UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
BELI RUMAH


__ADS_3

Jangan pandang sebelah mata perempuan atau seorang anak kecil. Mereka bisa perlihatkan betapa berkuasa dan perkasanya mereka! Hari ini aku melihat kedua makhluk itu sangat perkasa~Christian Mohede~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Pak, di saluran tiga ada telepon dari bu Cilla dari PT BINTANG KEJORA, apa Bapak bisa menerima?" Tanya sekretaris Markus.



Markus kaget saat menerima telepon dari Cilla.



Markus sedang shock melihat pemberitaan di dunia maya berkaitan dengan beredarnya banyak foto dirinya dengan banyak perempuan dan disana ditulis jabatannya sebagai pemilik MM group.



Dia sedang hancur lebur. Ada apa lagi Cilla menghubunginya? Padahal selama ini yang dia tahu Cilla sulit dihubungi. Markus pun mengatakan pada sekretarisnya dia bersedia menerima panggilan itu.



"Selamat siang ada apa bu Cilla tumben menghubungi saya?" kata Markus.



"Saya cuma mau ngucapin selamat aja," jawab Cilla tanpa menjawab ucapan salam dari Marco.



"Selamat dalam hal apa Bu?" Tanya Marco bingung.



"Beberapa tahun lalu kamu menghancurkan rumah tangga Chris. Sekarang aku balas aku hancurkan rumah tanggamu dan anak-anakmu sekalian. Arnold sudah di DO dari kampus. Selamat ya karena harga sahammu menukik dan selamat juga istrimu sudah gila!"  Cilla menutup sambungan pembicaraannya dengan Marco.



Markus tak percaya Cilla yang dia anggap gadis kecil dan hanya pengganti Chris ternyata yang membalas dendam padanya!



Sementara di depan Cilla, Chris hanya bisa bengong. Dia melihat '*keperkasaan*' adik kecilnya.


\*\*\*



Arnold mendapat beberapa pesan dari nomor tak dikenal. 



'*Kamu mengkhianati Wieke aku hancurkan kamu*!'



'*Sekarang kamu sudah di DO. Satu langkah lagi kamu akan masuk jurang. Papamu pun hancur karena kelakuannya sama be-jadnya dengan kamu! Beruntung Wieke tidak berjodoh denganmu*.'



Arnold tak tahu apa yang terjadi dengan papanya. Dia segera membuka dunia maya. Arnold tak percaya melihat semua yang terpampang disana.



"Kenapa Ron?" Saat sedang *search* dunia maya masuk telepon dari Ronny adiknya.

__ADS_1



"Mama di bawa ke RS Sentra Medika. Mama mencoba bunuh diri melihat kelakuanmu dengan Cindy. Ditambah foto-foto papa. Kalian memang sampah! Berbahagialah kalian!"



Arnold tak percaya dunia bisa langsung berbalik seperti ini. Semua gara-gara ucapan Cindy. Bukan, bukan hanya karena ucapan Cindy, tapi karena kelakuan buruknya melupakan jalan Tuhan!


\*\*\*



Di sela kesibukannya Arie menyempatkan pulang ke Jogja. Dia akan bertransaksi membeli rumah. Walau nanti semua rumah atas nama Vella. Yang tanda tangan Vella tetap dia akan mendampingi istrinya.



"Yank bener yang ini?" tanya Arie sebelum mereka menandatangani surat pembelian rumah di notaris.



"Iya Bang. Ade udah mantep," Vella menepis keraguan Arie.



Mereka mengambil rumah di hoek yang berada di ujung jalan buntu. Sehingga bila ada mobil tamu, tak terganggu di jalan lingkungan.



Rumah hoek juga dipilih karena sisa tanahnya luas. Cukup untuk bangun satu rumah lagi.



Rumah yang Vella ambil bukan type kecil banget. Rumah dengan 3 kamar tidur dan 1 kamar pembantu tapi tetap minimalis dan tidak tingkat luas tanahnya sangat 400 meter.  Untuk keluarga muda seperti mereka cukuplah.




"Tergantung Abang. Mbok juga datangnya kapan kan kita nggak tahu. Harus tanya Daddy dulu kapan simbok siap," ujar Vella.



"Kalau mbok mah kemarin kalau Abang bawa juga siap. Cuma kalau diajak kemaren mau tidur di mana?"



"Ya udah nanti malam aku telepon daddy. Besok biar mbok datang bareng aku pulang," jawab Vella.



"Jadi Mbok masuk duluan gitu maksud kamu?" tanya Arie.



"Iya biar dia di rumah baru duluan beres-beres bersih-bersih dan atur-atur barang." Balas Vella.



Nanti sore Vella dan Arie akan berangkat ke Jakarta. Besok pagi lelang dan obral Yayasan Merry akan dilaksanakan.



Hari ini Arie dan Vella belanja furniture rumah mereka. Mereka pesan barang dikirim ke alamat sesuai permintaan mereka. Tentu Vella akan mengatur waktu agar ada dirumahnya saat barang datang.



Papa Chris sudah kembali tinggal bersama mama Sisca. Hanya masih pisah kamar. Mama Sisca tidak jadi mengajukan cerai. Tapi tetap belum bisa menerima papa Chris.


__ADS_1


Awalnya Arie mau ngajak naik kereta aja. Tapi Helmi bilang biar aja naik pesawat bayar sendiri-sendiri.



Maksudnya Helmi bayar dengan Siena. Tidak dibayari Arie.



Arie mengalah nanti kembali ke Jogja mereka hanya bertiga berempat dengan simbok. Karena Arie tidak mengantar kembali ke Jogja.



Sore nanti Vella dan Siena juga tidak saling jemput. Jadwal padat Vella membuat mereka hanya janjian bertemu di bandara saja.


 \*\*\*



"Kamu bawa apa Vell?" tanya Siena.



"Seperti biasa. Aku bawa sate uritan untuk adik-adikku. Kemarin aku sudah pesan di tukang sarapan lesehan kita, dan tadi pagi aku ambil. Terus kalau kardus-kardus itu kamu tahu lah isinya apa."



"Sengaja aku beli buat Oma Maria, buat mama Sisca, buat mami Cilla dan buat mertuaku. Selain  buat kita makan di rumah tentunya."



"Aku juga belikan buat uminya Helmi. Nanti bilang aja dari Kamu," Vella membelikan semua orang tua teman genknya. Orang tua Wieke, Dian, dan Risye tak ketinggalan.



"Ya ampun kamu tu. Aku jadi ngerepotin aja," Siena jadi tak enak karena dia sendiri tak ingat bawa sesuatu untuk orang tua Helmi.



"Enggak ngerepotin koq. Tadi sekalian kok."



"Makasih ya," jawab Siena.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul LOVE FOR AMOR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678181599575.jpg)



Dan judul lain adalah ENGAGED TO HIS SON


MARRIAGE TO HIS DADDY



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678181599770.jpg)

__ADS_1


__ADS_2