UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
SAWAHNYA BERPINDAH


__ADS_3

Aku tak mau kehilangan mereka, aku akan menjaga mereka dan tak mau ceroboh. Aku akan selalu menurut semua anjuran Abang~Novella Moralleta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Siena tentu saja dia ikut naik kereta tak mau naik pesawat hanya berdua Helmi.



Untuk edukasi Rafli dan Laras mereka sengaja naik kereta pagi agar kedua anak ini bisa melihat pemandangan saat perjalanan. Kalau naik kereta malam mereka tinggal tidur nggak ada edukasi untuk mereka. 



Pagi-pagi semua berkumpul di stasiun Gambir.



"Bang, Bapak mau bicara,"  kata Mahesa pada Arie.



"Iya Pak," jawab Arie.



"Bapak mau titip ini, hadiah buat kedua cucu.  Bapak tahu kalau orang tuanya tak mau dibantu oleh Bapak.  Maka ini dari *KAI* ( artinya kakek dalam bahasa Banjar, daerah asli Mahesa ), buat cucu-cucu Bapak."



"Simpan dan buka dirumah kamu. Jangan sampai hilang."



"Terima kasih Pak," kata Arie sambil menerima hadiah buat kedua anak-anaknya dari kakeknya.


\*\*\*



"Kakak jangan lupa Kak. Aku tetap mau belajar," kata Adon.



"Iya kamu juga jangan malas. Kamu sudah sangat ketinggalan karena senang berleha-leha. Kalah sama Christo." Nasihat Arie pada adik asuhnya itu.



"Iya Kak itu kebodohanku. Aku beruntung bisa masuk komunitas ini. Sehingga bisa berubah menjadi lebih baik." Adon memang merasa menyesal telah lalai dan keenakan menikmati semua fasilitas dari kedua orang tuanya.



"Masih banyak pemuda lain yang seperti itu. Mereka pikir uang orang tua ada buat apa berupaya, mereka hanya menghambur-hambur uang saja."



"Ya Kak, sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Aku beruntung sekali bisa masuk keluarga besar ini sehingga terbuka wawasanku," ungkap Adon.



"Yang penting kita mau berbagi kalau nggak bisa berbagi harta,  ya berbagi ilmu. Jangan lupa juga berbagi doa untuk sesama."



"Iya Kak, aku akan selalu ingat kata Adon lagi." Mereka pun berpelukan ala laki-laki.



"Kalau bisa datang ya," pinta Asih.



"Insya Allah harap kami bisa datang. Aku sih kalau sehat Insya Allah datang Kak. Waktu pernikahan Kak Serena aja aku datang kok lebih-lebih ini kan kak Asih dan kak Harllo yang menikah." Vella juga inginnya sehat .



"Iya mudah-mudahan sehat selalu ya," ungkap Asih. 


__ADS_1


"Iya Kak, terima kasih doanya," Vella juga berharap dia selalu sehat.


\*\*\*



"Wah Kak lihat deh sawahnya segitu banyak dan cepat ganti," Laras dan Rafli yang duduk berhadapan berteriak kagum. Yang Laras kira sawahnya yang ganti.



Kursi memang dibuat berhadapan sehingga bisa berkomunikasi. Kalau dibuat menghadap depan seperti normal ya bisa, tapi kan jadi tidak berkomunikasi. 



Arif dan Baskoro yang duduk bersama mereka senyum saja melihat kedua anak itu baru naik kereta untuk jarak cukup jauh.yang pasti selama ini mereka nggak pernah.



"Kamu enggak apa-apa Bun?" Ari bertanya berkali-kali.



"Enggak apa-apa. Aku nggak apa apa kok," Vella dan Arie sudah janjian akhirnya akan menjadi AYAH dan BUNDA bukan mommy dan daddy atau papa dan mama, mereka lebih senang dengan panggilan ayah dan bunda.



"Enggak apa apa kok Yah,  tenang aja," jawab Vella sambil terus makan. Mbok tertawa saja melihat majikannya yang tak punya keluhan. Mbok bersyukur karena kehamilan Vella tidak rewel, tidak muntah-muntah. Hari ini Arie membawa banyak salad. Simbok disuruh bawa salad dalam thinwall kecil pas sekali makan.  Sehingga semuanya bisa makan satu porsi.



"Bunda ini ada loh ada salad atau makanan lainnya tinggal ambil." Tawar Vella.



"Pokoknya di tas makanan ya Bun," tawar Vella lagi.



"Iya," kata Annisa.



"Siena ini loh," tawar Vella ada Siena.




"Kamu nggak usah nawarin ke sana sana, biar aku aja yang jalan-jalan di kereta,"  kata Arie.



"Iya Bang coba diedarin siapa mau makan dan ada banyak makanan lain di sini. Suruh pada ambil," ucap Vella. Sekarang sudah jam makan siang dan mereka bawa nasi box.



Arie hendak berdiri membagi tapi Helmi sadar diri. Dia ambil dan dia bagikan nasi box beserta air mineral botol kecil.



"Iya Yank, tapi kamu duduk diem ya," kata Arie.



"Iya  aku nggak jalan-jalan ngantar-nganterin. Nggak aku nggak mau nakal," kata Vella.  Dia tentu tak mau ambil resiko.


\*\*\*



"Laras sampai ketemu lagi ya," kata Arif pada cucunya. 



"Iya Mbah nanti aku kapan-kapan main lagi ke tempat Mbah." Jawab Laras.



Arif memang turun lebih dulu karena dari Jakarta ke Jogja memang Kutoarjo lebih dulu dilewati.



Arif  sudah ditunggu Yudwi. Sejak satu jam lalu Baskoro selalu memantau adiknya sudah siap atau belum menunggu ayah mereka.

__ADS_1



Vella berdiri hendak menyalami mbahnya.



"Diam situ aja, Mbah yang ke tempatmu," Arif  mendatangi Vella. Vella mencium tangan Arif.



"Jaga kesehatan ya," nasihat Arif.



"Iya Mbah pasti, pasti aku jaga kesehatan dan nggak akan ngelawan Abang. Aku pasti akan nurut," kata Vella.



"Jaga mereka baik-baik ya Ri," nasihat Arif pada Arie.


\*\*\*



Dari stasiun mereka semua berpencar dengan taksi masing-masing karena tidak ada yang jemput.



Helmi ikut dulu ke rumah Siena bersama Rafli dan Bunda.



Baskoro langsung berdua dengan Laras.



"Nanti kapan-kapan main ke rumah Mbak ya," pinta Vella pada adik kecilnya.



"Iya Mbak, nanti aku akan sering-sering nengokin adikku," jawab Laras polos.



"iya ya jangan nggak lo nanti Mbak nggak punya temen di rumah," Vella senang adiknya akan ke rumah.



"Iya aku pasti main deh nanti aku minta ayah buat anterin. Aku nanti nginep," janji Laras.



"Kamu nginep aja dari hari Jumat. Jumat nanti Abang jemput aja nggak usah tunggu Ayah antar. Hari Sabtu kamu libur kan?" Usul Arie.



"Libur."



"Ya udah nanti hari Jumat Abang jemput, nginap sampai hari Minggu siang. Mimggu sore kamu siap-siap buku dan baju sekolah."



"Kamu juga kalau mau nginep boleh. Abang tunggu," ucap Arie pada Rafli.



"Iya Bang. Kapan-kapan aku akan menginap," jawab Rafli. Mereka semua pun akhirnya berpisah.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1680250472847.jpg)


__ADS_2