UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
ANAK JURAGAN KOST


__ADS_3

Panggilan istimewa itu hanya diberikan pada orang special. ~Endro Herminanto Mulyo~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Assalamu’alaykum,” Endro memberi salam pelan. Dia melihat sebuah mobil bagus didepan rumahnya. Juga ada tiga pasang sepatu di pintu depan.


“Non Vella sedang salat dengan teman-temannya Den,” simbok memberitahu majikannya saat lelaki itu masuk keruang tengah.


“Oh ya wis, saya mandi dan salat di kamar saja sekalian Isya. Suruh Vella ajak makan tamunya. Nanti saya makan bersama,” perintah Endro pada simbok. Sudah hampir Isya. Dia harus mandi karena gerah. Maka tak sempat bila harus berbasa basi dengan teman-teman anaknya dulu.


“Non, Bapak sudah kondur ( artinya ‘pulang’, khusus untuk orang yang dituakan ). Bapak bilang teman-temannya suruh makan bareng Bapak,” simbok berkata pada Vella lalu dia bergegas ke dapur untuk menambah lauk makan malam mendadak kali ini.


“Kalian enggak keburu-buru ‘kan?” tanya Vella pada Frina dan Frani. Dia tak enak bila kedua remaja itu tak suka ke rumahnya.


“Kami santai koq Mbak. Tahu enggak Mbak. Ini pengalaman kita pertama pergi dengan temannya Abang. Selama ini belum pernah. Paling kita pergi bertiga aja,” jawab Frani.


“Kekamar Mbak yok,” ajak Vella.


“Abang, aku ke kamar sebentar ya. Abang tunggu Daddy aja. Dia ngajak Abang makan malam dulu,” Vella tidak menunggu jawaban Arie langsung mengajak kedua adiknya kekamar.


“Kapan Mbak mau pergi ke Jogja?” tanya Frani, si kcil ini memang lebih cerewet.

__ADS_1


“Sembilan hari lagi,” balas Vella.


“Disana kost atau dirumah sendiri Mbak?” tanya Frina.


“Kost. Sudah dapat sih kamarnya,” balas Vella. Dia juga sebenarnya berat meninggalkan Jakarta.


“Wah gerak cepat. Kamar kost itu memang harus cepet sebelum banyak yang nyari Mbak,” Frina cepat tanggap.


“Koq kamu tahu?” tanya Vella penasaran.


“Ya iya lah. Ibu itu punya banyak rumah kost Mbak. Kalau tahun ajaran baru gini Abang diminta ngebantu ibu buat nerima anak mahasiswa yang mau kost. Karena semua harus didata lengkap termasuk alamat dan copy identitas orang tua,” jawab Frina yang biasa ikut bila sang ibu atau abangnya menerima penghuni kost baru.


“Ha ha ha, ternyata kamu anak juragan kost ya,” Vella baru tahu mengapa anak sekecil Frina sudah tahu seluk beluk penghuni kost.


“Enggak tahu. Tapi kan kita bisa video call. Eh gimana kalau kita bikin aja group bertiga?” tanya Vella.


“Iya Mbak,” Frani cepat menjawab.


“Mau Mbak,” Frina membalas hampir bersamaan dengan Frani.


Dan Vella pun membuat group untuk mereka bertiga. Lalu mereka keluar. Di ruang tamu Endro sedang berbincang basa basi dengan Arie.


“Dadd, ini adik-adiknya Bang Arie,” Vella memperkenalkan Frina dan Frani pada Endro.

__ADS_1


“Wah ada perubahan ya. Kemarin Daddy dengar panggilnya Kakak. Sekarang udah Abang aja,” goda Endro.


“He he he, ngikutin mereka Dadd. Mereka panggilnya Abang. Jadi aku ikutan,” dengan tersipu Vella menjawab.


“Kalau enggak special kan enggak akan berubah,” balas Endro. Dia ingat dulu Laras langsung memanggilnya MAS ketika mereka resmi menjadi suami istri. Awalnya karena tak istimewa, Laras hanya menyebut langsung namanya.


“Bener Om. Kalau enggak istimewa manggilnya akan tetap kakak seperti adik kelas lainnya,” jawab Arie dengan percaya diri.


“Ha ha Abang ke pedean,” Frina menggoda Arie.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG SUDAH TAMAT DENGAN JUDUL NOVEL  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2