
Aku harus mulai hati-hati merangkai kata. Aku tak ingin istriku salah tangkap. Hormon kehamilan membuat emosinya tidak stabil. Aku tak ingin dia sedih~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Saat itu anggota genks yang ada di hotel hanya Siena karena dia menginap dengan bunda dan Rafli dari Jogja. Anggota yang lainnya kan orang Jakarta jadi nggak nginep di hotel. Helmi pun nggak nginep di hotel dia nginap di rumahnya sendiri.
Akhirnya hari itu semua check out Vella kembali ke rumah Arie bukan ke rumah dirinya. Nanti malam baru dia atau besok pagi baru ke rumah Endro. Dan dia berpisah dengan keluarganya sementara nanti hari kelima Vella kembali ke Jogja bersama Arie dan Siena dan keluarganya beserta Ibas, Arif dan Laras.
Planning mereka untuk pergi piknik ke Bali liburan ini akhirnya kepending. bukan karena kehamilan Vella tapi karena Risye bilang tidak bisa ikut karena kakaknya akan menikah. Asih, Harllo dan Risye tak bisa berangkat maka yang lain pun tak akan berangkat.
Semua setuju menunda karena sekarang ditambah dengan kehamilannya Vella maka piknik memang ditunda sementara dan lagi mereka kemarin sudah piknik di Jogja waktu menghadiri selametan rumah Arie dan Vella.
Akhirnya semua hari itu pulang.
"Enggak apa apa ya di rumahku dulu Bunda. Sama eyang sama ayah juga kok," Vella meminta maaf pada Annisa karena sebagai tuan rumah dia malah tidak ada di rumah padahal ada orang menginap.
"Iya nggak apa-apa," jawab Annisa tenang.
"Aku soalnya masih ke rumah kak Arie. Besok baru aku pulang setelah dari cek rumah sakit." Lanjut Vella.
"Iya nggak apa-apa," Annisa mengerti kondisi Vella yang harus menginap di rumah mertuanya.
"Kamu jaga kesehatan ya," nasihat Annisa pada Vella seakan pada putrinya sendiri.
"Iya Bun. Terima kasih," kata Vella.
"Aku titip Laras ya Bun."
"Adek sama Daddy dulu ya," Vella tak enak adiknya tidur di rumahnya tapi dia tak ada.
"Iya Mbak." Sahut Laras.
"Besok pergi jalan-jalan sama kakak-kakak. Tadi Mbak udah bilang kakak-kakak ajak kalian jalan-jalan." Vella memang meminta anggota genks mengawal Laras, Rafli serta Frina dan Frani.
"Iya asik. Pokoknya nanti kan aku punya adik bayi. Aku nggak akan nakal."
"Makanya kamu jalan-jalannya sama kakak-kakak, besok semua akan jemput kamu di rumah."
"Ayo kamu sama Daddy aja," Endro menggandeng Laras anaknya Baskoro.
"Abang tas kita udah?"
__ADS_1
"Pakaian pengantinnya semua tadi malam langsung diambil sama periasnya Yank," Arie menjelaskan soal pakaian adat.
"Iya takut ada yang lupa." Vella tak ingin merugikan pihak lain karena kecedobohannya.
"Enggak udah semuanya diambil." Sahut Arie.
Mereka pun bersiap pulang dengan mobil Arie yang besok akan diantar ke Jogja oleh anak buah Mahesa.
"Mau beli sesuatu?" tanya Arie sebelum mereka meninggalkan parkiran hotel.
"Di rumah pasti udah banyak buah kan?"
"Buah banyak tapi enggak tahu kamu mau apa," Arie tahu Vella pasti akan butuh yang segar-segar.
"Cafe Abang tutup ya?" Tanya Vella.
"Tutup. Eh, kalau hari ini buka. Liburnya hanya kemarin saat kita resepsi," jelas Arie.
"Aku pengen nasi bakar ikan pedas boleh?" Tanya Vella penuh harap.
"Nanti kita mampir ya," Arie menjanjikan akan memenuhi permintaan istrinya.
"Oke Abang pesankan. Mau tambah apa lagi?"
"Nasi bakar ikan sama ayam bakar. Tapi aku juga kepengen burger yang Abang bawain waktu kita makan pertama kali di cafe lalu ngelilingin Depok itu lho. French fries dan burger."
"Lagi ada yang nostalgia nih?" Tanpa menunda Arie minta semua itu disiapkan agar begitu dia tiba pesanan telah siap."
'*Vella ini baru selesai makan, udah kelaparan lagi. Kayaknya orang hamil nggak gini-gini amat deh*,' pikir Arie.
"Di rumah ada buah apa aja?" kata Arie pada seorang pembantu yang dihubungi di nomor rumahnya.
Sang pembantu menyebutkan buah yang ada di kulkas.
"Adanya itu Yank," Arie memamng tadi sengaja meload speaker agar Vella dwngar buah apa yang ada di rumah.
"Aku mau juice strawberry tapi Abang yang bikin jusnya."
"Iya Abang yang bikin jusnya. Nanti Abang minta bibik siapkan buah freshnya,"
__ADS_1
Anggota genks dan orang Yayasan belum ada yang tahu tentang kehamilan Vella kecuali Siena serta orang yang hadir di hotel. Tapi mereka semua sudah dilarang oleh Vella untuk menyebarkan kehamilannya karena dia akan memberitahu setelah cek kehamilan besok sekalian memperlihatkan hasil USG.
Tentu saja Siena tidak akan membocorkan hal itu.
Itu adalah amanat Siena tidak mau mulutnya ember.
\*\*\*
"Kita mau turun enggak?" tanya Arie saat mereka tiba di cafe.
"Enggak. Abang aja ambil ," Vella menolak turun.
"Ya udah kamu tunggu sebentar. Beneran mau tunggu sini?"
"Iya nggak apa-apa."
Tak mau meninggalkan Vella sendiri di mobil Arie memanggil bagian dapur untuk mengantar pesanannya ke mobil.
"Terima kasih ya," kata Arie.
"Iya Pak," jawab anak buahnya.
"Saya langsung ya. Istri saya capek," Arie langsung pamit.
"Baik Pak." Kepala koki mengerti Vella terlalu lelah.
Vella langsung makan kentang gorengnya.
"Kamu kelaparan ya?" Tanya Arie.
"Iya kepengen. Enggak boleh ya?" Tanya Vella sedih.
"Boleh sayank, boleh banget. Abang merasa bersalah kalau kamu kelaparan." Arie tak mau istrinya sedih karena salah sangka.
"Pengen makan terus akunya," keluh Vella.
"Ya udah dimakan semuanya ya," Arie mengusap puncak kepala Vella dengan tangan kirinya. Lalu dia melanjutkan menuju rumah. Sepanjang jalan menuju rumah, burger dan kentang goreng habis dilalap oleh Vella. Yang tersisa hanya nasi bakar dan ayam bakar.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
