UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
MINTA DIKENANG


__ADS_3

Kalau saat ini bom Nagasaki Hiroshima menggelegar ulang, mungkin bagi kami tak terlalu memekakan telinga seperti khabar yang Wieke berikan pada kami. Serasa kami ingin menolak mendengar berita itu~Vella, Dian, Risye, Siena~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Hari ini mulai mid semester sekarang sudah pertengahan bulan Maret. Semua seperti biasa tetap serius.



Genks, Helmi Pandu, Djojo, Arie, Asih, Harllo  semua  belajar dengan tekun menghadapi mid semester ini.



'*Akhirnya selesai juga ya mid semester kita*.' cetus Risye malam ini di chat group wanita chantique.



'*Iya capek ya*,' sahut Dian. Dian ingat empat hari lagi ulang tahun Vella. Akhir Maret. Dian ingin bikin pesta kejutan jarak jauh dengan Vella. Tapi dia tak mau membicarakan kali ini.



'*Lumayan lah capeknya ni otak*,' balas Wieke.



'*Kira-kira gimana hasil testmu kali ini*?' tanya Merry.



'*Semoga saja bisa baik seperti semester lalu*,' jawab Wieke.



'*Ya aku juga pikir begitu, bagus kok hasilku*,'  Dian optimis akan hasil ujiannya.



'*Sama!  Aku juga aku mau memberi kenangan terbaikku! Aku ingin semua orang tahu aku pintar. Aku ingin semua orang tahu aku bahagia*,' jawab Merry.



'*Kamu kan memang pintar*,' balas Vella.



'*Tapi kan harus ada kenangan dari aku*.'



'*Kenangan apaan lagi*,' goda Dian.



'*He he  @Dian, aku berharap kamu menjadi sahabat terbaikku. Kalau ada apa-apa semua punyaku milikmu*!'



'*Ngaco*,' kata Dian. Mereka lalu bercengkrama.



'*Waktu di Jogja juga aku beli oleh-oleh supaya semua orang ingat aku*.'  Merry kembali ke masalah MENGINGAT dirinya.



'*Udah ah, udah malam nggak usah ngomong mengingat-ingat kayak apaan aja. Ayo kita tidur. Habis selesai ujian kita istirahatin otak kita*.' Vella mengajak semua tidur.  



'*Yuk tidur bye bye bye bye*,' semua mengucapkan salam perpisahan.


\*\*\*



Esoknya jam delapan  malam Wieke menghubungi genks dengan cara menelepon bukan dengan chat.



"Hallo, ada apa Wiek?" Tanya Dian cepat. Siena dan Merry belum masuk. Risye dan Vella sudah standby.



"Gue enggak bisa ngomong gue nggak bisa ngomong," kata Wieke dengan tersedu.



"Lalu ngapain kamu telepon kami?" tanya Vella. Saat ini Siena masuk ke obrolan dan mendengar suara Vella yang panik dan suara Wieke yang menangis.


__ADS_1


"Bicara yang benar," pinta Risye, dia sudah mendengar Wieke sedang menangis.



"Gue enggak tau harus ngomong apa," jelas Wieke lagi.



"Ya kamu mau bilang apa?" tanya Risye, dia sudah ikut panik mendengar Wieke menangis.



"Merry, Merry," Wieke tambah terbata.



"Ada apa dengan Merry," kata Dian mulai panik.



"Merry udah nggak ada," suara Wiwek langsung ditiban suara jerit semua rekannya. Mereka  menjerit kaget mendengar kata terakhir Wieke. 



"Kamu  serius?" Dian tak percaya dengan kata-kata Wieke.



"Kamu bohong kan?" kata Siena menyangkal berita yang ia dengar.



"Jangan bercanda deh," kata Risye sedang Vella hanya diam. Dia yakin Wieke  tak mungkin bercanda dengan berita seperti itu. Ini bukan April Mop.



"Kamu bicara yang jelas. Kamu dapat berita dari mana dan kapan," Vella sedikit berteriak agar semuanya mendengar dan memberi waktu Wieke bicara.



"Barusan ada telepon dari nomor mamanya Merry.  mamanya bilang tadi siang pulang kuliah Merry sama Adon dirampok. ADON ( Rhamadona ~kekasih Merry~ ) sekarang masih apa kritis di rumah sakit Merry nggak ketolong." Wieke memberi keterangan lengkap mengapa Merry meninggal.



"Mau dimakamin kapan?" tanya Vella.



"Aku harus ada, aku harus datang" Vella tentu tak mungkin tak hadir di saat terakhir Merry. Andai masih ujian pun dia memilih mengikuti test susulan daripada tak hadir saat pemakaman sahabatnya itu. 




"Oke sekarang kita stop. Aku mau cari tiket dulu pokoknya aku sama Siena berangkat ke Jakarta. Siena kamu siap-siap aku jemput atau aku kabarin nanti. Pokoknya sekarang semua stop dulu  soalnya aku mau telepon kak Arie dan Daddy buat cari tiket.  Ini udah malam kita cari tiket ke mana malam-malam gini. Order terakhir kan jam 09.00 itu pun nggak kekejar kalau berangkat sekarang ke bandara. Kita stop dulu Ini darurat nyari tiket dulu," kata Vella. Dia pun langsung mematikan telepon grup itu.


\*\*



"Iya kenapa Yank?" Arie langsung mengangkat telepon dari istrinya.



"Abang … Abang," kata Vella sedih.



"Iya kenapa Yank?" Arie tentu bingung mendengar istrinya sudah mulai terisak. Arie sebenarnya akan berangkat ke Jogja besok sore untuk merayakan ulang tahun istrinya. Ulang tahun pertama yang akan mereka lalui.



"Merry meninggal Bang," jawab Vella lirih.



"Innalillahi," jawab Arie terkejut.



"Cariin tiket sekarang juga," pinta Vella.



"Yank kalau malam gini udah  sulit dapat tiket terakhir. Ada tiket besok pagi. Kamu mau berangkat besok pagi?"



"Kalau bisa aku malam ini," rengek Vella.



"Kalau berangkat sekarang pakai mobil sama kamu berangkat besok pagi dengan penerbangan pertama, itu sampainya lebih cepat dengan mobil. Karena dari bandara ke rumah kan jauh. Akhirnya sama sampainya tapi emang pakai mobil lebih lama dan lebih cape."


__ADS_1


Arie tahu Vella tak ingin menunda bergerak. Istrinya pasti lebih memilih berangkat malam ini juga. 



"Ya udah  pokoknya yang tercepat dan terbaik," jawab Vella.



"Oke tutup dulu. Abang minta kamu dijemput ya. Kamu tenang Abang usahain kamu dijemput sama anak buah bapak. Abang minta Pandu yang berangkat karena juga buat nenangin Risye." Arie akan memberikan yang terbaik untuk istrinya.



"Pokoknya tolongin aku.  Tolongin aku," rengek Vella.



"Eh enggak boleh gitu nggak boleh bilang tolongin aku.  Abang pasti upayain buat kamu Yank," Arie sedih. Dia tak bisa memeluk Vella saat istrinya terpuruk seperti saat ini.  



Arie langsung minta  bapaknya mengurus penugasan mobil menjemput Siena dan Vella. Arie minta  Pandu yang bawa mobil agar Vella nyaman jalan dengan orang yang dia kenal. Juga agar Risye nanti ada yang menemani.



"Udah Yank kamu bersiap ya kamu sama Siena  mereka sampai ke rumah Siena dulu baru ke rumahmu. Satu jam lagi mereka sampai."



"Sebentar lagi Abang telepon ke penjaga kost dan pemilik kost minta izin kamu pergi malam-malam. Dan kamu kalau bisa ajak Helmi biar dia gantian sama Pandu." pinta Arie.



"Ya aku telepon Siena sekarang," Vella langsung merespon ucapan Arie soal Helmi. 



"Kak Arie bilang kalau bisa Helmi ikut satu jam lagi kamu dijemput," begitu Vella mengatakan pesan pada Siena. Vella tidak bisa berpanjang kata.



"Barusan aku juga bilang sama dia. Helmi juga udah siap mau berangkat walau pun naik pesawat kok. Helmi nggak akan biarin aku berangkat sendiri tana dia," jawab Siena.



"Udah sekarang Helmi suruh ke rumahmu tunggu di situ nanti satu jam lagi Pandu jemput.  Sengaja Pandu disuruh kak Arie karena kan ada Risye. Kasihan Risye kalau nggak ada Pandu." Jelas Vella.



"Oke aku bilang Helmi ya." Siena minta putis pembicaraan agar dia bisa menghubungi kekasihnya.



"Ya udah aku tunggu ya. Kalau mau masuk gerbang kak Arie udah minta izin. Penjaga gerbangnya sudah tau, kata Vella. 



"Iya oke aku berkemas dulu aku kan harus bawa baju."



Tak ada yang menyangka kepergian sahabat mereka begitu cepat. Sahabat dalam suka dan duka. Semua lalu ingat seminggu ini memang selalu Merru berpesan tentang minta dikenang atau dia selalu berpesan seolah-olah dia meninggalkan sesuatu untuk Dian dan semua temannya. Pesan pesan chat itu akhirnya melintas dalam benak mereka.



"Abang, Pandu serius bisa bawa mobil ke Jakarta?" Vella tak yakin dengan kondisi tubuh Pandu yang baru sembuh. 



"Udah kok dia udah mulai aktif lagi di kampusnya juga."  arie menepis keraguan istrinya.



"Oh ya udah."



"Kan lagi ada Helmi. Mereka bisa gantian," jawab Arie lagi.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1676446492215.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2