
Aku tak tahu apa yang terjadi. Sejak kakak pergi, bunda selalu bicara berbisik padaku. Dan hari ini aku tahu kalau bunda mengurus surat pindahku dari sekolah yang baru dua bulan aku jalani. Kemana lagi kami harus pindah ya Allah? ~Raffli Muharam Parussangi~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Siena membawa laptopnya dari Makasar. Jadi untuk kuliah dia tak perlu beli lagi. Besok dia dan Vella akan ke toko buku sesuai rencana semula yang tertunda tadi. Selain membeli buku untuk dia kuliah, dia juga akan membeli tas serta buku sekolah untuk Raffli.
“Ayok kita tidur. Besok kamu kuliah pagi,” Vella mengajak Siena istirahat.
***
“Nanti kamu aku jemput ya. Tapi tunggu satu jam dari jam keluarmu,” Vella menurunkan Siena di depan kampusnya. Siena mengikatkan helm yang dia pakai di besi jok belakang motor Vella.
“Iya, enggak apa-apa. Kita biar enggak bolak balik,” jawab Siena. Tadi dia sudah bawa bekal makan siang. Dia juga ingin seperti Vella bwa makan siang. Kalau Vella karena lebih cocok makanan rumahan. Kalau dia untuk pengiritan. Dia yang serba kekurangan tak boleh boros dan sombong.
Sejak tinggal dengan Vella banyak pelajaran hidup yang Siena ambil. Salah satunya adalah jangan boros walau kita mampu.
***
Siena dan Vella mengambil beberapa alat rumah tangga kecil yang semalam Siena beli sebelum mereka ke toko buku. Tanpa Siena ketahui, Vella membeli dua lemari bajuu dari plastik yang baru bukan bekas dan nanti habis maghrib akan dikirim kealamat rumah Siena.
Habis maghrib kulkas, kompor dan kasur juga akan datang. Jadi dari toko buku nanti Siena dan Vella akan langsung ke rumah kontrakan.
Selain buku tulis, Siena juga membelikan Raffli alat tulis dan tas. San bunda bilang ada beberapa baju Raffli yang sudah bunda kirim ke kamar kost Vella. Jadi Siena belum membelikan Raffli baju. Dia harus super hemat sebelum tahu kondisi keuangan sang bunda.
__ADS_1
“Bunda jual semua barang dapur disini. Lumayan walau minim tapi bisa untuk hidup kita. Bunda kirim baju Raffli dan beberapa bukumu,” begitu yang bunda katakan semalam.
Bunda menjual barang sembunyi-sembunyi karena rumah yng bunda tempati tak jauh dari rumah oma mereka.
Tadi Siena telah membeli dua nomor perdana. Besok begitu sampai Jogja nomo ponsel bunda dan Raffli harus langsung ganti seperti dirinya. Sehingga tak ada orang masa lalu yang tahu dimana mereka,
***
“Besok-besok lagi kalau masih ngambeg kayak anak kecil, aku daftarin ke TK,” ejek Serena.
“Habis kesel. Pas mau curhat ke kamu, kamu malah lagi asyik ngobrol ama cowoq lain,” sungut Firza.
“Ha ha ha, mau curhat masalah apa?” tanya Serena.
“Mama bikin ulah lagi, dia mau ubah konsep yang aku kasih. Cuma ubah warna sih. Tapi aku enggak suka. Lagian jadi bikin pihak WO bikin dari awal lagi,” jawab Firza.
“Abang ancamlah WO nya. Abang bilang engak akan mau jadi pengantin bila konsep diubah bukan sesuaia pesanan kita,” jelas Firza.
‘Bener kan dugaanku. Dia bisa mengatasi masalah kecil itu,’ batin Serena tapi dengan senyum sinis menggoda.
“Beneran enggak mau nikah kalau konsepnya beda?” goda Serena.
“Honey jangan usil. Kamu jangan ubah konsep biar Abang mundur jadi pengantin,” ancam Firza. Dia tahu senyum usil diwajah tunangannya bisa berarti gadis itu akan membuat hal yang Firza tak suka.
“Ih kepede-an. Aku enggak ngapa-ngapain koq,” jawab Serena.
Serena dan Firza tinggal hitungan bulan akan resmi menikah. Rencanannya mereka menikah di tanggal 10 januari atau 10 ~ 01.
__ADS_1
Semua persiapan memang telah Firza pesan melalui WO, tapi memang sang mama merasa gatel kalau tidak ikut ribet urus pernikahan putra tunggalnya. Itu sebabnya sering dia mengganggu Serena. Tapi Serena dibawah waskat singa yang mengurungnya sehingga kadang sang mama singa susah menggeret calon menantunya untuk keluar bersama dirinya.
Pagi ini mama singa sengaja menunggu Serena di lobby, dan dia culik sebelum jam kantor. Lalu mama singa mengirim pesan : ‘Mama pinjam Serena, kami mau ke spa biar mama dan Rene sama-sama glowing.’
Tentu saja Firza yang baru tiba di kantor langsung murka membaca pesan sang mama.
“Assalamu’alaykum Bang,” sapa Serena yang mendapat telepon dari Firza.
“Kamu dimana Honey?” tanya Firza khawatir.
“Baru aja keluar dari kantor. Aku kan pergi sama mamamu, jadi tenang ya. Aku enggak kemana-mana. Kalau Abang marah, aku bisa lebih marah,” gertak Serena taapi sengan intonasi lembut.
“Ya sudah, begitu selesai khabari aku ya Honey,” jawab Firza pasrah. Kalau Serena bilang akan marah maka dia lebih baik mengalah.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama PUTRI NILAM SARI dengan judul novel TEMUKAN KAMI DADDY yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1