
Aku baru menyadari semua perkataan mami benar adanya. Sejak dulu aku memang hobby mencari kepuasan selain dengan istriku. Memang mami pernah memergokiku dulu. Lalu aku bersujud dan bilang ampun serta tobat. Mami percaya lalu aku kembali berpetualang. Sekarang semua terbukti. Semua perempuan itu hanya butuh uangku~Christian Mohede~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kok tumben Dad? Nggak pakai mobil?" Cyntia istri keduanya menyambut Christ dengan mesranya. Dia peluk dan beri kecupan di bibir 'suaminya' itu.
"Aku sudah nggak punya mobil," keluh Chris lemas.
"Kok bisa?" Cyntia memekik. Dia tak mau hidup susah lagi. Dia hanya staff marketing rendahan di kantor Chris yang tak sengaja berkenalan karena diberi tugas oleh manager marketing memberi laporan ke ruang kerja Chris.
"Diambil Mamiku karena ketahuan menikahi kamu," kata Chris. Cyntia tentu tahu Fransisca karena istri pertama Chris selalu bersama dengan Chris sejak Chris keluar kantor. Maka Chris dan Cyntia malah main di ruang kerja Chris.
"Bukannya karena kamu nikah sama Lidya?" Bantah Cyntia sengit.
"Aku sudah bilang, aku ama Lidya enggak ada hubungan khusus. Aku enggak sengaja ketemu di Bali." Chris masih saja membela diri dihadaapn Cyntia.
"Mami marah sehabis pemakaman Merry. Aku ketahuan nikahin kamu maka semua hartaku diambil." jawab Christian.
"Sekarang ya udah kita hidup sederhana," balas Chris. Dia duduk bersandar di sofa mewah ruang tamu itu.
"Ya nggak bisa gitu Dadd, aku enggak siap hidup sederhana," jawab Cynthia seakan sejak dulu dia gadis dari keluarga kaya!
'*Bener Mami bilang, tak ada yang mau menerima aku ketika aku kere*.'
'*Aku salah menilai ternyata Cyntia hanya butuh uangku*.'
"Ya kita hidup seadanya aja," kata Chris.
"Maksudmu hidup seadanya gimana Dadd?" Cyntia minta kejelasan pada Chris.
"Kita kan bisa jual rumah ini, beli yang lebih kecil. Itu perhiasanmu banyak kita tinggal dijual, buat modal usaha dari awal lagi," usul Chris. Dia yakin bisa membuat usaha kecil dengan modal yang dia sebut tadi.
"Enggak bisa gitu dong Dadd," Cyntia menolak melepas sementara rumah mewah ini. Dia tak berpikir panjang kalau Chris bisa bangkit bila dia izinkan semua itu.
"Kamu berasal dari mana? Kamu itu miskin bahkan super minus. Aku angkat ke derajat yang tinggi. Sekarang kamu lupa? Kamu nggak mau jualin semuanya pada saat aku butuh?" jawab Chris kecewa.
__ADS_1
"Enggak, nggak, nggak, nggak bisa gitu, nggak bisa gitu," jawab Cyntia panik.
"Aku akan mengambil semua perhiasan karena barang itu semua milikku, belinya pakai uangku dan atas namaku," jawab Chris sambil berjalan menuju kamar tidur mereka. Rumah ini atas nama Cyntia langsung, jadi tak bisa dia miliki.
"Jangan dibawa," protes Cyntia.
"Aku sudah nyesel kasih rumah ini atas namamu sangat menyesal tapi ya sudahlah. Anggap saja sebagai bayaranku meniduri pela-cur selama dua tahun," Chris mengambil koper dan memasukkan semua pakaiannya di dalam rumah itu. Dia masukkan semua perhiasan yang memang dia belikan.
Chris mengambil semua kartu kredit yang ada dompet istrinya. Karena itu adalah kartu kredit miliknya dia tak mau membayar belanja hura-hura istrinya lagi.
"Itu kan ATM ku," protes Cyntia melihat Chris mematahkan kartu ATM miliknya.
"Uang dari mana isi ATM itu?" tanya Chris. Dengan cepat dia pindah isi rekening tabungan Cyntia ke rekening miliknya. Dia yang bikin m-bankingnya rekening itu, jadi dia memang memegang data m-banking nya.
"Aku menyesal pernah hidup bersama denganmu. Tapi kita juga nggak nikah resmi jadi selamat tinggal, selanjutnya kamu akan jualan tubuhmu atau kembali jadi karyawan kecil di sebuah kantor?"
Chris membawa kopernya keluar rumah itu. Sejak tadi dia sudah memesan taksi online.
"Sayang kok gak pakai mobil," kata Lydia yang baru pulang dari mini market . Lydia melihat Chris turun dari taksi," dia dengan manjanya bergayut di lengan Chris dan mereka masuk lift untuk menuju unit mereka.
"Apa pemakaman anak mu sudah selesai. Kok kamu kesini." Semua perempuan yang Chris dekati tahu siapa Fransisca dan Merry anaknya.
"Aku sudah nggak punya mobil dan aku sudah jadi pengangguran," Chris memberi tahu kondisinya. Saat ini mereka telah tiba di unit tempat tinggalnya dan dia duduk di sofa.
"Loh kenapa Sayang?" Lidya bersikap lembut seakan tak terguncang dengan berita yang Chris katakan, padahal juga dia kaget.
"Mobilku dan semua hartaku diambil mamiku karena ketahuan menikahi kamu," Chris membuka fakta yang ada.
"Kok bisa kita ketahuan?" Lydya tahu mereka hidup bersama tanpa ketahuan keluarga Chris. Dia sadar akan didatangi Chris secara sembunyi jadi tak boleh menuntut waktu terlalu banyak. Namanya dia hanya sugar baby.
"Entah aku juga nggak tahu. Tapi ya sudah ketahuan. Mami sudah lihat semua fotonya saat kamu ulang tahun di Bali dan kamu kan yang bikin postingan di media sosialmu agar semua tahu kamu sekarang kaya dan hidup mewah?" jawab Chris.
Lydia memang memamerkan bagaimana pesta ulang tahun dan honeymoon nya sehingga semua orang juga tahu siapa suaminya. Untungnya Lidya belum dibelikan rumah oleh Chris. Karena untuk mengeluarkan anggaran besar Chris harus hati-hati agar gak ketahuan Cilla, manager keuangan perusahaannya.
__ADS_1
"Terus kita bagaimana dong Yang," tanya Lidya dengan manjanya.
"Ya kita hidup sederhana, kita harus segera pindah dari apartemen ini sebelum diusir mami karena apartemen ini juga punya mami. Dulu kamu cuma tinggal di rumah petakan kok. Sekarang nggak mau?" tanya Chris.
"Kan nggak enak Yank. Kita pindah ke rumah aja, kamu beli atau kontrak rumah besar untuk kita tinggal," bujuk Lydia.
"Ya itu sudah nasib karena ketahuan. Kamu yang posting ya salahmu sendiri. Sekarang kita hidup sederhana apa adanya. Aku pengangguran, kita harus bekerja dari awal dari nol. Fransisca juga mendampingi aku dari nol kok nggak langsung jadi direktur!" Ucap Chris jujur.
"Jangan samain aku dengan Fransisca! Kamu balik aja sana ke dia." Lydia tak sadar bersuara tinggi.
"Oke aku balik lagi tapi kamu keluar dari apartemen ini saat ini juga karena aku juga akan keluar dari sini sebelum diusir oleh mamiku."
Chris pun mengambil koper dan membereskan baju-baju miliknya.
Sesungguhnya apartemen yang ditinggali ini miliknya tapi kan dia ngetes bagaimana sikap Lidya ketika tahu dirinya miskin.
Sekarang Chris sudah tahu bahwa perempuan-perempuan itu memang cuma butuh hartanya. Sekarang dia sudah sadar tapi terlambat.
Chris membereskan pakaiannya. Setelah barangnya selesai di packing Lydia keluar bareng Chris.
Chris langsung naik taksi online yang dia panggil. Sebelum naik mobil dia mendekati Lydia.
"Kamu tadi bilang aku balik kembali kepada Fransisca. sekarang selamat tinggal kamu akan kembali mengemis seperti dulu," dia meninggalkan Lidya yang masih bingung mau kembali ke petakannya atau mau ke mana. Lydia dulu hanya pegawai di toko perhiasan yang sering Chris datangi sendirian bila dia ingin beli perhiasan untuk Cyntia. Tapi dia bilang pada Lydia itu untuk Fransisca.
Satu malam ini Chris akan tinggal di hotel tadi dengan barang yang dari rumah Cyntia, besok baru dia kembali ke apartemen dengan barang-barang miliknya dari rumah Cyntia dan barang sari apartemen yang dia bawa saat bersandiwara dengan Lydia tadi.
"Semua terbukti Mi. Mereka hanya lintah penghisap darah saja," Chris menjatuhkan tubuhnya ke ranjang hotel.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.