Baskoro dia adalah anak tertua, maka dia menyebut dirinya MBAK.
‘Mau dimana dan jam berapa?’ tanya Baskoro.
‘Di kamar kost ku aja. Ajak ade. Habis maghrib hari ini bisa? Mbak akan masak special buat Ayah dan ade,’ jawab Vella.
__ADS_1
‘Oke. Ayah akan datang ke kamarmu. Kita salat Maghrib bareng aja ya,’ Baskoro senang bila salat dengan kedua putrinya.
‘Deal.’
***
Sesuai dengan kesepakatan Vella mempesiapkan masakan special untuk Baskoro dan Laras. Hanya sop iga dan tempe goreng serta sambal saja. Sebagai menu tambahan Vella membuat sosis bakar. Kemarin dia kebetulan membeli sosis besar yang biasa untuk digunakan sosis bakar.
“Kita salat Maghrib dulu yok,” ajak Baskoro pada kedua putrinya itu. Laras sama sekali tak pernah ‘kehilangan’ Titie. Tapi berdasarkan kehidupan Vella maka Baskoro tak akan melarang bila Laras ingin bertemu ibunya. Sayang Titie yang tak berani datang.
Sejak masa skorsingnya habis Titie memang sudah masuk kerja lagi. Dia juga wajib lapor ke kantor polisi dua hari sekali karena dia tahanan kota.
Keluarga Titie tak ada lagi yang mau menyapa perempuan itu. Teman juga jarang yang mau dekat-dekat karena takut terbawa-bawa bila Titie menghadapi masalah lagi.
“Semua boleh kamu habiskan bila ma’emmu sudah habis.” Vella melarang adiknya mengambil sosis sebelum nasi dan sayur di piringnya habis. Baskoro tersenyum melihat Laras cemberut. Ibas pun senang karena Vella bisa mendidik adiknya.
“Ha ha ha, benar. Ayah rela enggak kebagian sosis bakar deh,” sahut Ibas menggoda Laras.
‘Endro sangat berhasil mendidik anakku. Putri pengusaha tapi bisa masak dan mandiri,’ Baskoro kagum akan kehebatan Endro.
__ADS_1
“Yah, kemarin Bapak, Ibu dan Daddy sudah memutuskan aku dan Abang akan menikah tanggal 31 Desember tahun ini. Kami akan melaksanakan di Kebumen. Jadi nanti Ayah dan mbah kung akan diukur bajunya untuk dibuatkan beskap.” Vella melihat Ibas memperlihatkan wajah tak percaya.
“Ayah dan mbah Kung harus menginap di Kebumen mulai tanggal 29 Desember, minimal tanggal 30 Desember pagi karena pengajian akan dilakukan 30 Desember. Tempat menginap juga sudah disiapkan oleh eyang,” Vella memberi tahu alasan dia meminta Baskoro datang ke kamar kost nya.
“Apa enggak salah? Ayah dan mbah kung juga dibuatkan beskap untuk hadir dipernikahanmu?” tanya Baskoro tak percaya.
“Salah bagaimana? Ayah kan ayahnya Mbak. Masa anaknya menikah Ayah enggak datang? Dan kalau datang pakai batik gitu?” Vella menampik pendapat Baskoro.
Sekali lagi Baskoro merasa bersyukur Andika berada dalam lingkup keluarga yang sangat pengasih seperti keluarga besar Endro. Tak ada benci untuknya dari keluarga besar Endro.
Akhirnya Baskoro menyerah. Lusa orang dari penjahit pakaian akan mendatangi Gunawan sekalian mereka mengukur badan Nungky dan Prasojo lalu jalan ke Kebumen mengukur badan Kamila dan Yoyok. Jadi malam ini dia harus menghubungi ayahnya guna memberitahu. Kalau tak diberitahu tentu Gunawan akan bingung ketika orang itu datang.
***
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta