
Aku harus menyampaikan rahasia lama yang terkubur sangat dalam sejak beberapa tahun lalu. Saat ini rahasia itu harus aku ungkap agar ada cinta yang bisa terselamatkan~Helmi Mukhlis Tanjung~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Jam 11.00 masing-masing panitia sudah mulai berdatangan di rumah Merry.
Pertemuan memang sengaja dibuat di rumah Sisca atau rumah Merry sebagai kantor sekretariat yayasan.
Karena memang di sana lah cikal bakalnya yayasan terbentuk yaitu karena adanya Merry.
Sekarang kamar Merry mulai kosong. Tak ada kasur atau barang besar lainnya. Karena memang semua sudah dilepas oleh Sisca.
Sisca tak ingin ada barang kenangan tentang Merry. Cukup kenangan itu ada di dalam hati mereka masing-masing. Selanjutnya kamar itu nanti akan dibuat menjadi kantor sekretariat.
Jadi ada semua kelengkapan Yayasan ada di situ.
\*\*\*
Sebenarnya Dian malas untuk datang tapi dia wajib datang karena dia yang pegang amplop struk obral.
Rasanya Dian tak punya semangat untuk ikut hadir. Tapi Harllo kakaknya Risye mengajaknya berangkat bareng ke rumah Merry.
Harllo bilang dia dan Asih akan menjemputnya jam 10 pagi. Hari itu Risye dijemput Pandu.
Jam 11.20 Harllo, Asih, dan Dian baru tiba ke rumah Merry.
Dian tak melihat mobilnya Adon ada di parkiran rumah Merry tapi sudah ada mobilnya Arie dan Vella yang datang bersama Helmi dan Siena. Dian melihat beberapa mobil dengan nomor dinas angkatan yang kemungkinan dinaiki Pandu dan teamnya. Dian hafal mobil Adon. Dan dia tak melihatnya ada disana.
"Selamat siang, Assalamu'alaykum," sapa Harllo begitu memasuki ruangan. Dian dan Asih pun mengucap kalimat yang sama.
Dian menebar pandangan. Tak ada sosok Adon disana.
Dian mengikuti kak Harllo dan kak Asih memberi salam pada yang telah hadir lebih dulu.
__ADS_1
Mereka bercerita dengan riuh tentang kesuksesan kegiatan pertama mereka kemarin. Semua masih bebas bicara karena memang rapat belum dimulai. Pembicaraan baru akan dimulai sesudah makan siang nanti jam 12.00.
Saat itulah Dian melihat Adon keluar dari ruang dalam bersama Christo dan Arie
'*Loh kok dia ada di sini*,' tanya Dian dalam hatinya.
Dian malah aneh sendiri melihat Adon ada di sana sebelum dirinya hadir.
\*\*\*
"Yan, aku mau bicara denganmu sebentar," Helmi berbisik pada Dian. Dian melihat Siena yang tersenyum padanya dan mengangguk.
"Bicara aja," kata Dian.
"Disamping yok. Aku tak ingin ada yang dengar atau ikut campur," Helmi mendahului Dian. Siena menepuk lengan Dian dengan lembut.
"Ada apa Hel?" Tanya Dian saat mereka sudah di teras samping duduk berhadapan dengan meja besi bulat memisahkan mereka.
Dian tahu itu semua dan dia mengangguk.
"Aku memang pernah suka pada Vella. Aku suka sosok anak tunggal orang kaya yang tidak sombong. Dia bisa mengerjakan semua pekerjaan perempuan yang tak mau dilakukan anak gadis kaya."
"Aku sangat suka Vella sehingga aku ingin memilikinya."
"Tapi seiring berjalannya waktu aku sadar. Rasa sukaku padanya bukan cinta! Hanya rasa kagum semata. Dan kesadaran itu terjadi sebelum aku jatuh cinta pada Siena."
"Jadi Siena bukan pelarianku!"
"Aku tahu kamu penasaran kenapa aku cerita ini padamu."
"Rasa kagumku pada Vella itu yang Adon rasakan pada Merry. Hanya beda rasa."
__ADS_1
"Adon merasa nyaman bergaul dengan Merry yang sama-sama anak terbuang. Sejak awal mereka bersama aku tahu. Aku tak membela Adon. Saat dia bilang itu ada aku dan Musa sahabatku yang mendengar. Tapi Adon dan Merry tak menyadari keberadaan aku dan Musa."
"Kami masih satu kelas sebelum kita penjurusan. Adon bilang dia menyukaimu tapi tak berani mendekati. Dia katakan itu pada Merry."
"Aku akan membantumu. Asal kamu mau jadi temanku. Karena aku tak punya teman," itu jawaban Merry ketika itu.
Merry cerita dia malah dijebak dengan obat oleh teman yang salah.
"Jadi Merry dan Adon memang sama-sama membutuhkan. Mereka terlibat simbiosis mutualisme."
"Kalau di luaran semua orang tahunya mereka pacaran itu bukan kemauan Merry dan Adon. Sama seperti diluaran tahunya aku ngejar Vella."
"Kalau sekarang Adon ingin memperjuangkan cintanya, apa itu salah?"
"Siena juga ragu menerimaku. Siena tahunya aku mencintai Vella. Dia tak mau cowok yang memberi cinta pelarian sepertiku."
"Tapi aku bisa memastikan cintaku bukan cinta pelarian. Biar saja semua tahunya aku dulu mengejar Vella tak dapat Vella, lalu lari ke Siena."
"Yang penting kami yang menjalaninya sama-sama tahu kebenaran yang hakiki."
"Kamu dan Adon sama-sama tahu kebenarannya. Seharusnya kamu bisa bersikap seperti Siena. Dan semua teman gengsmu bahkan semua orang yayasan tahu Adon tak pernah pacaran dengan Merry."
"Kalau semua orang lingkunganmu tahu, kenapa kamu ragu? Sedang Siena hanya dia sendiri yang tahu aja enggak ragu. Aku juga akhirnya jelaskan pada kak Arie dan dia menerimaku sehingga sekarang kak Arie mendukungku."
"Aku hanya didukung kak Arie aja bisa tegak berdiri. Masa kamu didukung semua orang yayasan enggak berani nerjang badai?"
"Terakhir. Perjuangkan cintamu sebelum semua terlambat," Helmi meninggalkan Dian sendirian di teras samping.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
__ADS_1
