
Zaman sekarang itu rumors melaju seperti bola salju. Saat awal digelindingkan bisa jadi hanya sebesar kelereng, tapi makin lama dia akan semakin membesar bahkan bisa lebih besar dari rumah yang dia porak porandakan! ~Ashoery Rustamaji~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
Arie semakin geram dengan kejadian pengakuan Serena malam itu. Dia tak habis pikir bisa mengalami kesialan tak terduga. Semua rencananya untuk malam itu berantakan. Dia yaang ingin memberi kado kesuksesan beasiswa hanya bisa terpekur karena kadonya sampai sekarang masih ada ditangannya. Belum bisa dia berikan pada Vella.
‘*Senja demikian sendu saat kamu tak bisa kurengkuh*,’ Arie memposting foto pagar rumah Vella dengan latar belakang langit senja yang memerah.
Banyak komentar disana salah satunya dari teman sesama alumni yang tahu tentang pengakuan Serena.
‘*Bukannya elo udah lama pacaran dari SMP*?’
‘*Itu hanya pengakuan sepihak kan? Bukan dari mulut gue*?’ jawab Arie yang tentu saja sangat menyakitkan untuk Serena.
Ada yang berkomentar, tahu itu rumah siapa. Dan banyak lagi komentar lainnya. Arie langsung melajukan motornya pulang. Hari ini memang dia menggunakan motor. Dia jarang membawa mobil bila kuliah.
Arie tak mau peduli kalau postingannya ramai akan tanggapan. Bahkan ada yang minta klarifikasi dari akun Serena. Karena akun Serena di tag, Firza bisa membaca postingan itu dan lelaki ganteng itu hanya tersenyum jahil.
‘*Ternyata benar kan? Dia hanya berbohong padaku*.’
Dan Vella yang sudah memblokir akun Arie mendengar masalah itu dibahas di group WA genksnya. Mereka membahas kalau Arie membantah dengan sindiran kalau pengakuan Serena hanya bualan perempuan itu. Tentu saja teman-temannya langsung mengaitkan dengan foto perempuan big size yang Arie sebut sebagai sahabat bukan kekasih saat dia posting di toko buku.
‘*Kasihan ya tu ceweq. Dia merasa kebaikan kak Arie adalah attensi sebagai pacar. Padahal jelas-jelas kak Arie cuma ngakuin dia sahabat doang*.’ itu salah satu komentar di PRETTY GIRLS yang berisi enam gadis termasuk Vella. Tiga temannya sudah memiliki pacar. Dua yang belum lah yang sering mengejar Arie dan menjadi stalker akun pemuda itu.
Vella tak berkomenta. Dia hanya diam. Dia hanya ingin jadi pengamat saja.
\*\*\*
Satu minggu sejak malam perpisahan. Tetiba akun distro Arie melihat kalau Vella sedang di Jogja.
__ADS_1
‘*Menikmati sore di kota gudeg*.’ begitu caption yang ditulis akun milik Vella dengan menampilkan dua mangkok wedang ronde dan di-tag ke akun Helmi.
Dari banyak komentar disana, Arie tahu kalau keduanya sedang mencari kost lebih dulu agar dua bulan lagi tidak kerepotan. Karena saat tahun ajaran tentu semua kost yang dekat dengan kampus akan semakin sulit dicari yang kosong.
Arie tahu kalau Helmi dan Vella janjian bertemu di Jogja. Itu yang dia baca dari komentar disana.
Vella dan Pras serta Bagas memang mengambil berangkat ke Jogja hari Jumat malam selepas Bagas pulang kerja. Dan akan kembali ke Jakarta hari Minggu siang agar Senin Bagas bisa kembali bekerja.
Sabtu pagi Vella bertemu dengan Helmi dan mereka berempat mencari kamar kost. Helmi mengambil kost yang dulu pernah dihuni Seto. Karena yang pernah dihuni Bagas sudah penuh. Bagas dan Seto memang tidak pernah kost bareng karena selisih usia mereka tiga tahun jadi saat mencari kost tak bersamaan.
Sementara yang diambil Pras untuk tempat kost bagi Vella adalah rumah kost relatif baru yang sangat mewah. Dia tak ingin putrinya menghuni kamar yang biasa-biasa saja tanpa kelengkapan yang memadai dan jauh dari kampusnya.
Sabtu sore semua telah selesai dan Sabtu malam Vella dan Bagas izin untuk jalan-jalan berdua. Sebelum nanti malam mereka berpisah karena Helmi akan pulang esok pagi dengan kereta api Fajar Utama sedang Vella akan naik pesawat hari Minggu siang.
\*\*\*
“Bisa loe cek adek lo ada dimana?” tanya Arie pada Harllo, sahabatnya di UI sejak masuk kuliah.
“Loe cari gebetan loe? Dia ama genksnya on the way ke kampus kita, karena tiga dari mereka mau ambil formulir di fakultas ekonomi, hukum dan arsitektur,” sahut Harllo. Tadi Risye adiknya bertanya dimana lokasi untuk ambil formulir pendaftaran mahasiswa baru.
“Coba loe arahin biar bisa ketemu ama elo. Gue on the way balik ke kampus,” Arie bersemangat. Dia segera menggunakan helm nya dan melajukan motornya kembali ke arah Depok.
Memang pada Harllo, Arie mau berbagi cerita. Tidak pada teman lain. Sebab Harllo yang memang pintar sering merasa rendah diri karena tak terlalu berlebih. Dia tahu diri untuk tidak bergabung dengan kaum berkelas. Karena memiliki empat adik yang butuh banyak biaya.
Saat awal perkenalan mahasiswa baru mereka satu group dengan Asih yang juga satu SMA dengan Harllo. Harlo akhirnya sering curhat pada Arie. Jadilah dikampus mereka bertiga selalu akrab. Dan Arie juga tahu Asih menyukai Harlo sejak mereka SMA. Tapi Harlo minder menanggapinya karena Asih anak orang kaya.
\*\*\*
__ADS_1
Awalnya Vella malas ikut genks nya ke UI. Dia tak ingin kesana karena malas bertemu dengan Arie.
Ada tiga orang temannya yang ingin mengambil formulir di UI. Satu orang sudah mendaftar di IPB dan satunya lulus beasiswa di Ujung Pandang.
‘UI kan super luas, kenapa aku takut bertemu dengan kak Arie?’ batin Vella. Dia tak ingin karena perseteruannya dengan Arie persahabatannya dengan kelima temannya jadi terganggu. Lagian sebentar lagi mereka akan berpisah. Waktu kebersamaan mereka sudah sangat terbatas.
‘*Lagi pula enggak mungkin kak Arie ngajak dia ngobrol berdua bila nanti ternyata kami bertemu. Pasti dia enggak enak ama teman-teman*,’ pikir Vella lagi. Sehingga dia memantabkan hati pergi bersama genks-nya.
“Makan siang dimana?” tanya Vella. Dia tadi hanya sarapan roti karena selalu diganggu Bima. Mama dan Papanya masih di Jakarta. Jadi dia juga belum kembali ke rumah Endro. Kemungkinan mama dan papanya akan pulang ke Kutoarjo sekalian mengantar dia mulai kost di Jogja nanti.
“Gimana kalau kita ngerasain jajanan di kampus? Kita makan siang di kantin UI aja. Sekalian cuci mata,” sahut seorang teman Vella.
“Setuju pake bingits. Biar mata langsung jernih,” sahut yang lain.
“Olret,” sahut Vella yang maksudnya *all right* he he.
Maka mobil pun diarahkan menuju kantin kampus di fakultas ekonomi. Risye yang tadi sudah menghubungi abangnya untuk bertanya lokasi pembelian formulir pendaftaran, segera mengirim share lock ke ponsel abangnya. Gadis itu memberitahu sang kakak kalau dia sudah di kampus UI dan berada di kantin sebelum mereka akan ekspansi di kampus itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL **BETWEEN QATAR AND JOGJA** YOK!

***Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa***
***YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya***
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***
__ADS_1
***Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta***