
Aku baru sadar, Vella lebih sedih, mommynya meninggal saat dia berusia dua bulan. Tapi dia tak pernah merasa terbuang seperti Merry dan Adon. Daddynya super sibuk, tapi tetap memberi cinta dan eprhatian yang besar untuk Vella~Wieke, Dian, Siena,Riesye~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Adon kami tidak bisa lama-lama ya kita. Tidak enak dengan dokter Adam kalau dia kena tegur."
"Kita ketemu besok aja langsung di pemakaman. Kamu nggak ikut ke rumah Merry kan," tanya Siena.
"Mana bisa dia ikut ke rumah Merry. Kan pakai ambulan dari rumah sakit ke pemakaman. Bukan ikut mampir ke rumah Merry," kata Vella.
"Oh ya udah kita ketemu di sana ya." Ralat Siena.
"Terima kasih bantuannya kak Arie dan kakaknya Siena," kata Adon.
"Saya Harllo," Harllo memperkenalkan dirinya sekalian pamit.
"Terima kasih kak Harllo," Adon sekali lagi menyampaikan terima kasih sehingga besok bisa menghadiri pemakaman Merry sahabat dekatnya.
"Kamu cepat sembuh ya," Asih pun pamit pada Adon dan uminya.
"Insya Allah" jawab mamanya Adon mewakili putranya.
Uminya Adon mengucapkan terima kasih banyak kepada Ari dan Harllo yang telah membantunya mengurus izin keluar rumah sakit. Biar bagaimana pun Amrita tidak tega pada anak tunggalnya bila besok tak hadir di pemakaman Merry.
\*\*\*
"Mbok, kami meluncur pulang. Tolong siapin makan untuk lima belas orang ya," Arie menghubungi simbok di nomor telepon rumah.
"Njih Den," simbok terbiasa bergerak cepat. Dia tak kaget mendapat perintah dari suami majikannya.
Sedang sedih gini nggak mungkin kan mereka makan di luar seperti biasa dan tertawa sesukanya?
Nanti malam Arie akan beli makan malam saja agar simbok tak repot. Atau nanti simbok belanja bahan makanan sekalian untuk masak sarapan besok pagi sebelum berangkat ke rumah duka.
'*Nanti di rumah aku tanya simbok deh dia maunya gimana. Aku pernah tahu simbok suka "tersinggung" bila tak disuruh masak. banyak orang tak suka diberi pekerjaan. Simbok malah marah bila tak ada kerjaan*.'
Mereka kembali ke Posko yaitu rumahnya Vella.
"Kanda nginep aja di rumah Vella. Besok maksimal jam tujuh kita sudah berangkat ke rumah Merry lho. Kebaktian tutup peti jam delapan lalu langsung ke pemakaman," cetus Siena. Semua sahabatnya sudah terbiasa ada panggilan spesial tiap pasangan di genks mereka.
"Enak nggak Dinda. Walau Kanda sudah bilang ke Umi kemungkinan akan nginep. Tapi kan Vella nya belum ngomong," Helmi rikuh karena pemilik rumah belum menyuruhnya menginap.
"Eh kalau sama Vella tuh nggak usah nunggu ngomong. Udah kamu mau nginep, ya nginep aja," kata Wieke.
"Iya lagian kenapa sih pakai nungguin ditawarin Vella. Vella lagi kayak gitu ya nggak kepikiran kali," kata Dian ikut sewot.
"Ya udahlah aku nginap sama kalian," jawab Helmi. Dia baru tahu bagaimana kekuatan ikatan batin genks kekasihnya. Selama ini kan hanya melihat dari jauh dan di media sosial saja. Yang dia tahu hanya Vella saja karena sama-sama di Jogja.
__ADS_1
"Nah gitu dong langsung tegas," kata Dian.
"Aku juga udah bawa baju sih," kata Helmi.
"Ya kalau udah bawa baju ngapain lagi pakai nanya-nanya harus nunggu Vella yang izinin juga. Kak Arie udah nawarin kan waktu kita baru datang tadi subuh," kata Siena ada kekasihnya.
Rombongan tiba bersamaan dengan Endro yang entah dari mana. Lelaki itu baru pulang dari luar negeri. Tiba di rumah hanya menaruh koper dan ganti baju lalu keluar menggunakan mobilnya. Entah dari mana.
Vella keluar dari mobil sambil berlari memeluk daddynya. Endro mencium kening putrinya dan memeluknya dengan erat.
"*Princess Daddy*."
"Dadd, kenalin, ini kak Asih dan pacarnya kak Harllo. Mereka sahabat Abang sejak SMA. Kayak Ade. Tapi kalau Ade kan sahabatannya ceweq semua dan enggak satu kampus. Mereka mah satu kampus."
"Ini Pandu, teman Abang, dia pacarnya Risye. Dan ini Helmi teman Ade, Daddy inget kan? Pernah cari kost bareng," Vella memperkenalkan semua yang Endro belum kenal.
Arie salim pada mertuanya sebelum berangkat Ari sudah menghubungi Endro melaporkan bawa ada ajudannya yang tidur di situ dan tidak ikut ke rumah duka.
"Ayo masuk masuk," kata Endro pada semuanya.
"Ayo kak Asih kak Harllo," ajak Vella.
"Dadd, kak Harllo ini kakak kandungnya Risye," jelas Vella.
"Yeee, Abang mah kayak Daddy. *Falling in love at first sight*. Abang jatuh cinta ke Ade pas meeting perpisahan SMA. Abang kan mantan ketua osis jadi merupakan perwakilan alumni Dadd," Arie menceritakan saat awal dia jatuh cinta ke Vella.
"Wah kayak Daddy aja, lihat Mommy di penerimaan siswa baru langsung klepek-klepek," kata Endro mengenang bagaimana dia pertama kali jatuh cinta pada Laras. Ternyata Arie pun seperti itu.
Semua tak percaya kedekatan Arie dan Endro.
"Kalau mereka sahabatan dari SMA, jadi dari dulu Abang nemenin orang pacaran?" Goda Endro lagi.
"Ha ha ha, mereka dari SMA cuma saling suka enggak berani ngaku Dadd. Jadiannya duluan Ade sama Abang."
"Abang mah kenal langsung suka, langsung ngomong. Eh ada followernya. Pandu juga gitu ke Risye," Vella memang selalu terbuka untuk masalah umum seperti ini pada daddynya.
"Kalian dari SMA ngapain aja barengan terus?" kata Endro menggoda keduanya. Asih dan Harllo tersipu.
"Namanya itu malu-malu meong," goda Duldul.
Semua tertawa mendengar istilah yang Duldul ucapkan
Sejak pulang dari Singapura dulu di rumah ini ada foto-foto Endro dan Laras. Baik waktu pernikahan mereka waktu Laras hamil mau pun Laras bersama Endro dan Vella saat bayi.
\*\*\*
__ADS_1
Ayo makan dulu semuanya Udah siang loh Ini udah lewat waktu makan.
"Daddy udah makan?" tanya Vella.
"Daddy baru makan di luar. Kalian makan saja sendiri."
"Helmi kamu nginep sini aja lah jadi besok enggak ribet nungguin kamu," Arie kembali meminta Helmi menginap.
"Iya Kak terima kasih," jawab Helmi.
"Kalau kalian mau gelar-gelaran silakan aja. Daddy pamit ya. silakan nikmati." kata Endro dia berlalu masuk kamarnya.
"Kak Asih nginep sini ya Kak? Ajak Vella.
"Enggak bisa, kakak nggak ikutan nginep disini karena belum bilang," jawab Asih.
"Dan kami besok nggak bisa ikut ke pemakaman. Kami ada acara di keluarga Asih," Harllo memberitahu dia tak bisa ikut ke Karawang
"Kapan-kapan nginep sini Kak," ajak Vella.
"Ya Insya Allah," kata Asih.
" Atur perjalanan buat ke Bali lo ,"kata Arie
"Siaaap," jawab Harllo dan Asih bersamaan.
"Eh makan seadanya ya," ajak Vella.
Vella mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya dulu baru dia ambil untuk dirinya sendiri. Kursi makan nggak cukup akhir makannya ada yang di ruang tengah.
"Enakan ikutan ke ruang tengah ah kata Vella. Dia pun ikut ke ruang tengah.
Akhirnya semua makan di ruang tengah kalau mau nambah nasi atau lauk baru mereka ke meja makan lagi.
Masakan si mbok laris manis sayur asem ikan asin sambal lalapan tempe tahu goreng.
Menu sederhana dalam suasana keakraban memang sangat nikmat.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.
__ADS_1