
Walau penasaran, kami putuskan kami tak mau diberitahu apa jenis kelamin bayi-bayi kami. Biarlah itu jadi rahasia semesta. Yang penting mereka sehat~Arie & Vella~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Arie bersiap untuk mendaftar kuliah S2 di UGM. Arie sudah mengecek apa hadiah yang Mahesa berikan. Ternyata itu adalah lahan yang dia inginkan tanpa perlu menyelidiki, Arie pasti tahu hal itu bocor pasti dari istrinya yang tanpa sengaja bercerita.
Arie tak marah karena itu adalah bentuk kasih sayang bapaknya.
Seminggu kemudian Arie mulai mengurus surat izin mendirikan rumah sakit dengan bertahap sedikit demi sedikit dia mulai membangun rumah sakit milik kedua anaknya.
Nanti untuk mengisi rumah sakit Arie akan bekerja sama dengan Adon dan Christo. Itu bisnis yang sedang dirilis oleh Adon.
Adon akan menyuplai alat-alat rumah sakit sedang Christo akan menangani suplai obat.
\*\*\*
"Selamat ya Kak Harlo, Selamat ya Kak Asih," kata Vella. Hari ini dia berhasil datang ke pernikahan Harllo dan Asih. Kehamilannya yang baru dua bulan sudah terlihat besar.
Mama Sisca juga hamilnya cukup besar, dua-duanya hamil kembar jadi besar. Hanya mama Sisca tidak doyan makan seperti Vella.
Mama Sisca banyak ngidam. Sedang Vella tidak.
"Aku jadi kepengen kayak mama dan Vella, punya anak kembar." Ungkap Asih.
"Kita tuh akan dapat dari mana wong kita nggak punya garis keturunan kecuali kayak mama Sisca. Dia kan karena bayi tabung," Harllo menepis keinginan istrinya.
"Iya ya," kata Asih.
"Emang kalian udah DP koq ngomongin anak" goda Arie.
"Enak aja," Harllo tentu membantah kalau dia sudah nyelup duluan.
"Ya kenapa ngomongin gituan?" Arie tentu senang menggoda kedua temannya itu.
"Enggak apa-apa lah ngomongin mah wajar," mereka pun tertawa.
Semua orang Yayasan hadir tak ada yang bolos.
"Naik apa ke Jakartanya?" Tanya Cilla.
"Seperti biasa lah Mi, naik kereta api. Belum berani naik pesawat," kata Vella.
__ADS_1
"Takut beresiko?"
"Iya Mi, ini pun kalau nggak pernikahan Kak Harllo dan kak Asih, aku nggak berani pergi kok. Kegiatanku cuma pulang pergi kampus aja diantar Abang."
"Terus kalau Arie kuliah kamu sama siapa?"
"Kami satu kampus. Kalau Abang kuliah padat, aku pakai driverku."
"Kita sekarang punya driver karena Vella seperti itu," kata Arie.
"Oh gitu," mami Cilla mengerti. Dia khawatir kalau Vella *kapiran* nunggu Arie.
"Iya takutnya pas aku kuliah Vella mau istirahat, kasian kalau nungguin aku. Kan ada mobil aku, juga mobil Vella." Jelas Arie.
"Mobilmu sudah dibawa ke sana ya?"
"Sudah. Mobil aku udah dibawa ke sana, untung memang tepat waktu. Pas butuh pas mobil sudah dibawa oleh anak buahnya Bapak," kata Arie.
Sebenarnya yang bawa tuh Pandu sama Dung dung, pas habis resepsi jadi sekalian mereka pulang ke Magelang.
\*\*\*
"Masih kuat?" Tanya Arie pada istrinya.
"Semua pada pinter ya anaknya Ayah. Ikut Bunda kuliah," kata Arie sambil mengusap perut Vella.
"Abang hari ini padat kayaknya, nanti biar Pak Syukur yang jemput ya. Hati-hati ya," Arie selalu mengantar Vella hingga depan kelasnya. Lalu dia langsungmenuju ke fakultasnya mereka memang hanya beda fakultas tapi karena jam kuliahnya nggak barengan, ya berangkat aja bisa bersama.
\*\*\*
"Kok bisa gitu?" kata Wieke.
"Itulah kebesaran Allah. Kita hanya bisa berupaya tapi Tuhan yang menentukan," kata Christo dengan bijak.
"Iya juga sih ya. Tapi senang aja lah yang penting mereka sehat semua." Komen Cilla.
"Iya yang penting semua sehat," Kata Oma Maria. Mereka sedang membicarakan hasil USG dari mama Sisca di bulan ini.
Semua sudah terlihat jenis kelaminnya ternyata bayi Mama Sisca tidak sesuai dengan prediksi.
Dokter-dokter bilang kan yang ditanam tiga bayi laki-laki hanya yang berkembang hanya dua, ternyata yang ada adalah lelaki dan perempuan.
Tentu saja Christ senang karena akan dapat sepasang. Siska dia memang maunya perempuan cuma karena kebutuhan suaminya maka mereka waktu itu pakai program untuk dapat bayi laki-laki.
__ADS_1
"Vella gimana Vel udah kelihatan jenis kelamin anak-anakmu?" tanya Cilla.
"Hasil periksa yang bulan ini belum bisa ngintip Mi. Mereka masih ngumpet, enggak mau ngeliatin ke Ayah sama bundanya," ujar Vella.
Vella dan Arie memang nggak tahu, padahal usia kehaamilan lebih tua baby-nya Vella satu minggu. Cuma mereka belum terdeteksi baby-nya berjenis kelamin apa perempua.
"Aku pikir sih udah mendingan nggak usah diintip dah daripada mereka malu," kata Arie.
"Jadi kami akan biarkan jadi surprise aja yang penting mereka udah tahu kan punya temen cowok dan cewek dari mama Sisca," kata Arie.
"Iya aku pikir juga gitu ah. Aku mau surprise aja lah," ujar Vella.
"Mami jadi bingung beli hadiahnya kalau enggak ketahuan jenis kelaminnya," goda Cilla.
"Gampang Mi, hadiah nya rumah atau villa aja Mi, jadi bisa buat laki bisa buat perempuan ," kata Arie.
Mereka semuanya ketawa memang saat ini mereka sedang zoom.
"Kayaknya ayahnya si kembar yang matre," ujar Christo.
"Harus itu," Jawab Vella.
"Wah Bunda twins juga udah ikut-ikut nih," kata Siena.
"Harus dong. Udah jadi Ayah sama Bunda aku harus matre," jawab Vella.
"Sudah dapat saran untuk melahirkan Vell?" Tanya mama Sisca.
"Belum Ma, apa maksudnya?"
"Mama karena faktor usia diminta melahirkan dengan operasi caesar. Dan kapan pun harus ready mulai kehamilan masuk usia tujuh bulan," ucap mama Sisca.
"Semangat Ma, Mama pasti bisa," ucap Harllo.
"Mama yakin Mama bisa karena kalian lah kekuatan Mama dan Papa. Kalian benar-benar permata buat keluarga Mohede," ucap Sisca.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
__ADS_1
