UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
SATU MINGGU SEBELUM PERNIKAHAN


__ADS_3

Banyak orang bilang menikah muda itu banyak yang gagal. Tapi aku tak takut. Semua tergantung orangnya!~Novella Moraletta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Tak lama menunggu, Endro melihat calon menantunya tiba dengan taksi. 



"Taksi suruh pulang aja, nanti Daddy antar kamu. Apa kamu mau langsung ke bandara?"



"Iya Dadd. Aku emang pulang pergi. Pesawat jam enam sore," sahut Arie sambil memberi salim pada calon mertuanya. Dia bayar ongkos taksi buat pulang pergi seperti pesanannya tadi. 



"*It's too much*," sang sopir mengembalikan uang Arie.



"Tak apa-apa Pak. Rejeki untuk Bapak," sahut Arie.



"Hallo Mom. Akhir tahun ini Abang mau nikahin Mora anak Mommy. Izinkan kami bahagia bersama ya Mom. Kali ini Ade nggak bisa datang kesini, dia lagi sibuk ujian semester." Seakan bicara dengan sosok Laras, Arie bicara panjang.



"Kita pulang bareng ya. Pesawat Daddy yang jam enam lewat sepuluh," Endro memberitahu kalau dia juga akan kembali ke Jakarta malam ini.



"Abang juga naik yang itu Dadd. Cuma tadi bilang jam enam aja." Rupanya mereka satu pesawat.



"Kita makan siang depan apartemen aja sekalian simpan mobil. Ke bandara nanti naik taksi," Endro melajukan mobilnya. Dan mereka langsung asyik ngobrol. 


\*\*\*



Hari ini 24 Desember sore. Vella tahu biasanya habis Magrib Wieke dan Merry akan ikut ibadah natal di gereja. Dan tengah malam mereka akan berdoa bersama dengan keluarga masing-masing di rumah.



Vella merangkai foto-foto kebersamaan mereka berenam dan membuat kartu ucapan natal bagi kedua sahabatnya itu. Baru selesai dia buat poster di aplikasi Canva ada telepon dari Daddynya. 

__ADS_1



"Ya Dadd, Assalamu'alaykum,"



"Wa'alaykum salam, bersiap ya. Kita makan malam dulu," Endro memberitahu dia akan menjemput putrinya untuk makan malam.



Endro telah sejak kemarin di Jogja. Dan sejak semalam pula sopir standby di hotel tempat Endro menginap. 


\*\*\*



Pagi sekali Endro menjemput putrinya. "Makan di lesehan ya Dadd," ajak Vella.



"Iya, tapi pengen makan bebek Girli itu lho. Udah buka belum ya pagi gini?"



"Dereng nek niki Den. Bika e jam sedoso," sahut si sopir yang mengatakan rumah makan yang Endro inginkan belum buka. Bukanya jam sepuluh. 



"Gas, colokan dan se.ua sudah kamu kontrol ulang?" Tanya Endro.




"Pakaian dan selop semua perlengkapan?"



"Itukan semua sudah dibawa sama juru riasnya, aku enggak urus itu," Vella memang tak usah bingung dengan itu semua karena sedang ujian.



"Ya wis. Ayo Bismillah," Endro memeluk bahu putrinya. 



Tadi Endro telah bertemu penjaga rumah kost dan mengatakan semalam sudah datang ke rumah pemilik kamar kost ini memberitahu tentang rencana pernikahan Vella. 



Endro tak ingin ada khabar tak baik kalau Vella datang membawa lelaki masuk kamar.


__ADS_1


"Golek lesehan gedi sing kiwo ndalan wae Pak!" Perintah Endro. Dia bilang cari rumah makan lesehan yang besar tapi yang berada disisi kiri jalan saja. Mungkin agar tak usah nyebrang kalau rumah makan ada di kanan jalan.



"Njih Den," sahut pak sopir dengan sopannya.



Vella meninggalkan kota Jogja terakhir kali dengan status single. Tahun depan dia akan kembali ke Jogja dengan status sebagai istri orang! 



Tak ada yang special dalam perjalanan kali ini. Vella yang kemarin-kemarin sibuk dengan materi mata kuliahnya baru mulai terasa lelah. Kondisi perut kenyang, dia pun tidur.



"Yah, Daddy baru mau cerita bertemu Arie di Singapore, kamu malah merem," keluh Endro.


\*\*\*



Arie mengabarkan dia telah tiba di Jogja. Tapi pesannya belum dibaca calon istrinya.



'*Pasti dia tidur. Tadi terakhir pesannya masuk saat aku mau take off sebelum aku matikan ponsel. Dia bilang sudah lewat Wates*,' pikir Arie.



Dua mobil untuk ukuran keluarga sudah siap menjemput sang Jenderal dengan keluarganya ke hotel. 



Nanti Wiedo dan Mahesa akan menemui kedua kakak Wiedo di rumah masing-masing. Sengaja dia tak menginap di rumah salah seorang dari kedua kakaknya agar tak saling iri. 


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1674852253789.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.


__ADS_2