
Perjalanan panjangku sejak posma akhirnya berakhir hari ini. Saat tali toga berpindah~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Wiedo sangat bahagia melihat putra sulungnya telah menjadi dokter.
Tuntas sudah satu kewajiban dia terhadap anak lelakinya itu.
Di podium Arie sedang menerima ijazah dokternya dari Rektor.
Wiedo dan Mahesa serta Vella dan Endro melihat moment itu dengan bangga.
"Alhamdulillah ya Bu," ucap Vella melihat suaminya menerima menerima penghargaan sebagai mahasiswa terbaik.
"Iya tugas Ibu untuk mendidik Arie sudah selesai. Bukan selesai sebagai orang tua, tapi dalam artian pendidikan formal."
"Nanti spesialisnya dia bilang dia akan ambil di UGM aja bareng kamu. Tapi entahlah." Ucap Wiedo.
"Mungkin Abang akan buka klinik dulu Bu. Kalau nggak salah kemarin Abang lagi nawar tanah," kata Vella pada ibu mertuanya.
"Di mana tanah yang akan dia beli?" tanya Mahesa. Kemarin waktu beli rumah kan dia terlambat belikan sehingga Arie sudah beli duluan. Sekarang Mahesa ingin membeli tanah itu tanah yang diinginkan Arie untuk membangun rumah sakit.
Akan dia bayarkan tanah itu sebagai hadiah kelulusan putranya itu.
"Ada sih datanya di aku ya Pak," ucap Vella pelan. Dia jadi takut. Salah pada suaminya, tapi tekanan mertuanya juga dia tak berani bantah.
__ADS_1
"Berikan pada Bapak dan jangan bilang Arie," ucap Mahesa.
"Aku takut salah Pak," ucap Vella jujur.
"Tidak Bapak enggak akan bilang dari kamu. Kamu berikan datanya ke Bapak langsung hapus chat kamu," Mahesa dengan tegas minta data itu.
"Baik Pak," jawab Vella. Dia tadi sudah salah omong ke ibu ternyata didengar oleh Bapak.
Arie turun ke kursi ara orang tua dan keluarganya duduk. Dia menghampiri ibu dan bapaknya.
"Terima kasih ya Bu sudah mendukung ku dan memberi doa terbaikmu," Arie mencium tangan ibunya lalu memeluk perempuan terkasih.
"Kamu yang terbaik buat Ibu," kata Wiedo. Lalu Arie menciumi Ibunya kembali memeluknya erat.
"Sesudah itu Arie mendatangi bapaknya. "Makasih ya Pak sudah menjadi pelindungku, engkau panutanku," Arie mencium bapaknya lagi.
"Teruslah jadi imam bagi keluargamu. Kamu juga harus melindungi adik-adikmu." Nasihat Mahesa.
"Iya Pak. Insya Allah," kata Arie kembali mencium tangan Mahesa dan memeluk lelaki itu. Sesudah itu baru Arie menghampiri istrinya.
"Selamat ya Imamku," kata Vella.
"Terima kasih ya Yank. Kamu menjadi support ku di last minute. Kamu menjadi support di dua langkah sebelum garis finish!" kata Arie pada istrinya.
"Selamat ya Bang," kata Endro kepada menantunya.
__ADS_1
"Makasih ya Dadd, sudah menjadi pelindung istriku sejak dia dalam kandungan sehingga aku bisa bertemu dengannya. Terima kasih karena Daddy selalu ada buat Vella," ucap Arie.
"Daddy titip dia untuk kamu jaga bukan untuk kamu sakiti," pesan Endro.
"Insya Allah aku akan selalu jaga dia dengan segenap hatiku Dadd," kata Arie.
Sesudah itu Arie mengajak Vella untuk bersalaman dengan Asih dan Harllo serta keluarganya juga dengan teman-teman lainnya.
"Kalian datang ke resepsiku lusa," pinta Arie pada beberapa temannya.
"Insya Allah kami datang," beberapa teman juga akhirnya berkenalan dengan Vella. Mereka juga akhirnya tahu bahwa Arie sudah menikah enam bulan lalu dari surat undangan yang Arie buat. Karena di situ Ditampilkan foto buku nikah mereka sudah terjadi 6 bulan yang lalu.
"Hebat ya kamu diem-diem nikah nggak bilang-bilang."
"Kita kan nikahnya sebagai syarat pada Tuhan dan negara," kata Arie.
"Jadi habis ini ke mana?"
"Ya ke Jogja lah nemenin bini kuliah," mereka semua tertawa.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.
__ADS_1
