
Kuliah dua tempat dalam waktu bersamaan berat? Enggak juga. Tergantung kita atur waktunya. Sama aja dengan orang yang kerja sambil kuliah. Aku bukan sok-sok an ambil kuliah dua tempat. Tapi kebutuhan. ~Helmi~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Besok surat pindah Rafli selesai, jadi lusa kami bisa pergi diam-diam,” Annisa berkata pada Siena malam ini. Tentu saja Siena senang.
Dua hari lalu paket yang bunda kirim mulai berdatangan. Tanpa dibuka, Siena akan langsung bawa ke rumah mereka nantinya. Tadi juga ada paket. Memang tak sekalian karena bundanya ngirim bertahap sedikit-sedikit agar tak ada yang curiga bila bawa kardus sekalian banyak.
“Bunda tunggu khabar dari Kakak ya. Nanti Kakak kasih tau nomor barcode penerbangannya. Jangan lupa identitas adek buat naik pesawat,” Siena sangat bersemangat.
Vella langsung mengirim pesan tentang kesiapan bunda berangkat. Dan tak lama Merry mengirim nomor tiket pesawat yang dia beli online dengan data yang kemarin sudah Siena kirimkan di group.
***
“Ayah, lusa bantuin Mbak lagi,” rengek Vella pada Baskoro.
“Apa lagi?” tanya Ibas lembut.
“Mau ngejemput bundanya Siena di bandara,” sahut Vella.
“Lusa? Bukan besok?” tanya Ibas memastikan.
“Iya Yah, lusa,” sahut Vella.
“Oke, jam berapa?” tanya Ibas.
__ADS_1
“Seperti kemarin waktu jemput Siena Yah,” sahut Vella.
Rencananya dari bandara mereka akan langsung kerumah Siena dan Vella akan menginap disana. Karena Siena langsung pindah. Lagi sudah malam maka tak bisa masuk ke kamar kost bila tak bikin izin khusus.
***
“Aku duluan ya Sien, jangan lupa kunci kamar,” Vella berangkat kuliah sendiri karena pagi ini Siena akan ke rumahnya. Siena membawa semua barang yang dikirim sang bunda dan juga barangnya ker rumah baru. Dia memesan taksi. Dari rumah nanti baru dia berangkat kuliah karena dia masuk jam sepuluh pagi.
“Hati-hati Vell. Jangan ngebut,” sahut Siena.
***
“Kamu kuliah disini?” tanya Siena. Yang dia tahu Helmi kuliah di UGM.
“Aku ambil kuliah dua tempat. Satu aku ambil fakultas hukum karena itu aku perlukan untuk membentuk SDM yang benar dan memimpin di perusahaan ayahku nanti. Nah disini aku ambil management buat ilmu basic pengetahuan usaha,” jawab Helmi yang baru datang untuk kuliah sore.
“Wah hebat otakmu. Apa enggak berat?” tanya Siena.
“Iya juga sih,” jawab Siena. Dia sedang menunggu Vella yang berjanji akan menjemputnya walau Siena bilang tak usah.
“Aku masuk dulu ya Sien. Udah mau bell nih,” Helmi bergegas pamit karena mata kuliah yang diikutinya hampir mulai.
“Oke, selamat belajar Hel,” sahut Siena. Vella telah mengabari sudah di parkiran.
***
Vella dan Siena akan pulang ke kamar kost, tapi Siena minta mampir ke tukang cakwe. Akan dia simpan di kulkas hingga lusa pagi. Dia ingat di kulkas Vella masih ada sepotong ayam yang belum diolah. Cukuplah untuk dia buat sebagai bubur ayam lusa pagi. Pag pertama dengan sang bunda. Kebetulan Vella juga akan menginap karena libur hari Minggu. Dan pastinya karena tak bisa masuk kamar kost karena sudah sangat larut ketika pulang dari bandara esok.
“Apa kamu berniat bikin bubur ayam?” tanya Vella.
__ADS_1
“Iya,” balas Siena.
“Kalau gitu kita harus beli sedikit kacang tanah untuk sambelnya karena kacang tanah di rumah habis. Cuga cabe rawit,” Vella mengingatkan.
“Kerupuk apa masih ada?” tanya Siena yang memang tak hafal stock bahan pangan milik Vella.
“Masih cukup kalau hanya buat bubur ayam,” walau bahan kering tapi karena tak terlalu sering dimasak maka Vella hanya menyimpan dalam jumlah sedikit.
“Eh, kamu harus beli bumbu walau dalam jumlah sedikit. Garam, gula, teh, bawang merah putih, cabe dan beberapa bumbu lain,” Vella mengingatkan.
“Ha ha ha, iya ya. Kalau bumbu besok di tukang sayur depan rumah aku bisa beli. Sekalian sayuran untuk kita masak hari Minggu. Nah tehh, garam, gula kita mampir mini market depan masuk ke kamar kost aja gimana?” tanya Siena.
“Oke, sekalian aku mau beli pembalut buat stock bulan ini,” sahut Vella.
“Tapi belanjaanku kali ini jangan kamu bayarin ya. Ini kan buat belanja rumah. Biar aku belajar ngatur budged rumah tangga,” sela Siena.
“Oke,” jawab Vella cepat. Dia tak ingin Siena tersinggung.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama AG SWEETIE dengan judul novel PESONA HOT ENEMY yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta