
Kalau dibilang faktor anak tunggal, enggak juga. Banyak anak tunggal yang enggak egois seperti itu. Kalau dibilang cinta mati, sepertinya itu lebih tepat untuk tingkat kecemburuan anak tunggal bossku ini. Dia super possessive pada Serena kekasihnya. ~Evvy~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Ini beda ama alun-alun yang kemarin kita datangi bersama kak Arie ya Vell?” tanya Siena melihat lingkungan yang berbeda.
“Ini alun-alun Utara Sien. Yang malam-malam kita datangi alun-alun Selatan. Jadi emang beda,” sahut Vella sambil membayar bolang baling dan cakwe yang dia beli.
Siena ingat kejadian seru malam Jumat kliwon di alun-alun Selatan saat itu.
FLASH BACK ON
Siena ingat malam itu. Pengalaman pertamanya keluar malam di kota Jogja. Dia benar-benar kagum dengan aneka sepeda hias berlampu di ALKID ( alun-alun kidul ). Malam itu Siena dan si kembar Frina dan Frani bermain mobilan satu putaran bertiga, sementara Arie dan Vella naik sepeda tandem berdua.
Saat itu Sien tentu berpikir andai Raffli ikut bermain dengannya. Siena rindu pada adik lelakinya itu.
“Ha ha ha, Kak Sien enggak berhasil,” demikian teriakan Frina dan Frani saat mereka mencoba ritual tutup mata untuk bisa menembus ke tengah ringin kembar. Saat itu suasana sangat ramai. Dan anehnya sangat banyak yang berkali-kali mencobat tak bisa berjalan sampai bisa melewati pagar dua beringin itu.
“Aku pernah bisa, tapi ya melipir di pinggirannya. Sekarang aku mau coba lagi dengan permintaan lain,” Vella pun minta ditutup matanya dan dia berjalan mencoba.
“Sama aja, ha ha ha … Mbak juga enggak bisa,” kedua gadis kembar itu mentertawakan Vella yang kali ini juga tak bisa.
Berbeda dengan Arie dan kedua adik kembarnya yang bisa lolos melewati kedua beringin itu.
__ADS_1
FLASH BACK OFF
Siapa yang pernah mampir ke alun-alun kidul dan mencoba ikut ritual ringin kembar itu?
“Kalau yang sini enggak ada ritual?” tanya Siena.
“Sini enggak ada ritual. Yang alun-alun lor kalau malam juga enggak ada sepeda lampunya Sien,” jawab Vella. Mereka lalu memutari Jogja waktu menjelang malam.
“Udah yok, kita Maghriban di rumah,” ajak Siena.
“Otre, kita cuzz balik ke rumah,” jawab Vella yang menganggap kamar kost nya adalah rumah.
Sebelum tidur Vella sengaja merendam sedikit beras dan separuh dadaa ayam di majic jarnya dalam posisi warm, besok tinggal dia pencet menuju cook sehingga bubur ayam siap lebih cepat.
***
“Gini ya mbak Viny. Tolong kerjakan sesuai pesanan saya Dan Serena, saya tak mau datang ke pernikahan yang anda persiapkan bila konsep diubah walau yang ubaah adalah mama saya atau miminya Serena,” dengan kesal Firza memutus pembicaraan orang WO yang mengkonfirmasi perubahan design yang dia usulkan.
‘Kalau tadi aku bilang enggak bayar, pasti mama bisa aja bayarkan. Jadi mama harus tahu aku enggak akan datang ke pernikahan aja kalau dia ubah konsepnya lagi,' batin Firza.
‘Yang mau nikah aku, koq mama sih yang super repot,’ masih kesal Firza keluar ruangan. Dia ingin melihat wajah tunangannya yang sedang sibuk bekerja.
Tapi Firza langsung panas. Darahnya mendidih melihat Serena sedang ngobrol ramah dengan seorang laki-laki muda disana. Firza langsung masuk kembali ke ruangannya dengan membanting pintu.
‘Hadddeeeeeeeeeh, ada monster tengil ngamuk,’ batin Serena.
__ADS_1
Lelaki yang datang adalah staff dari PT PIJAR BINTANG. Dia datang untuk menyerahkan berkas pada pak Faisal, tapi karena Evvy sedang keluar kantor sebentar, Evvy meminta staff itu menunggu di ruang Serena.
Saat Firza kabur ke German, Serena yang mendampingi Faisal bertemu dengan CEO PT Pijar Bintang. Sehingga Evvy beranggapan Daniel bisa tak bosan bila ngobrol dengan Serena saat menunggu dia tiba di kantor.
“Lama Ya Niel?” tanya Evvy tanpa merasa bersalah. Dia membawakan Serena pizza small size dan satu kotak salad.
“Enggak koq Bu. Lagian betah karena disediain kue sama bu Serena,” sahut Daniel. Lalu keduanya menanda tangani surat tanda terima berkas dan dilanjutkan kembali ngobrol hingga waktu makan siang.
“Makan dulu ya Niel. Mau keluar apa makan disini?” tanya Evvy.
“Makan sini aja Bu. Malas buang waktu bermacet ria,” balas Daniel.
“Kamu mau pesan apa?” tanya Evvy. Serena langsung memesan satu porsi mie ayam ekstra jamur dan dua porsi pangsit rebus ekstra jamur untuknya dan Firza.
“Aku panggil pak Firza dulu ya. Dia ngamuk karena lihat aku dan Danie duaan,” bisik Serena pada Evvy.
“Ha ha ha, bayi singamu itu emang cemburuan banget,” Evvy malah tertawa terbahak sehingga Daniel tahu ada masalah dengan anak bossnya bu Evvy.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama BIGGEST dengan judul novel NOT PERFECT WEDDING yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta