UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PERINGATAN UNTUK ATIKAH


__ADS_3

Kami sedang taraf belajar berumah tangga. Kami sedang "penjajag-an" menjadi pasangan bagi yang lain. Semoga kami berhasil~Vella & Arie~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bang, komen di media sosial rame loh, kita belum bales-balesin," kata Vella.



"Iya nanti habis belanja deh kita balesin."



"Sekarang kita bersiap belanja dulu. Selain keperluan dapur ada hal lain yang mau kamu beli enggak?" tanya Arie. 



"Aku sih merasa enggak punya kebutuhan lain," Vella bukan aji mumpung, tapi memang tak ada yang dia butuhkan selain beberapa stock dapur yang kosong. Paling dia akan belanja kebutuhan pribadinya yang rutin termasuk pembalut.



"Eh beli keperluan pribadi Abang. Jadi semua kebutuhan Abang selalu ada disini," jawab Vella.



"Wah istri Abang perhatian banget. Thanks ya Yank," Arie suka dengan perhatian istrinya.



"Kalau bukan aku yang perhatian, lalu siapa? Maunya orang lain gitu yang merhatiin Abang?" gerutu Vella.



"Ha ha ha, kalau ngambeg makin manis," Arie langsung memeluk istrinya dan mengecup bibir Vella lembut.



"Stop deh jangan kebablasan. Katanya mau belanja," Vella menyudahi kegiatan mereka yang mulai memanas.



"Ha ha ha, enggak bisa nyetop kalau udah kebablasan ya Yank," Arie pun terkekeh. 


\*\*\*



Arie melajukan motornya ke arah supermarket besar. Dia memarkir motornya.



"*Honey*, itu yang namanya Atikah," bisik Vella sambil membuka helmnya lalu menyerahkan pada Arie. 


__ADS_1


Arie melihat sosok gadis yang ingin dihajar Siena itu. Dia menggandeng Vella mendekati Atikah yang sudah akan meninggalkan area parkir. Bukan baru datang seperti mereka. 



"Hallo. Saya yang kamu bilang diselingkuhi oleh Vella," tegur Arie.



"Kamu tinggal pilih, mau dihajar Siena atau Vella. Jangan pikir kemarin Vella membalas dengan kata-kata lalu tendangannya tak seperti Siena."



"Satu kali lagi kamu bicara macam-macam tentang wanita saya, kamu akan berakhir di ruang rawat rumah sakit," desis Arie persis ditelinga Atikah! Kemudian Arie menggandeng mesra Vella meninggalkan area parkir. 



Atikah yang tak menyangka akan bertemu dengan Vella dan Arie tentu saja kaget. Dia tak percaya setelah cukup lama kejadian itu, masih ada buntut panjang lagi.



'*Bagaimana bila aku bertemu dengan Vella dan Siena dengan genksnya*?' pikir Atikah. Dia melihat di media sosialnya kalau genks nya Vella dan Siena sedang berkumpul di Jogja mengisi liburan.


\*\*\*



Arie dan Vella membeli sedikit buah dan sayuran. Mereka mengingat akan berangkat ke Jakarta jadi mengurangi isi bahan segar agar tak banyak makanan terbuang.



Arie membeli banyak kebutuhan pribadinya termasuk pakaian dalam. Dan Vella pun membeli pembalut tanpa malu. 




"Makan siang dulu baru pulang ya," ajak Arie. 



"Abang, aku ke depan sambil nunggu pesanan makanan datang ya," Vella minta izin Arie.



"Mau apa?" tanya Arie.



"Itu, beli empek-empek," sahut Vella.



Arie mengambil dompetnya dan menyerahkan pada Vella.



"Pakai uang disitu. Dan tadi Abang sudah kasih nafkah pertama. Maaf Abang telat karena lupa," tanpa mau dibantah Arie memberi perintah pada istrinya. 


__ADS_1


Vella membeli empek-empek mentah dua bungkus dengan jumlah berbeda. Dia mengambil uang cash dari dompet suaminya.



Di dompet itu terpajang foto saat mereka memegang buku nikah dan foto dirinya saat di lapangan pertama kali dia ikut Arie dan Harllo serta  Asih kerja lapangan.



"Koq beli dua bungkus?" Arie melihat apa yang istrinya bawa.



"Besok pagi sebelum ke posko, kita mampir antar buku Laras. Dia suka empek-empek dengan kuah enggak pedas," jawab Vella dengan senyum.



'*Selalu aja seperti itu. Penuh perhatian ada orang lain*,' batin Arie sambil tersenyum pada istrinya. Dia menerima dompet yang istrinya kembalikan.


\*\*\*



"Salat dulu sebelum habis waktu, lalu langsung salat Ashar ya," Arie langsung membersihkan diri dan bersiap salat Dzuhur.



Setelah salat Ashar, baru Vella membongkar belanjaan mereka. Vella sudah berniat mengosongkan isi kulkasnya sehingga dia memang tidak masak. Dia hanya mengeluarkan makanan matang yang ada untuk makan malam nanti.



Vella membuka kemasan pakai dalam suaminya. Dia rendam dalam larutan pengharum setelah dia kucek. Pakaian baru bila tak urgen memang tak baik langsung dipakai walau masih dalam kemasan. Jadi Vella sengaja merendam dulu. Tak ada rasa ji-jik atau malu karena isinya saja dia sudah rasakan kan? 



Vella masak nasi untuk makan malam nanti.



"Abang mau makan empek-empek sekarang enggak?" Vella menyalakan kompor hendak menggoreng empek-empek untuk dirinya.



"Abang terserah kamu. Ini mau balas komenan di media sosial dulu. Masa kita posting doang tapi nggak bales respon orang disana," jawab Arie. Arie pun mulai pegang ponselnya dan terlihat senyam senyum.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675664776327.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.


__ADS_2