UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
TUNDA KEPULANGAN


__ADS_3

Banyak salah paham terjadi karena kita menduga pandangan orang lain. Aku akan coba mengurai agar kesalah pahaman  bisa selesai~Helmi Muchlis Tanjung~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Abang, kalau kita besok baru ketemu pas makan siang kan membahas hasil hari ini."



"Terus nggak mungkin kan kayak gitu itung-itungannya sebentar. Pulangnya nanti jam berapa?"



"Kan jadwal penerbangan kalau menurut tiket kan jam 04.00 sore. Berarti jam 02.00 aku harus udah berangkat ke bandara kita ngumpul aja jam 12.00 jam 01.00 baru mulai," kata Vella.



"Kamu mau pulang duluan? Kamu nggak usah datang meeting. Abang aja yang datang kan bisa."



"Aku maunya tuntas. Jelas semuanya jangan lewat zoom. Aku udah sampai sini ya kan  masa aku enggak tuntasin semuanya," tolak Vella.



"Kalau aku undur  pulangnya jadi hari Senin pagi gimana?" tanya Vella.



"Kalau hari Senin pagi berangkat sendiri bisa nggak? Maksudnya Abang nggak nganter karena Abang ada ujian." Arie  mengizinkan istrinya mengundur kepulangan. Hanya dia tak bisa menemani ke bandara.



"Enggak apa apa aku sama driver," kata Vella.



"Kalau mau silakan, Abang senang aja malah nambah satu malam ngelonin kamu."


__ADS_1


"Abang ih. Ada anak kecil dibelakang!" Mereka memang satu mobil dengan Siena dan Helmi.



"Ha ha ha, kami anak kecil tapi bisa bikin anak kecil. Hanya belum legal aja,"  Helmi tak mau dibilang anak kecil oleh Vella.



"Eh tapi Siena gimana Sien kalau pulang hari Senin pagi?" Tanya Vella.



"Aku bisa kok pulang hari Senin pagi." Siena memang lebih banyak kuliah siang hingga sore.



"Helmi bagaimana? Tanya Arie.



"Aku bareng Vella. Bisa. Enggak apa apa aku kok. Hari  Senin kita sama ya  Vell,"  kata Helmi.




"Ya udah kalau gitu berarti Malam ini aku ubah ya tiketnya," kata Arie.



"Iya Bang nggak apa apa," jawab Vella.



"Eh tadi melihat nggak waktu Adon habis ngebuang Lissa?" Tanya Arie.



"Kenapa Kak?" tanya Helmi penasaran.



"Sehabis dia ndorong Lissa itu kan terus dia kayak ngerasa gimana gitu,  mungkin ya Kakak juga nggak tahu pastinya,  Kakak lihat Adon langsung nyamperin Dian seakan ingin ngejelasin kalau dia enggak ada apa-apa sama Lissa. Kayaknya mereka ada sesuatu cuma sama-sama nggak berani ngomong," kata Arie.


__ADS_1


"Adonnya mah udah berkali-kali ngomong Abang," kata Vella.



"Cuma Diannya aja yang merasa nggak sreg menerima Adon karena semua orang tahu dia bekasnya Merry jadi Dian nya nggak mau."



"Oh gitu," kata Arie.



"Abang malah baru tahu,"  Arie menepikan mobilnya menunggu satpam membuka pintu gerbang.



"Kalau gitu besok aku bantu," kata Helmi.



"Kanda mau ngomong apa?" Tanya Siena.



"Kanda mau bilang sesuatu. Kamu enggak usah cemburu lah pokoknya aku besok sebentar aja bicara ke Dian."



"Iyaaa, Dinda oka aja. Yang penting semua senang," jawab Siena.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678711377851.jpg)

__ADS_1


__ADS_2