UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
JANJI ENDRO DALAM HATI KECILNYA


__ADS_3

Ketika restu sudah didapat, maka tanggung jawab mesti dijalankan. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Semester depan Arie sudah tidak di BEM di tahun terakhir kuliahnya. Maka awal tahun ajaran dia belum ada kegiatan.


“Kalau enggak bisa enggak usah dipaksain ya?” pinta Vella sambil mengeratkan genggaman tangannya.


“Kalau enggak ada yang meleset sih Insya Allah bisa Yank. Doain semua lancar ya?” pinta Arie tulus.


“Tahun ajaran baru banyak mahasiswi cantik baru ya Bang,” Vella sebenarnya takut berpisah dari Arie.


“Tiap tahun juga banyak. Bukan hanya dari fakultas kedokteran. Dari semua fakultas juga banyak yang cantik. Belum dari jurusannya. Tapi hal itu kan enggak usah dibikin jadi hal yang menakutkan buatmu. Emang Abang enggak kepikiran ama seniormua yang lebih ganteng dan lebih segalanya dari Abang?” Arie tahu kemana arah pembicaraan kekasihnya itu.


“Belajar tenang De. Belajar sabar. Insya Allah kita bisa. Yang penting kita saling jujur dan terbuka. Inget kita harus selalu saling percaya dan enggak boleh putus komunikasi biar kita enggak salah paham seperti waktu malam pentas seni,” Arie mengikuti mobil Endro yang ternyata belok ke rumah makan steak sebelum ke stasiun Gambir.


“Jangan turun dulu, tunggu Abang bukain pintu,” Arie memberi peringatan pada Vella yang biasa langsung turun.


“Pakai ini kalau dingin ya?” Saat membukakan pintu Arie mengikatkan tangan hoodie ke leher Vella sehingga badan hoodie menutup punggung gadis itu. Warna hoodie yang kali ini diberikan Arie adalah biru donker.


“Makasih ya Abangnya Ade,” Vella mencium sekilas pipi kekasihnya sebelum mereka masuk menyusul para orang tua.


Saat makan malam, Endro melihat bagaimana telatennya Arie pada anak gadisnya. Arie memotong kecil steak milik Vella dahulu sebelum dia makan.


‘Aku harap kamu tidak salah langkah seperti mommymu Nak. Dan sebentar lagi Daddy janji akan mengenalkanmu dengan mommy,’ janji Endro dalam hatinya.


“Rie, Daddy minta nomor ponselmu. Daddy takut sewaktu-waktu butuh bantuanmu,” Endro mulai membasakan dirinya Daddy pada Arie.


“Sini nomor Abang, aku miscall in ke nomor Daddy,” Vella meminta ponsel Arie. Mereka baru selesai makan. Dan tinggal menghabiskan minuman mereka.


“Buka dulu kuncinya,” pinta Vella ketika diberi ponsel Arie.


“Tanggal, bulan dan tahun lahirmu,” jawab Arie. Mendengar itu tentu saja Vella takjub.


***


“Vellaaaaaaaaaaaaaaa,” pekik beberapa gadis ketika Vella baru turun dari mobil Arie. Rupanya keempat gadis itu membuat kejutan pada Vella.

__ADS_1


“Kalian jahat, kirain beneran enggak mau antar aku,” sungut Vella.


“Yang udah punya pengawal lupa ama Kakak nih?” ternyata ada Asih dan Harllo juga. Riesye tadi berangkat bareng mereka.


“Kak Asih,” Vella langsung memeluk Asih.


Arie dan Harllo membawa tas dan koper milik Vella. Mereka mengikuti para gadis yang riuh bercengkerama di depan mereka.


“Rie, kopernya gabung sini biar nanti potternya bisa hitung yang mana saja barang kita,” Endro memberitahu Arie.


“Iya Dadd,” sahut Arie. Karena tadi Endro sudah menyebut dirinya DADDY, tak mungkin kan Arie masih memanggilnya dengan sebutan OM.


“Kayaknya laju pesawat cepet banget nih. Udah panggil daddy aja,” bisik Asih tapi tetap keempat gadis itu mendengar semua.


“Bener banget, jangan-jangan bentar lagi nyebar undangan nih,” sahut Wieke.


“Iya, sembilan hari lagi kak Arie bakal nyebar undangan koq,” sahut Vella santai. Karena dia tahu yang memulai tadi adalah Endro duluan bukan Arie yang lancang.


“Ha ha ha, itu mah undangan pembukaan cafe,” balas Asih yang memang tahu jadwal itu.


“Huuuuuu, kirain seriusan,” balas Dian.


“Bisa aja kan kalau acaranya bukan di Jakarta. Tapi di Kutoarjo?” Risye cepat tanggap.


“Enggak lah. Biar Abang selesai kuliah dulu. Kalau Abang sudah selesai baru mikir itu.” jawab Vella sambil menyandarkan tubuhnya badan Arie yang memeluknya dari belakang.


“Iya ya Yank, habis Abang selesai wisuda kita mikir sebar undangan. Enggak perlu nunggu kamu selesai kuliah ya?” Arie membalas cepat.


“Iya, asal Abang janji bolehin Ade terus kuliah walau udah nikah,” mereka enggak sadar bahas hal itu didepan para sahabatnya.


“Ehem … ehem,” Asih menggoda keduanya.


“Eh …,” Vella menutup mulutnya ketika sadar semua temannya mendengar pembicaraan mereka.


“Abang sih,” dia mencubit lengan Arie yang melingkar di perutnya.


“Vell, ayo bersiap masuk,” Nungky memanggil putrinya. Vella berpelukan dengan semua temannya dan berjabat erat dengan Harllo. Sementara Arie sedang menyalami Prasojo, Nungky dan Endro.


“Papa tahu kalian baru kenal. Tapi Papa gariskan sejak saat ini, jangan hubungi putri Papa lagi bila kamu akan menyakitinya!” Prasojo mengancam Arie untuk tidak main-main dengan hubungannya dengan Vella.

__ADS_1


“Insya Allah saya serius Pa,” balas Arie. Dia memberi salim dan Prasojo memeluk bahu pemuda itu.


“Buat Daddy, Vella adalah napas Daddy. Sejak dia dalam kandungan, Daddy yang memperjuangkan dia. Seujung rambut saja kamu sakiti dia, kamu akan mati ditangan Daddy. Ingat itu baik-baik,” ancaman Endro lebih tajam dari ancaman Prasojo.


“Insya Allah saya tak akan pernah menyakiti Vella, Dadd,” balas Arie dengan yakin.


“Kamu mendekati seorang Princess dengan lima pilar yang menjaganya. Kamu ingat bukan hanya Papa dan Daddynya yang akan ngamuk. Ada mas Bagas dan mas Seto dan eyank kakungnya yang siap mencincangmu bila kamu membuat Vella terpuruk,” Nungky memberi tahu fakta siapa Vella buat keluarga besarnya.


“Insya Allah aku akan ingat itu semua Ma,” jawab Arie.


Terakhir, Arie mendekati Vella. Memeluknya erat.


“I love you Adenya Abang. Jaga kesehatan dan jangan lupa semua komitmen kita ya. Di awal kita jadian, kita harus pisah. Tapi Abang yakin kita bakal bisa ngadepin hal ini. Serius yang Abang bilang tadi, begitu Abang selesai wisuda, Abang akan langsung lamar kamu ya?” bisik Arie.


Vella hanya bisa mengangguk sambil terisak.


“Please jangan nangis. Kamu masuk ya?” Arie mengangkat wajah Vella, dia hapus air mata Vella dengan jemarinya. Tak peduli mama, papa dan daddy melihatnya, Arie mencium kening Vella sangat lama.


Dia kecup juga kedua pipi, mata, hidung dan terakhir dia kecup kedua bibir Vella. Semua teman melihat itu dengan haru.


“Abang juga jaga kesehatan. Cepet selesai-in kuliah dan co ***, biar cepet lamar Ade,” Vella mencium pipi Arie dengan air mata tetap mengurai tak bisa berhenti. Lalu dia mendekap lama tubuh kekasihnya.


“Udah ya sayank. Nanti ketinggalan kereta lho,” bujuk Arie.


“Kak Harllo, jagain Abangku ya. Ingetin buat makan,” Vella melepas pelukannya dan berpesan pada Harllo.


“Siyap nyonya,” goda Harllo. Dia tak menyangka pasangan yang baru jadian ini sebegitu dalam cintanya. Dan kedua orang tua juga langsung menyetujui.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED  STORY  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2