
Jangan memancing di air keruh. Saat aku sedang kalang kabut karena banyak kompetitor ganteng, ada belatung yang mencoba mendekatiku. Tentu membuatku makin kesal~Ramadhona Taher~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Acara yayasan amal Merry dimulai tepat pukul 10.00. Season pertama jam 10.00 sampai jam 12.00 adalah obral, karena tak perlu pemandu lelang.
Nanti sehabis istirahat salat dan makan siang jam 13.00 akan dimulai lelangnya.
Adon bertugas mengawasi meja kassa 3 dengan pengoperasi mesin kassa yang diawasi Adon seorang perempuan cukup cantik. Yang bikin Wieke dan Riesye keqi perempuan itu senang sekali cari perhatian Adon!
Rupanya Christo lupa memesankan pada Chris kalau penjaga yang ditugaskan di acara lelang itu juga harus menggunakan celana atau rok hitam panjang.
Penjaga mesin kasir no 3 menggunakan rok super pendek berwarna orange yang dipadu manis dengan kaos coklat super ketat dengan belahan dada sangat rendah.
"Kamu nggak ingetin papa Chris kalau penjaga yang ditugaskan ke event ini harus berpakaian yang sopan walau kalau dari depan kasir nggak akan terlihat karena mejanya tertutup tapi kan dari sebelah-sebelah sangat jelas karena dia pakai rok super pendek, yang makin pendek saat dia duduk," omel Risye pda Christo.
"Sorry Kak aku pikir papa ingetin," sesal Christo. Lelaki kecil ini juga sangat tak suka melihat perempuan gatal seperti Lissa, demikian name tag perempuan itu.
"Mana Papa inget," kata Chris yang memang ada di sebelah Risye saat gadis itu komplain pada Christo.
"Pokoknya besok-besok lagi kalau ada acara suruh yang laki aja Pa, aku juga eneg ngelihatnya," kata Christo.
__ADS_1
"Enggak apa apa lah cuma dua jam, untuk selanjutnya Papa akan perbaiki," ujar Chris membujuk anak-anaknya. Chris benar-benar kapok dan tak akan mengulang lagi. Dia tahu jaring laba-laba "keluarga Merry" sangat kuat dan rapat. Dia tak ingin terlepas dari jaring kehangatan ini.
Ternyata jam 11.00 semua barang barang obral sudah habis tinggal pembayaran aja di kasir.
Pukul 11.30 kasir tutup karena sudah selesai semua pembayaran. Ppenanggung jawab kasir langsung mengunci mesin dan nanti dia yang mereka yang akan menyerahkan kepada bendahara Yayasan untuk mereka hitung semua pemasukan.
Vella berpelukan erat dengan Wieke dan Dian. Ada bulir air mata di sudut mata mereka. Mereka bangga kerja keras mereka mulai terlihat berjalan baik walau lelang belum dimulai.
"Kumpulkan jadi satu semua struk, kamu masukin di amplop plastik yang sudah disediakan." Adon memerintah petugas kassa 3 merapikan semua struk Panitia memang menyediakan amplop klip plastik transparan sesuai gan nomor mesin kassa.
" Nanti akan saya akan cocokan. Kalau nggak cocok kamu yang akan kena tuntut," kata Adon tegas.
"Enggak ada urusan dengan nomor saya. Urusan kamu dengan panitia. Dengan Pak Christo!" Adon tentu tak mau memberikan nomor ponselnya pada perempuan jadi-jadian seperti Lissa.
"Masa anak kecil gitu dipanggil Pak Christo sih?" Protes Lissa.
"Ini bukan main, ini kerja jadi sekecil apa pun dia tetap Bapak," kata Adon keqi.
Adon duduk di sebelah meja mesin. Lissa penjaga mesin kassa 3 sudah berdiri di sebelahnya. Entah bagaimana tiba-tiba perempuan itu terjatuh dan berada dalam pelukan Adon!
Saat itu pas Dian yang sudah dari kassa 1 dan kassa 2 berjalan ke kassa 3 untuk mengumpulkan amplop struk. Dian melihat Adon sedang berpelukan mesra dengan seorang perempuan yang dari belakang jelas terlihat pakaian dalam karena bagian belakang roknya jelas tertarik saat posisinya setengah berbaring di tubuh Adon yang duduk di kursi!
__ADS_1
Dian langsung buang muka dan pergi menjauh. Siena yang melihatnya langsung mendekati Adon dan perempuan itu.
Adon mengetahui Dian melihat posisinya yang bisa membuat siapa pun salah paham itu. Adon langsung mendorong Lissa sampai jatuh terjerembab di lantai.
"Sejak tadi saya sabar lho ya. Tapi kamu sudah kelewatan! Biar semua orang tahu saya mendorong kamu, tapi itu karena kamu yang terlalu kelewatan," Adon bersuara keras membuat banyak panitia dan pengunjung acara yang menoleh memperhatikan hal itu.
Adon meninggalkan meja kasir dan membawa kunci mesinnya serta amplop struk.
"Pecat perempuan itu dari toko handphone Papa saya nggak ingin lihat perempuan gatal seperti itu di mana pun saya sudah ji-jik melihat perempuan seperti itu. Perempuan seperti mereka yang membuat kak Merry dan kak Wieke terluka!" Christo yang melihat itu langsung bilang ke Papanya.
Semua yang berada didalam ruang itu mendengar kata-kata Christo yang kencang dan juga menggunakan mic karena saat itu Christo sedang mencoba mic untuk acara lelang.
Chris tak bisa berbuat apa pun karena sekarang dia juga tak ingin salah langkah lagi.
Tentu saja dua rekan yang sama-sama dari toko ponsel Chris ikut marah pada teman mereka yang memang kelakuannya sangat tidak baik. Mereka takut terseret buruk karena datang bersama Lissa.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.

__ADS_1