
Jangan hiraukan omongan lingkungan, bila kita enggak merugikan mereka~Christofer Subagja~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Kita **FLASHBACK** ke Christo dan Wieke yok. Pasti ada yang penasaran kenapa ada cinta yang nyangkut antara Wieke dan Christo.
"Enggak bisa pokoknya nggak bisa." kata Wieke pada Christo.
"Kamu anggap aku anak kecil kan? Kamu anggap aku anak bau kencur kan? Kamu anggap aku anak bawang kan?" begitu Christo berkata meluap-luap walau pun tidak membentak atau kasar.
"Antara lain itu." jawab Wieke jujur.
"Banyak hal lain yang bikin aku nggak bisa nerima kamu," balas Wieke.
"Jabarin dulu baru aku mau nerima kalau kamu menolak aku," desak Christo.
"Banyak dan nggak bisa aku ungkapin," kata Wieke.
"Ya enggak bisa begitu semua harus bisa dijabarkan secara logis," jawab Christo yang memang gila logika.
"Kamu tuh repot deh," keluh Wieke.
"Repot dimana? Kalau dengan dewasanya kamu bisa bilang aku anak kecil, Oke aku terima karena umurku lebih muda dibawah kamu nggak sampai 3 tahun juga kan. Banyak kok yang sampai 6 tahun 10 tahun di bawahnya masih bisa hidup bersama. Apa karena kamu nggak mau move on dari Arnold?" desak Christo lagi.
Sekarang dia enggak manggil Wieke dengan kak lagi.
"Ini nggak ada urusan dengan Arnold dan stop sebut nama dia di depanku. Aku nggak ada hubungan apa pun dengan Arnold. Ngerti kamu?"
"Oke aku nggak akan sebut dia. Lalu kenapa enggak bisa terima cintaku?" Desak Christo lagi.
"Pokoknya nggak bisa. Enggak usah jauh-jauh ke persoalan lain," kata Wieke.
"Coba kamu tanya orang tuamu bisa terima aku enggak?"
"Orang tuaku pasti terima. Enggak pernah mereka melarangku bila itu hal yang aku cintai dan tidak merugikan siapa pun."
"Aku yakin dalam hal apa pun orang tuamu juga pasti kayak gitu."
__ADS_1
"Mereka pasti akan membiarkan apa pun yang kamu pilih karena kamu yang ngejalaninnya."
"Jadi clear kan?" Cetus Christo.
"Belum kita masih mikirin lingkungan," lontar Wieke.
"Kita nggak usah hiraukan orang lain."
"Enggak bisa, kita hidup dalam lingkungan. Enggak bisa lepas dari lingkungan," protes Wieke.
"Iya tapi mereka nggak usah kamu pikirin selama kamu enggak merugikan mereka," jawab Christo.
"Aku nggak ingin Yayasan amburadul bila kita ribut atau berpisah," kata Wieke mencari alasan lain untuk menghindar dari cinta Christo.
"Itu nggak akan pernah terjadi. Yayasan tetap akan solid. Kamu lihat papa Christ dan mama Sisca biar gimana pun mereka tetap profesional kok."
"Kecuali misal Pandu dengan Siena itu kan mereka belum, Oh sorry Pandu dengan Risye maksudku. Bukan dengan Siena. Sorry aku lupa."
"Misal Pandu dengan Risye itu kan mereka belum jadian dalam arti belum legal jadi bisa aja itu akan membawa dampak, maka oma nggak kasih Pandu jadi pengurus. Tapi kalau sudah jadian kayak Vella dikasih aja kok mereka jalan aja kok urusan rumah tangga mereka ribut yang nggak dibawa ke yayasan lah."
"Entahlah aku pokoknya bilang BELUM bisa bukan NGGAK bisa. Kamu belum bisa garis bawahi itu belum bisa, bukan tidak bisa. Kamu terlalu banyak pertimbangan yang sebenernya enggak perlu kamu pikir!" kata Christo, dia lalu meninggalkan Wieke sambil mengacak rambut gadis yang lebih tua darinya itu.
"Iiiih," kata Weike sebal.
\*\*\*
Besok paginya semua kumpul di bandara jam 08.00 pagi rombongan dari Jakarta memang berangkat bareng semua naik pesawat.
Semua tiket sudah disiapkan oleh mami Cilla termasuk Harllo, Asih, Dian dan Wieke, juga Adon.
Semua harus berangkat dan pulang bareng.
Mami Cilla sudah ambil homestay untuk mereka. Jadi mereka nggak akan tinggal di hotel tapi di homestay.
Kepergian mereka ke Jogja bukan hanya menghadiri selamatan rumah barunya Vella dan Arie tapi juga honeymoon papa Christ.
Mereka akan liburan bersama papa Christ jadi semuanya memang dibayarin oleh mami Cilla.
__ADS_1
Awalnya semua akan dicover oleh papa Christ sendiri pakai uang pribadinya bukan uang perusahaan.
Mengetahui niat itu mami Cilla langsung ambil alih dia setuju dengan liburan bersama orang-orang yayasan. Dia juga setuju dengan pulang pergi naik pesawat juga homestay tapi yang dia tidak setujui adalah penyandang dananya!
Mami Cilla bilang penyandang dananya akan di cover oleh perusahaannya aja. Jadi mereka semua sekarang liburan dengan biaya dari mami Cilla.
Di pesawat karena naik kelas ekonomi maka mereka semua akan duduk bertiga.
Tapi Christo yang beli tiket mengatur nomor kursi saat membeli. Sehingga mereka semua duduk berdua dengan pasangannya, lalu orang ketiga adalah penumpang lain yang tidak mereka kenal.
Oma duduk dengan mami Cilla.
Papa Chris duduk dengan mama Sisca.
Adon duduk dengan Dian.
Harllo, Asih dan Risye yang duduk bertiga satu team tak ada penumpang lain.
Dan Christo pastinya dengan Wieke!
"I love you," bisik Christo saat dia pura-pura menutup tirai jendela pesawat.
Wieke langsung membuka kembali karena sejak tadi memang dia memandang keluar agar tak bicara dengan makhluk menyebalkan disebelahnya.
\*\*\*
Di homestay semua gadis tidur satu kamar. Adon dan Harllo dan Christo satu kamar.
Besok sehabis acara selamatan rumah baru, Vella dan Arie akan ikut tidur di home stay. Helmi dan Siena akan gabung mulai malam ini.
**FLASHBACK OFF**
Ikuti keseruannya besok ya, sambil nunggu yanktie up cerita ini, mampir ke cerita yanktie berjudul CINTA KECILNYA MAZ

***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
__ADS_1