
Lain lubuk lain belalang. Dan aku banyak melihat kekayaan alam dan budaya di Jogja sini~Wieke~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi ini mereka naik becak ke arah Malioboro.
"Kita mau ke tempat yang Helmi cerita kemarin ya?" tanya Merry.
"Apa sih enaknya di situ?" tanya Dian.
"Ya apa ya, makanannya murah dan enak. Tempatnya tuh, ya pokoknya nanti kamu lihat sendiri deh," kata Vela yang bingung menjabarkan deskripsi tempat makan yang akan mereka kunjungi.
"Aku kesitu baru dua kali," cerita Siena.
"Tapi ya suka aja!"
"Yang pasti di situ tempat pertama kali Siena dan Helmi kenalan dalam tanda petik," kata Vella
"Wow ada histori manis tho disana," goda Riesye.
"Iya bener, kan waktu itu kita udah baca di media sosial tempat itu waktu kak Arie ngatain Helmi," seru Merry.
"Oh iya iya bener," Wieke pun ingat soal percakapan di media sosial itu.
Mereka tiba di tempat makan lesehan di Malioboro yang biasa Arie dan Vella datangi.
"Ini seriusan tempatnya kayak gini?" Tanya Wieke tak percaya.
__ADS_1
"Iya benar," jawab Siena.
Wieke melihat ada hamparan tikar di trotoar jalan. Banyak orang duduk di sana tanpa merasa malu. Padahal mereka terlihat bukan orang tak punya.
Dan jangan harap akan dapat cepat antriannya kalau mereka tidak ambil sendiri.
Vella dan Siena yang sudah hafal tempat itu langsung atur strategi.
"Sien kamu ambil tempat aku ngambil sate uritan," bisik Vella.
"Oke siap," kata Siena.
"Ayo cepat duduk. Nanti kalian pesan apa aja gampang yang penting cari tempat duduk dulu. Di sini tempat duduk itu yang yang luas dan enak itu agak sulit. Kalau cuma berdua berdua gampang kita kan berenam.
"Oke," akhirnya mereka duduk santai. Vella memesan banyak menu yang kira-kira teman-temannya suka dan yang pastinya sate uritan dong.
"Wah menunya asik banget," seru Merry saat pesanan mereka diantar.
"Ini sudah semua menunya kayak gini?" Tanya Wieke.
"Masih banyak menu lain. Aku takut kalian enggak suka," balas Vella.
Mereka mulai mencicipi semua makanan yang terhidang. Tapi Wieke masih penasaran dengan semua menu yang tersedia.
Wieke mencoba melihat ke tempat display makanan yang tersedia. Wieke melihat beberapa menu yang belum dipesan oleh Vella, dia menambahkan itu lalu membawanya ke meja mereka.
"Masih penasaran menu lain?" tanya Risye.
__ADS_1
"Iya kayaknya ini enak," jawab Wieke.
Mereka menyerbu semua makanan yang telah mereka pesan.
Cukup lama mereka makan. Bukan hanya karena sambil ngobrol, tapi karena makanan yang dibeli sangat banyak.
"Oke sekarang coba Wieke yang giliran bayar. Bukan soal uangnya, tapi biar dia tahu berapa habisnya kita makan sebanyak ini berenam," suruh Vella.
"Oke siapa takut," kata Wieke. Dia pun menghampiri seorang simbah-simbah tua yang memang menjadi Kasir di lesehan itu.
Wieke membawa catatan karena takut lupa apa saja yang mereka makan.
Catatan di handphonenya tentu, bukan di kertas.
"Mbah Saya makan ini, ini dan ini, begitu seterusnya Wieke menyebutkan banyak menu yang mereka makan habis kan termasuk minuman kesimbah.
Dalam bahasa jawa simbah menjawab: total keseluruhan habis 270 ribu rupiah Den!
"Mbah nggak salah Mbah?" tanya Wieke memastikan. Makanan sebanyak itu lebih dari 10 porsi dengan menu yang suka-suka porsi yang sangat banyak hanya habis 270 ribu. Artinya masing-masing orang hanya 45 ribu rupiah saja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.