UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PENGAKUAN JUJUR IBAS PADA ARIF


__ADS_3

Akhirnya semua bisa aku ungkapkan secara jujur pada ayahku. Aku sangat menghormatinya. Dia setia pada almarhumah ibuku dan membimbing tiga anaknya tanpa bantuan siapa pun. ~Baskoro Gunawan~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Yah, Mamas mau bicara,” setelah basa basi Ibas akhirnya minta waktu bicara pada Arif Gunawan ayahandanya tercinta. Dia tak mau lagi sisa hidupnya makin terpuruk karena menyimpan rahasia ini sangat lama. Cukup delapan belas tahun dia simpan rapat bangkai ini.


“Ada apa? Kamu baik-baik saja?” tanya Arif yang sejak dulu memang selalu arif ( bijaksana ) sesuai namanya.


“Sebelumnya Mamas minta Ayah dengar cerita Mamas sampai selesai jangan diputus agar tak ada yang terlupa. Dan Mamas juga minta maaf bila apa yang akan Mamas ceritakan ini akan melukai Ayah,” Ibas tak akan mundur lagi. Dia tak mau lagi menderita menyimpan sesak didada ini.


“Ceritakanlah. Apa pun itu, Ayah akan menerimanya,” Arif berpikir kalau Ibas mempunyai istri lagi dan sudah ada anak dari istri keduanya. Apa pun itu akan dia terima dengan lapang da-da. Itu adalah hasil didikkannya. Yang memutuskan tak mau mencari ibu sambung bagi ketiga putranya saat Sumiyati meninggal ketika anak-anak masih butuh dekap hangat dan bimbingan seorang ibu.


“Ayah ingat saat Mamas mau ujian, Mamas sakit tak ketahuan apa penyebabnya?” pancing Ibas.


“Iya, kamu satu minggu terkapar dan memaksa pulang karena mau ujian. Sampai dua bulan lebih kamu sakit seperti itu lalu hilang dengan sendirinya tanpa minum obat lagi,” jawab Arif. Dia ingat kejadian delapan belas lalu.


“Saat itu pacar Mamas hamil. Mamas baru tahu saat kuliah kalau apa yang Mamas alami itu disebut Couvade syndrome atau kehamilan simpatik. Saat tahu dia hamil Mamas panik.


“Mamas sadar itu salah. Dan Mamas tak mau memberi contoh buruk untuk Yudwi dan Yudhi. Maka Mamas beri dia uang untuk menggugurkannya.”


“Saat Mamas sadar, Mamas mencarinya dan ingin bertanggung jawab. Tapi dia sudah menghilang karena telah diusir oleh kedua orang tuanya. Sejak itu Mamas tak bisa lagi menemuinya dan setelah ujian dia menghilang hingga saat ini,” Ibas menarik napas dengan berat.


Arif terpana mendengar pengakuan putra sulung kebanggaannya. Putra yang tak pernah neko-neko dan memang menjadi contoh kedua adiknya untuk selalu bersikap baik dan manut seperti dirinya.


“Lalu Yudwi menikah, disusul Yudhi. Ayah mendesak Mamas untuk menikah. Padahal hati Mamas hanya mencintai Dika. Tak pernah ada wanita lain yang bisa menggeser dia dari hati Mamas. Demi bakti pada Ayah, saat Titie melamar Mamas, Mamas pun menerima dia. Bukan Mamas yang ingin menikah dengannya. Dia ngejar Mamas sudah empat tahun,” jelas Ibas.

__ADS_1


“Lalu kami menikah tanpa cinta dari Mamas. Hanya untuk membuat Ayah tidak malu karena Mamas jadi bujangan enggak nikah. Tapi ternyata Ayah minta anak. Setelah menikah dua bulan Mamas menggauli Titie pertama kali dan terakhir agar dia hamil. Jadi kalau dia belum hamil Mas akan coba lagi,” Ibas tanpa malu memberitahu semuanya.


“Mamas bersyukur, satu kali tembak, bulan berikutnya Titie hamil sehingga Mamas tak perlu mengulanginya lagi.”


“Tapi di kampus Mas enggak punya harga diri dan nama Mas hancur. Karena Titie hobby melabrak semua mahasiswi yang berdekatan dengan Mamas bila mereka butuh bimbingan akademis atau bimbingan skripsi. Ayah bisa cek bagaimana hancurnya nama Mas di kampus karena perbuatannya. Selama ini Mas bertahan hanya karena menghormati Ayah,” Ibas meminum teh yang sudah mulai hangat.


‘Ayah tak menyangka kamu menyimpan duka teramat dalam menikah dengan Titie hanya karena rasa baktimu padaku Nak,’ Arif terluka mendengar kisah kelam hidup anaknya selama ini.


“Delapan tahun Mamas rela tidur di sofa ruang buku. Mas rela asal tidak tidur dengan orang yang telah merusak nama baik Mas,” jelas Ibas.


“Saat penerimaan mahasiswa baru kemaren, ada gadis manis asal kota kita, Kutoarjo yang mengganggu konsentrasi Mas. Dia 90% mirip dengan mantan pacar Mamas yang hilang delapan belas tahun lalu. Usia anak itu saat ini tujuh belas tahun lebih sedikit. Mamas curiga dia anak pacar Mas dulu.”


“Dika tak menggugurkan anak kami. Karena itu Mas selalu memandangi gadis itu. Mas sangat ingin tahu latar belakangnya,” desah Ibas. Dia menutup wajahnya karena terluka.


“Dan kemarin lagi-lagi Titie berulah. Dia melabrak gadis itu di kantin. Dia mengatakan gadis itu pela-cur dan lebih baik jual diri pada om-om dari pada mengejar Mamas yang hanya dosen miskin. Ayah bisa bayangkan bila gadis itu anak kandungku? Anakku dikatain pela-cur?”


“Endro selalu melindungi Dika sejak pacar Mamas itu kelas satu SMA. Jadi Mamas makin yakin kalau Vella anak Dika tapi diaku anak oleh Endro,” Arif tercekat mendengar penuturan anak sulungnya.


‘Kalau dia benar anak Mamas, artinya dia juga cucuku. Aku pun tak rela cucuku dikatain pela-cur oleh Titie,’ batin Arif.


“Mamas sudah enggak kuat bertahan Yah. Mohon maaf. Sekali lagi Mamas mohon maaf. Didepan empat orang dosen yang mengetahui kalau Endro melabrak Titie, Mamas telah menjatuhkan talak tiga pada Titie. Mamas tak sanggup hidup selalui dicemburui tanpa alasan pasti. Tiap semester selalu saja ada mahasiswi yang Titie labrak,” usai sudah cerita duka Ibas.


“Mengapa langsung talak tiga? Apa tak ada rasa welasmu padanya?” tanya Arif dengan lembut.


“Dia sudah cukup lama menginjak-nginjak kepala Mamas tanpa Mamas pernah membalas Yah. Selama ini Mamas diam karena dia hanya melukai harga diri Mamas. Tapi saat dia menikam anak kandung Mamas. Mamas enggak rela.”


“Vella sampai pingsan dan shock karena dituduh pela-cur. Padahal kami tak pernah mengobrol. Dia baru saja mau menjawab sapaan Mamas setelah sebelumnya selalu ketakutan karena Mas selalu memandanginya,” Ibas memberitahu alasannya melakukan hal itu.

__ADS_1


“Masalah Laras, Mas enggak akan lepas tangan dalam memberi nafkah bila anak itu dibawa Titie. Tapi dipengadilan Mas akan perjuangkan hak asuh,” bulat sudah tekad Ibas tentang hak asuh. Karena dia merasa Titie bukan ibu yang baik.


“Sekarang dimana gadis itu?” tanya Arif menanyakan Vella.


“Tadi Mamas cari dia di kampus enggak ada. Teman-temannya bilang kemarin tiga jam baru dia sadar, saat tunangan dan daddynya datang dari Jakarta. Mungkin sekarang dia dirawat di rumah sakit. Besok baru Mamas akan mencarinya lagi,” sahut Baskoro.


“Ayah mau bilang apa kalau memang telah jatuh talak tiga? Tak akan pernah bisa diperbaiki kan? Jadi Ayah ikut alur saja. Nanti Ayah akan hadapi bila mertuamu marah-marah,” sahut Arif.


“Mamas mohon maaf ya Yah. Mamas membuat Ayah malu dengan perceraian ini,” Baskoro meminta maaf pada ayahnya. Dan Arif merasa cukup sudah penderitaan Ibas selama ini. Jadi dia pun hanya mendukung apa yang telah Ibas putuskan.


Setelah berbasa basi selesai menceritakan semua permasalahannya, Ibas kembali ke Jogja. Dia takut bila Laras ditinggal oleh Titie dan gadis itu sendirian hanya dengan pengasuh. Kalau Laras dibawa Titie, dia akan memperjuangkan hak asuh putri kecilnya di pengadilan cerai nanti.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL   UNCOMPLETED STORY  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL   UNCOMPLETED STORY  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2