UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
MASA MAU NGINEP?


__ADS_3

Sejak kemarin dia tak menolak perasaan yang aku ungkap lewat lisan mau pun tulisan. Aku anggap dia menerima RASA yang aku persembahkan. Maka jangan salahkan aku kalau mulai hari ini akan aku perjelas semuanya. Baik lewat panggilan mau pun perbuatan. Akan aku perlihatkan kalau aku menyayanginya. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Arie tak ingin memaksa jawaban Vella. Dia akan melihat tingkah laku gadis itu saja. Mungkin Vella malu mengungkapkan dengan kata-kata tapi dia mengatakannya dengan perbuatan.


Arie makan lumpia. Rupanya satu porsi kecil itu terdiri dari tiga lumpia dalam satu piring. Ada bawang putih cincang, cabe rawit juga ada kuah cabe untuk teman makan lumpia ini. Kalau saos pangsit gorengnya berupa saos asam manis tanpa rasa pedas.


“Kita Maghriban yok. Di sana ada musholanya,” Arie mengajak Vella untuk salat Maghrib.


“Aku libur Kak. Aku tunggu di sini aja,” sahut Vella.


“Ya sudah, Kakak salat dulu. Habis ini kamu mau pergi ke tempat lain?” tanya Arie.


“Pengen muterin Depok saat malam aja Kak. Habis itu pulang,” jawab Vella.


“Tapi kita belum makan malam,” protes Arie.


“Cukup kenyang koq Kak, ini kita habiskan aja habis Kakak salat,” jawab Vella.


“Baiklah,” Arie pun ke belakang arena mushola.


‘Aku harus bagaimana? Menjawab dengan lisan? Atau hanya memperlihatkan saja kalau aku enggak nolak dia dan nyaman dengan kehadirannya?’ Vella membuka media sosialnya dan membuka blokiran akun Arie. Dia kaget membaca postingan Arie saat mereka ‘sedang ribut’ ketika itu.


Vella  melihat pagar rumah milik daddynya yang menjadi foto di postingan Arie. Juga membaca captionnya serta komentar-komentar di sana.


‘Padahal dulu saat aku stalking akunnya, dia tak pernah satu kali pun ‘menyatakan rasa suka pada seseorang’. Itu artinya dia benar-benar baru punya ‘RASA’ itu untukku,’ batin Vella.


“Ayok,” ajak Arie. Dia menghabiskan minumnya. Dan pangsit terakhir dia langsung masukkan ke mulutnya setelah dioles ke saos asem manis.


“Pak, ini pesanannya,” seorang server memberikan bungkusan pada Arie.


“Terima kasih ya,” Arie menerima bungkusan itu dan bersiap keluar menunggu Vella dipintu keluar. Gadis itu tadi izin ke toilet saat Arie menghabiskan hidangan terakhirnya.


“Apa itu Kak?” tanya Vella saat Arie meletakkan bungkusan di jok belakang.

__ADS_1


“Lemon tea, cheese burger dan french fries,” sahut Arie.


“Kamu enggak mau makan malam, jadi itu aja Kakak pesan. Kalau suka pedas, tadi saos sambelnya Kakak minta banyakin,” Arie memberitahu mengapa dia membeli junk food itu.


Sesuai permintaan Vella, Arie mengajak mengenal kota Depok diwaktu malam. Walau Vella tinggal di Jakarta, dia memang jarang keluar malam. Endro tak membolehkan putrinya pergi selain sekolah atau kegiatan keluarga.


Wajar kalau Vella sedikit kuper dalam hal tertentu. Vella akan keluar malam bila pergi bersama keluarganya. Kemarin di Jogja adalah ajang keluar malam pertamanya selain dengan keluarga. Mungkin karena Endro tak tahu dan mungkin juga karena dia sudah lulus SMA.


***


Pagi ini Vella di jemput Asih, Harllo dan Arie menggunakan mobil perang Asih.


“Sarapan dulu yok, mama dan papa bisa marah kalau semua kakak menolak sarapan,” Vella mengajak ketiga tamunya untuk langsung ke meja makan.


“Assalamu’alaykum Om, Tante, Mas, Mbak,” Arie mengucap salam pada dua pasang orang tua di meja makan.


“Sini Rie, ajak temanmu. Kalian harus sarapan dulu baru boleh berangkat,” Nungky yang kemarin siang sudah berkenalan dengan Arie menyambut teman-teman putrinya itu.


Asih memberi salam semua diikuti Harrlo dan Arie.


“Ada acara apa kalian pagi-paagi?” tanya Prasojo ramah.


“Mereka semua semester besok sudah masuk semester akhir di fakultas kedokteran UI Pa. Ade cuma ingin tahu kegiatan mereka jadi minta ikut,” Vella memberitahu alasannya dia ikut di jemput.


“Kamu enggak boleh ngerepotin mereka lho De,” Bagas tahu Vella terlalu manja bila dalam lingkungan keluarga.


“Enggak lah Mas. Emang Ade anak kecil apa sampe ngerepotin kak Asih dan kak Harllo?” bantah Vella.


“Iya, kamu enggak ngerepotin Asih dan Harllo, tapi ngerepotin Arie kan?” goda Nungki. Dia bisa tahu kalau antara Arie dan Vella ada sesuatu saat kemarin Nungky mertuanya memberitahu Arie menjemput adik iparnya itu.


“Embaaaaaak,” protes Vella. Pipinya memerah karena godaan kakak iparnya tak bisa dia bantah di depan Arie.


Selesai sarapan dan sedikit ngobrol akhirnya mereka berangkat. Yang nyetir adalah Harllo dan Asih duduk dikursi depan. Alhasil Arie dan Vella duduk di belakang.


Vella sudah diingatkan Asih menggunakan kaos tangan panjang memakai topi dan mengoles sun block agar kulit wajah tak rusak oleh teriknya paparan sinar matahari di lapangan.


Semalam saat mereka sedang menikmati pemandangan kota Depok di waktu malam memang Asih menghubungi Arie mengingatkan kegiatan rutin mereka esok hari. Dan Arie menawarkan Vella untuk ikut. Vella setuju dan Arie langsung memberikan nomor telepon Asih agar mereka janjian sendiri.

__ADS_1


“Jemput gue ditempat biasa aja, nanti mobil gue parkir disana,” demikian yang semalam Vella dengar. Arie dan Asih serta Harllo janjian ditempat ‘biasa’, entah dimana itu.


Vella hanya mengikuti tiga sekawan, dia membawa tas berisi air mineral dan snack yang dibawakan Nungki tadi.


“Kalau cape bilang ya,” bisik Arie.


“Aku biasa ikut kegiatan lapangan koq. Kakak santai aja,” jawab Vella. Dia memang tergabung dalam kegiatan pencinta alam di sekolahnya. Untuk hal ini Endro tak melarang. Bahkan dia sering ikut mengawal kegiatan putrinya.


“Sepertinya pemetaannya sudah berubah,” Asih mencatat semua keterangan yang dia dapat dari masyarakat di lokasi yang mereka datangi. Dia memberi vitamin cuma-cuma pada balita sambil terus dia catat agar tak ada yang terlewat.


Ada beberapa perempuan muda yang dia beri pil KB. Tentu dengan catatan pernikahan yang akurat.


“Kak, ini minumnya,” Vella memberikan satu botol kecil air mineral pada Asih. Lalu dia juga memberikan pada Harllo. Mereka sedang duduk di akar pohon untuk memasukkan data terbaru.


“Makasih ya Vell,” jawab Harllo, dia yang mengambil kedua botol itu. Membuka satu tutup botol dan memberikan botol yang sudah ia buka untuk Asih.


‘So sweet,' pikir Vella.


Vella mengambil tissue basah, membukanya dan dan menyodorkan pada Arie yang tangannya kotor.


“Makasih sayank,” Arie mengambil satu lembar tissue basah dan menutup kemasan agar tissue tidak kering. Dia bersihkan tangannya dan membuang tissue di keranjang milik warga.


‘Sayank?’ ih kenapa dia ucap di depan kak Harllo dan kak Asih. Apa reaksi mereka nanti?’ Vella jadi tak enak. Dia hanya menunduk saat Arie mengambil sendiri botol air mineral di tas yang dia pegang.


“Rie, kayaknya udah deh, mau cabut sekarang?” tanya Harllo menatap data yang ada di tangan Asih.


“Masa mau nginep?” jawab Arie, dia mengambil lemper ayam yang Nungki bawakan tadi.


\=============================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK YANKTIE YANG LAIN  DENGAN JUDUL NOVEL  CINTA KECINYA MAZ YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2