UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PEREMPUAN PASTI CANTIK, BUKAN GANTENG


__ADS_3

Aku tahu gejolak cinta anak muda sulit ditebak, maka aku biarkan dulu kemana anakku mau melangkah. Aku yakin dia tak akan bisa lama berpisah dari Serena. ~Faisal Triaspratiaksa~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Ternyata calon istri Lutfi sudah tahu kalau keluarga pakde Guruh menggunakan waran hijau di acara ini, dia mengenakan sarimbit dengan Lutfi dengan warna dasar hijau lumut.


‘Untung Abang ngajak beli sarimbit. Jadi aku enggak salah kostum,’ Vella bersyukur Arie mengajaknya belanja tadi pagi sehabis mereka sarapan.


“Kamu cantik banget Yank,” bisik Arie melihat Vella berdandan tipis, persis seperti ketika malam pesta seni perpisahan SMA mereka.


“Cantik lah, masa ganteng,” jawab Vella sambil tersenyum.


“Kamu godain Abang, awas aja ya,” Arie geram ingin ******* bibir kekasihnya yang dia lihat sangat menggoda.


“Aku bilangin Ibu nih,” balas Vella.


Mereka berangkat menggunakan dua mobil. Tadinya Arie ingin menggunakan motor Lutfie, tapi Vella dilarang Wiedo membonceng Arie. Tentu saja pemuda itu tak mau naik motor sendirian.


***


Serena mencari keberadaan Firza di media sosialnya. Tapi tak ada pergerakan di semua media sosial boss nya sejak dua bulan lalu. Lelaki itu memang tak terlalu aktiv di media sosial. Hanya sesekali posting, itu pun tentang wise words atau tentang keindahan alam. Tak pernah tentang dirinya.


Serena berharap Firza posting tentang bandara atau keindahan alam German agar dia bisa berkomentar atau mengirim pesan. Tapi media sosial itu tertidur. Tak ada pergerakan.


Faisal bukan tak mengerti ada yang salah dengan kepergian putra tunggalnya. Tapi dia berupaya tak membuat keadaan semakin kacau. Dia ingin semua cooling down dulu.


FLASH BACK ON


”Apa maksud Mama semalam ngajak dinner tapi ternyata malah cuma mau pamerin kami ke temen-temen arisan Mama?” tanya Firza yang pagi sehabis salat Subuh sudah berada di rumah Faisal Trias Pratiaksa.


“Kamu datang pagi-pagi cuma buat ngomelin Mama?” tanya Nani Susyarti mamanya Firza.


“Gimana enggak ngomel? Kami berpikir mama dan papa akan ngajak kami ngobrol serius dan bicara kapan Mama bersedia melamar Serena, bukan untuk ajang pameran seperti itu,” Firza berkata seakan itu adalah pemikiran dia dan Serena. Padahal itu hanya pemikirannya saja.


“Ada apa sih emangnya?” tanya Faisal. Dia tak tahu soal dinner yang Nani jadwalkan dengan Firza.

__ADS_1


“Sejak hari ini aku cuti Pa. Aku mau berangkat ke German,” Firza langsung menuju kamarnya untuk mengambi sesuatu yang dia butuhkan.


“Berapa lama kamu di German? Apa sudah beritahu Serena?” tanya Faisal yang sengaja menunggu Firza dibawah tangga.


“Aku enggak tahu Pa. Dua minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan mungkin selamanya aku menetap disana,” jawab Firza cueq lalu dia berlalu dari rumah itu tanpa pamit.


“Kamu bikin apa yang buat dia marah Ma?” Tanya Faisal pada istrinya.


“Mama nyuruh dia datang dinner bawa Serena, itu doang. Mama enggak tahu kalau dia mikir akan dinner bareng kita berdua. Mama dan teman-teman arisan memang sengaja bawa anak-anak dan pasangannya agar saling kenal,” jawab Nani Susyarti yang masih tak habis pikir mengapa Firza jadi marah seperti itu.


Faisal terdiam, dia lalu segera menghubungi Evvy agar mengatur pekerjaan Firza. Dia memerintahkan Evvy menarik Serena menjadi wakil sekretaris selama Firza tak ada.


FLASH BACK OFF


“Kita mulai safari besok saja Vy. Hari ini kalian gabungkan aja jadwal saya dan Firza,” itu tadi yang Faisal katakan begitu tiba di kantor. Dia lihat Serena berada dalam ruang sekretarisnya.


 Itu sebabnya tadi seharian Serena dan Evvy berkutat dengan jadwal dan menelepon rekanan yang mempunyai jadwal bertemu dengan kedua boss mereka itu.


***


“Ayune calone Arie,” beberapa kerabat yang baru berkenalan dengan Vella memuji kecantikan gadis itu.


“Bulek Wied, ini lho Vella enggak percaya kalau Bulek nitipin dia buat aku jagain selama di kampus,” Tiwi menggoda Vella dengan menggamit Wied.


Acara pertunanagan telah selesai dan sekarang mereka sedang makan malam sambil beramah tamah.


“Ih enggak gitu koq Bu,” Vella bergayut manja di lengan Wiedo. Arie yang melihat dari jauh tersenyum bahagia Vella langsung bisa masuk ke keluarga besarnya dan diterima dengan baik.


“Kalau kamu susah ketemu Tiwi, kamu teriak ke Mbak wae Vell,” Tini kakak Tiwi menawarkan diri pada Vella.


“Iya Mbak, nanti aku teriak kayak tarzan,” sahut Vella sambil tersenyum.


“Yank, ini pakde Sirlo, dia kerabat dari bude Ningrum. Di rumahnya dekat kampusmu,” Arie memperkenalkan Vella pada pakdenya.


***


“Mampir ke rumah Sekar dulu ya, kan kelewatan jadi kita enggak mutar,” Lutfi memberitahu Vella dan Arie. Keduanya memang satu mobil dengan calon pengantin yang rencananya akan menikah tiga bulan lagi.

__ADS_1


“Iya enggak apa-apa. Santai wae karena Vella juga enggak mungkin kembali ke rumah kost wong sekarang aja sudah jauh lewat dari jam sepuluh malam,” Arie menjawab.


Sesampainya di rumah Sekar mereka turun semua untuk memperlihatkan pada kedua orang tua Sekar kalau Lutfi bukan mengantar gadis itu sendirian.


“Kami tunggu di mobil aja ya Mas,” Arie merasa lutfi butuh waktu berdua. Dan kedua orang tua Sekar sudah melihat kalau Sekar pulang malam bukan hanya berdua dengan Lutfi saja.


“Santai wae ra sah keburu-buru. Aku yo pengen duaan,” Arie berbisik pada Lutfi.


“Besok kamu antar ke bandara sekalian diantar pulang sama mas Lutfi ya De,” Arie meminta Vella mengantarkannya.


“Iya Bang. Ade manut,” sahut Vella.


“Baru satu minggu jadi orang Jogja, ngomongnya udah pake manut aja Yank,” Arie yang sedari tadi memang gemas pada Vella langsung memegang kedua pipi kekasihnya. Dan dengan lembut dia mencium bibir ranum yang sejak tadi ingin dia *****.


“I love you Yank,” bisik Arie, dia peluk erat kekasihnya.


“Love you more Bang. Ade boleh cerita enggak?” tanya Vella yang nyaman dalam pelukan kekasihya.


“Cerita aja. Justru kita harus saling terbuka kan?” jawab Arie.


“Ade baru ingat, saat Ade ngambeg liat Abang ama teman SMA. Waktu Ade makan ama Helmi, Ade denger dengan jelas nama gadis itu Laluna. Dia bilang dia patah hati sejak SMA Abang tolak dia dan temannya bilang itu alasan dia jadi gunung es,” Vella memberi tahu Arie.


‘Dia memang dengar itu, karena aku enggak pernah sebut nama lengkap Luna pada Vella,’ batin Arie.


“Ya biar aja, kan bukan Abang yang nolak dia. Abang enggak pernah kasih harapan. Lebih-lebih saat masih SMA. Pas udah kuliah aja enggak pernah pengen pacaran sebelum liat Ade di sekolah,” balas Arie.


“Masalahnya dia bilang keqi saat Abang bilang punya tunangan. Dan dia juga bilang bakal balik ke Jakarta buat kejar cinta Abang sampe dapet,” jawab Vella kesal mengingat kata-kata Luna.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED  STORY  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2