
Sering apa yang kita pikir tak sama dengan pikiran orang lain. Maka berupayalah berpikir dari sudut pandang orang lain bila ingin memutuskan sesuatu. ~Novella Moraletta~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Waktu makan siang yang Firza tunggu akhirnya tiba juga. Serena yang sudah tahu kalau tak perlu nyuruh office boy untuk beli makanan ke kantin, sejak sebelum waktu makan siang sudah memesan makanan untuknya dan Firza.
“Masih ada berapa jadwal lagi yang harus diubah Bu?” tanya Serena pada seniornya.
“Kayaknya sih udah Ren,” sahut Evvy.
“Tapi nanti aku habis makan siang kesini lagi ya Bu. Klau ditanya pak Firza kita belum selesai. Aku masih seneng ngobrol disini,” pinta Serena.
“Kamu makan siang bareng aku enggak?” tanya Evvy.
“Kalau dia sudah ada, mana bisa sih saya makan siang ama Ibu?” Serena memberi pertanyaan yang tak butuh jawaban.
“Saya balik dulu ya Bu, sebelum petasan meledak ditelinga,” Serena pamit sepuluh menit sebelum waktu istirahat. Karena tepat jam istirahat dia harus sudah berada di ruangan monster tengil.
***
“Honey, kamu sudah pesan makanan?” tanya Firza saat Serena masuk ruangannya.
“Sudah, nah itu datang,” baru saja Serena masuk ruangan Firza, pintu diketuk.
Nasi dan ayam bakar lengkap dengan sambal dan lalapan, Serena dekatkan dengan Firza. Sementara untuknya mie ayam pangsit rebus dengan ekstra jamur dan ekstra ayam cincang dengan harga tambahan tentunya.
“Kamu bikin Abang pengen pangsit rebus tanpa kuah,” Firza jadi kepengin apa yang dia lihat.
“Nanti dua jam lagi pesan aja. Sekarang habiskan dulu nasi dan ayam bakar yang Abang pesan tadi,” Serena mulai menyampur saos sambal untuk mie ayamnya.
“Aaaa …,” Serena menyodorkan satu buah pangsit rebus miliknya ke mulut Firza.
“Enak. Serius nanti pesankan ya Honey,” Firza tanpa menunda tentu menerima suapan dari kekasihnya.
__ADS_1
“Aku pesanin sekarang. Suruh antar jam setengah tiga mau? Takutnya kalau pesan nanti, pangsitnya habis. Sisa mie nya aja,” Serena sudah tahu pangsit rebus dikantin kantor paling laris.
“Iya. Pesan dua porsi pangsit rebus tanpa mie. Ekstra jamur dan ekstra ayam lalu kuah dipisah,” Firza setuju. Serena tak sadar, artinya jam setengah tiga dia harus kembali ke ruang Firza untuk makan sore sebelum mereka pulang kerja.
***
Vella asyik di toko buku, selain mencari diktat kuliahnya, dia juga ingin membeli kertas polos untuk ngeprint tugas. Di rumah kost kertas yang dia miliki ukuran folio. Padahal beberapa dosen minta tugas dari mereka diketik menggunakan kertas ukuran kuarto.
“Cari buku apa Vell?” tanya Helmi yang kebetulan juga berada disana.
“Liat-liat aja. Yang pasti mau beli kertas kuarto,” sahut Vella.
“Kamu sendiri?” tanya Vella.
“Aku banyak yang dicari. Karena aku ambil kuliah management juga di UII,” sahut Helmi.
“Wah hebat. Keren kamu. Ya sudah aku cari kertas dulu ya,” Vella tak ingin berlama-lama. Dia ingat pesan Arie tak boleh akrab dengan lelaki. Vella juga takut ada seseorang ang membuat foto kebersamaan dia dan Helmi lalu dilaporkan ke Arie.
“Iya,” sahut Helmi. Dia sendiri juga tak berani terlalu dekat dengan Vella walau sangat ingin kembali bisa mendekati gadis yang sejak kelas sepuluh sangat dia sukai.
***
“Siapa?” tanya Vella sambil membuka kunci pintu kamarnya.
“Assalamu’alaykum Yank.”
“Abang????” Vella langsung memeluk Arie yang berdiri didepan pintu kamar kostnya. Lelaki itu tak membawa tas. Artinya bukan baru datang dari bandara.
“Balas salam dulu Yank,” Arie membalas pelukan hangat kekasih yang sangat dia rindu.
“Eh, wa’alaykum salam Bang,” Vella menggandeng tangan Arie masuk dan membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar.
“Abang kapan datang? Koq enggak ngabarin kalau mau kesini?” tanya Vella. Dia membuatkan kopi susuu untuk Arie dan coklat Suusu untuk dirinya.
“Apa kamu pernah angkat kalau Abang telepon? Apa pesan Abang dibaca? Gimana mau ngabarin?” jawab Arie sambil terus memandang lekat kekasihnya.
“Ade kesel aja ama Abang. Sejak pulang dari Singapore Abang berubah,” Vella bicara tapi sambil masak. Dia akan membuat egg rolls dengan banyak sayuran dan ayam cincang yang akan disiram saos asam manis seperti fuyunghay.
__ADS_1
“Maksudmua berubah gimana? Kamu kan tahu Abang sibuk banget. Bahkan cafe dan distro aja enggak pernah Abang datengin. Selama ini sementara cuma cek perkembangan dari laporan di email aja,” sahut Arie.
“Abang lupa mau diskusi ama daddy dan orang tua Abang masalah yang Ade minta? Apa Abang berubah pikiran setelah tahu Ade enggak punya nasab?” tanya Vella datar. Dia telah berupaya tidak cengeng.
“Astagfirullaaaaaaah. Kenapa Ade punya pikiran begitu? Abang engga berubah De. Demi Allah. Abang pikir daddy bakal ngomong ke Abang kapan bisa ketemu Bapak. Jadi Abang nunggu omongan daddy,” jawab Arie.
“Apa Abang enggak mikir daddy nunggu Abang ngomong ke daddy? Karena daddy merasa dia dipihak perempuan. Enggak etis ngejar pihak lelaki,” jawab Vella.
Vella menyediakan sarapan yang telah selesai dia masak. Masakan yang seharusnya untuk makan siang maka akan dipakai sarapan bersama Arie. Makan siang biar nanti dia makan diluar saja.
“Maaf De. Maaf Abang salah. Abang enggak berpikir begitu. Baik besok pulang dari sini Abang akan bicara dengan ibu baiknya bagaimana ya. Please jangan marah. Abang enggak berpikir kalau daddy menunggu Abang bergerak,” Arie sekarang tahu kesalah pahaman yang terjadi.
“Abang kapan sampai sini? Dan kapan pulang ke Jakarta?” tanya Vella sambil mengambilkan Arie nasi.
“Hari ini Abang libur. Jadi semalam terbang dari Jakarta. Sampai rumah pakde sudah jam sembilan malam maka enggak berani kesini. Besok kuliah siang. Jadi besok pagi berangkat dari sini lalu langsung ke kampus,” jawab Arie.
“Abang kesini cuma mau nanya soal Ade enggak mau angkat telepon?” tanya Vella.
“Itu bukan CUMA De. Itu persoalan penting. Enggak bisa dianggap sepele. Kita bisa satu bulan bahkan lebih enggak komunikasi kalau enggak pernah kita selesaiin seperti ini. Andai kemaren-kemaren kamu jawab pesan atau telepon Abang. Kita bisa long week bareng di Kebumen,” keluh Arie.
“Iya maaf Ade salah,” jawab Vella.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1