UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
BERKUNJUNG KE RUMAH MBAH KAKUNG


__ADS_3

Aku sedih mengetahui mommyku hidup dengan orang tua utuh tapi tak merasakan kasih sayang. Orang tuanya tak pernah touch pada anak-anaknya. Mereka berpikir dengan memberi makan dan jajan yang cukup, anak sudah bahagia. ~Novella Moraletta~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Vella dan Baskoro telah kembali ke Jogja. Mereka sudah tahu yang sebenarnya apa dan bagaimana hubungan antara mereka. Dan sesuai perjanjian mereka tak akan membuka rahasia itu untuk umum. Cukup hanya mereka saja yang mengerti.


‘Share lock Yah. Nanti sore aku datang ke rumah Ayah,’ Vella mengirim pesan pada Baskoro pagi saat dia sedang masak untuk sarapan dan bekal hari ini.


Tak lama Vella mendapat jawaban dari Baskoro. Dia tak ingin berangkat bareng Baskoro, nanti merepotkan harus diantar pulang. Lebih baik dia berangkat dan pulang sendiri. Lebih nyaman tak merepotkan siapa pun.


Kehidupan Vella semakin tenang. Dia semakin biasa melakukan semua hal sendiri. Besok pagi dia akan ke Kutoarjo berkunjung ke rumah mbah kakung -ayahnya Baskoro-. tak ada persiapan khusus yang Vella lakukan. Dia juga tak perlu bawa baju ganti karena di rumah papanya dia masih punya banyak baju.


“Mbak Vella,” teriak Laras yang pagi ini menjemput Vella di kost. Mereka akan berangkat ke Kutoarjo. Niatnya Baskoro ingin sarapan bersama dua putrinya.

__ADS_1


“Sini masuk sayang,” Vella sedang memperhatikan apakah dia sudah mematikan semua lampu, mencabut semua kabel dan mematikan gas saat akan meninggalkan kamar kost.


“Mbak bobo disini sendirian?” tanya Laras dengan polosnya.


“Di kamar ini iya Mbak bobok sendirian. Tapi di rumah ini banyak temannya. Jadi enggak sendirian juga koq,” balas Vella.


“Ayok. Kita berangkat ke rumah simbah,” ajak Vella pada adiknya.


“Laras duduk depan saja, Mbak biar dibelakang,” Vella menyuruh adiknya duduk di depan.


“Enggak boleh gitu. Mbak yang lebih tua, jadi Mbak yang didepan dengan Ayah,” sahut adiknya dengan manis.


Sehabis sarapan di jalan menuju luar kota maka akhirnya percakapan hanya tinggal Vella dan Ibas saja. Laras tertidur di belakang memeluk boneka teddy bear yang baru dia dapat dari Vella saat mereka berkenalan hari pertama.


“Begitu itu adikmu. Ayah selalu sendirian di perjalanan. Baik dia kenyang atau lapar, kalau di mobil dia pasti tidur,” jelas Ibas.


“Ha ha ha, temanku di SMA juga ada yang seperti itu. Kita heboh ngerumpi, dia molor aja enggak keganggu suara ribut dari seisi mobil,” jelas Vella. Vella teringat Siena yang sekarang sudah berada di luar pulau Jawa. Jauh di Timur Indonesia.

__ADS_1


“Yah, ceritakan tentang mommy,” pinta Vella. Lalu Ibas bercerita apa kesukaan Andika, apa yang dia benci. Juga cerita bagaimana Dika sangat ingin disapa oleh orang tuanya seperti yang Baskoro rasakan dengan ayah dan adik-adiknya walau tak ada ibu di keluarga Gunawan.


Vella merasakan sedih mengingat bagaimana mommynya hidup tanpa kasih sayang orang tua, karena menurut Endro juga Laras sering tersentuh bila Kamila dan Yoyok memperlihatkan atensi dan sayang untuk Laras.


Laras sering menangis walau hanya karena persoalan sepele. Misal karena ditelepon oleh Kamila ditanyakan khabar dan kondisinya. Apalagi bila Yoyok datang dan memeluknya hangat. Mendekap seperti mendekap putrinya sendiri.


Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya agak pendek dan hanya satu bab untuk hari ini ya


Bab akan kembali panjang di update 1 Januari 2023


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2