UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
LANGSUNG TALAK


__ADS_3

Perjuangan ibu tak sia-sia. Aku bahagia mempunyai orang tua seperti bapak, ibu dan daddy. Mereka full support kami. Mereka memperjuangkan kebahagian kami~Ashoery Rustamaji~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Rupanya Wiedo diantar ajudan Mahesa yang pernah antar jemput Vella. Dan soal pintu kamar, dia tadi tanya pada penjaga rumah kost.



"Kamu ikut turun makan sama kami," perintah Wiedo pada sang ajudan. Sehabis ini dia harus langsung diantar ke bandara.



"Baik Bu," sang ajudan tak berani menolak. Bila sampai ke atasan kalau dia menolak perintah tentu akan berpengaruh terhadap penilaiannya.



Arie telah tiba lebih dulu. Dia memesan banyak sate ayam muda atau uritan.



"Assalamu'alaykum De," sapa Arie, dia kecup kening wanita muda yang dua bulan lagi akan jadi istrinya secara agama dan negara.



"Wa'alaykum salam. Abang sudah sehat?"



"Alhamdulillah sehat," jawab Arie. Walau kaku tapi Arie cukup senang Vella kembali menyebutnya ABANG.



Saat mereka tiba, pesanan Arie pas diantar. 



"Ada yang kurang enggak Bu?" 



"Buat kita cukup. Si siapa itu. Aduh Ibu susah ngapalin nama kalian. Kamu pesan sarapanmu!" Wiedo menyuruh sang ajudan pesan makanan sendiri.



Sang ajudan pun memesan dan makan terpisah dari istri jenderal yang sedang dia kawal.



"Abang, Vella. Ibu mau kalian bicara depan Ibu. Jangan sampai Ibu berangkat persoalan kalian belum selesai." Wiedo memulai percakapan sambil mereka sarapan.


__ADS_1


"Abang minta maaf De. Kalau kebohongan Abang sangat melukai hati Ade. Sungguh maksud Abang baik. Tapi ternyata semua salah."



"Sekali lagi maaf. Maaf." Arie terus meminta maaf berulang kali.



Vella yang tadi sudah diberitahu alasan Arie tentu malas mengupas kembali masalah itu.



"Jujur Ade udah malas bahas masalah itu lagi. Yang Ade mau sejak saat ini tak ada lagi kebohongan. Di depan Ibu, Ade bilang Ade akan lupain masalah kemarin. Tak usah diperpanjang lagi."



"Tapi bila kedepannnya satu kali aja Abang bohongin Ade. Walau sudah menikah dan ada anak. Ade enggak akan maafin. Kita langsung otomatis jatuh talak!"



Vella tak mau bicara hal karin lagi. Dan Arie terkejut tentang perkataan Vella terakhir. 



Arie terlalu mudah menutupi sesuatu. Bila itu disebut kebohongan, itu artinya pernikahan mereka tak akan berlangsung lama.



"Lihat Bu. Dia takut kan?" Vella tersenyum mengejek!




"Kalau hanya MENGIRA, itu belum valid. Belum pembuktian. Kenapa takut?" jawab Vella. 



"Anak gadis Ibu, kuliah satu semester aja belum selesai, bicaranya udah kaya jaksa penuntut umum aja," goda Wiedo.



Vella tersipu mendengar gurauan Wiedo.



"Jadi bagaimana tantangan Vella. Kamu belum jawab Bang!" Wiedo menekan Arie putranya.



"Abang pasti siap Bu. Tolong bimbing Abang De. Kadang Abang sering berpikir sesuatu itu baik menurut Abang. Padahal belum tentu menurut Ade atau orang lain," dengan besar hati dan rendah diri Arie tak malu minta dibimbing Vella. Karena usia bukan tolok ukur untuk hal kedewasaan dan pola pikir.



"Alhamdulillah. Clear ya persoalan kalian. Ibu, bapak dan daddy kalian ini selalu aja diskusi bertiga. Jangan kalian pikir kami bertiga tidak ikut rungsing dengan persoalan salah pengertian ini," Wiedo memberitahu soal diskusi yang selalu Endro, Mahesa dan dirinya lakukan.


__ADS_1


"Maafkan kami Bu, hsmpir berbarengan Arie dan Vella berkata minta maaf.



"Abang,aku minta bungkusin ini jadi tiga bungkus dong," Vella minta dibelikan sate uritan tiga bungkus. Setelah Wiedo pulang dia ingin ke rumah Siena dan Laras.



"Kamu enggak antar Ibu ke bandara? Padahal Ibu masih kangen kamu dan masih pengen ngobrol," Wiedo memberitahu Vella.



"Eh," Vella mengira habis ini dia bebas.



"Kita antar Ibu dulu ke bandara. Sate tetap kita beli," Arie meminta dibungkuskan sate uritannya.



"Minta tiga bungkus yang masing-masing isi tusuk Mas, lalu yang satu isi lima aja," pinta Vella.



"Katanya tadi tiga bungkus? Koq jadi empat?" Arie bertanya pada Vella.



"Satu aku titip ke Ibu untuk Frina dan Frani," sahut Vella. 



"Ibu mau ke gudeg Wijilan dulu. Adik-adikmu pesan itu," Wiedo memberitahu tujuannnya sebelum ke bandara.



"Nah,aku bisa sekalian beli untuk bunda dan Laras," Vella malah senang. Dia sekalian ingin membelikan gudeg untuk Laras dan bunda.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1674416097891.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2