
Abang bilang segala sesuatu itu harus dipikirkan untuk meminimalisir terjadi keributan. Dia memang dewasa. Semoga kami benar berjodoh. ~Novella Moraletta~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Ternyata pacar pura-puramu malah lebih mantab ya hubungannya. Mereka sudah punya planning menikah dan kedua belah pihak orang tua sudah sama-sama tahu,” bisik Firza menggoda Serena.
“Ya pastinya lah mereka punya planning untuk langkah kedepannya. Karena mereka real pacaran. Enggak pura-pura kayak kita,” balas Serena.
“Yang ngerasa kita itu pura-pura kan hanya kamu Yank. Abang mah serius ke kamu,” jawab Firza. Serena tak menangkap nada canda atau bohong di kalimat yang baru saja Firza lontarkan.
“Enggak usah bercanda. Orang pacaran itu karena cinta. Dan pasti ada pernyataan cinta. Enggak kayak kita. Udah ah, aku mau pesan makan,” Serena meminta daftar menu pada petugas yang berdiri di pinggir ruangan.
‘Jadi dia menunggu pernyataan cintaku baru menganggapku serius? Apa dia enggak merasakan cinta yang aku berikan?’ Firza malah bengong memikirkan pernyataan cinta yang Serena katakan bagi sepasang orang yang pacaran.
“Abaaaaaaaang. Ih malah ngelamun. Dari tadi ditanya mau pesan apa?” Serena kesal karena panggilan sejak tadi tak didengar Firza.
“Iya sayaaaank. Abang denger koq. Kamu udah pesan apa biar kita enggak samaan. Jadi seperti biasa Abang bisa cicipin makananmu,” sahut Firza dengan lembut. Dia sudah berjanji akan memberi kepastian pada Serena.
‘Ngimpi apa nih monster tengil habis ngelamun jadi lembut gini. Jangan-jangan dia kesambet,’ batin Serena. Dia perlihatkan pesanannya pada Friza.
“Abang minta nasi goreng kambing dengan ekstra potongan lemak dan daging kambingnya. Minum seperti biasa es jeruk tapi es nya jangan kebanyakan,” jawab Firza.
“Ada tambahan lagi?” tanya pramusajinya.
“Ada Mas. Enggak pakai lama,” jawab Firza dingin. Dia sudah cukup lapar jadi tak mau bila harus menunggu lagi.
“Abang,” tegur Serena, gadis itu jadi tak enak pada sang pramusaji.
***
“Abang, mau lihat ke pantainya dulu apa langsung masuk ke goa Jatijajar?” tanya Vella.
“Kalau kita main di pantai dulu lalu kesorean kita enggak bisa masuk ke goa Yank. Dan lagi kalau sampai hampir maghrib di pantai kan lebih indah. Jadi mending kita ke goa dulu aja ya,” Arie menjawab pertanyaan kekasihnya.
“Ya udah, kalau gitu ambil arah yang petunjuk ke goa aja,” jawab Vella.
__ADS_1
“Abang salat Jumat dulu baru masuk ya Yank,” balas Arie sambil terus mengamati arah petunjuk ke lokasi goa Jatijajar.
Goa Jatijajar merupakan situs geologi alami yang berasal dari kapur yang membentuk suatu gua dengan stalagtit dan stalagmite yang memukau karena keindahan yang ada.
Stalagtit dan stalagmite yang ada terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang ada diatap gua yang kemudian bereaksi dengan batuan kapur yang ditembusnya, karena disini banyak sekali kapur yang tersedia jadi dikenal juga sebagai gua kapur yang sudah tua sekali.
“Ade tahu gimana dulu Abang ngapalin beda stalagtit dan stalagmite?” tanya Arie saat mereka sedang menuju mushola.
“Iya saat SMP kan ada pelajaran stalagtit dan stalagmit. Gimana Abang hafalinnya?” tanya Vella penasaran.
“Stalaktit itu endapan yang terbentuk dari atas kebawah. Nah biar gampang Abang inget aja kalau dia menggantung seperti punya Abang yang sering disebut dengan kata akhir TIT juga kan? Ya udah itu aja.”
“Nah stalagmit kan pasti yang tumbuh dari bawah menjulang keatas,” jawab Arie simple.
“Ha ha ha Abang ada-ada aja,” Vella tertawa mendengar pengakuan Arie.
“Belajar itu harus cerdas De. Kayak ngafalin urutan warna pelangi. Kan kita pakai kata kunci MEJIKUHIBINIU. Kalau enggak gitu bakal kebalik-balik kan?” jawab Arie. Lalu Arie turun dari mobil bersiap salat Jumat, Vella menunggu di mobil. Nanti dia akan salat Dzuhur bila salat Jumat telah usai.
***
“Abang, duduk sini dulu,” saat baru masuk lokasi wisata goa Jatijajar Vella meminta Arie untuk duduk.
“Cobain dulu. Kalau suka baru pesan,” Vella menyuapi kekasihnya pecel khas Kebumen yaitu dengan bunga kecombrang yang harum.
“Eh enak Yank. Apa itu namanya?” tanya Arie penasaran. Dia memang belum pernah merasakan pecel kecombrang.
“Ini bunga kecombrang namanya. Pohonnya seperti jahe tapi tinggi dan kekar,” sahut Vella.
“Dibelakang rumah eyang ada, besok pagi Ade kasih liat,” Vella lupa tak memberitahu Arie tentang tanaman kecombrang.
Tadi pagi Arie baru saja menyukai bau bunga aroma kopi yang sangat harum di kebun eyangnya.
Vella memesan satu porsi lagi, sekarang bakwannya dua karena porsi yang tadi dia makan berdua Arie. Dan porsi kedua juga akan mereka makan bersama.
“Ayo kita masuk,” ajak Vella setelah mereka mengganjal perut dengan pecel.
“Kita bikin foto ya Bang,” seperti biasa Vella membuat foto Arie sendirian mau pun mereka berdua.
__ADS_1
“Yank, Abang pernah baca tentang sendang kantil dan sendang mawar. Kita kesana yok,” ajak Arie pada Vella. Banyak mitos tentang air di sendang mawar dan sendang kantil ini.
Sampai sore menjelang Arie dan Vella di pantai. Mereka pulang kerumah setelah lelah dan puas bermain di pantai.
“Sepanjang jalan koq banyak rumah makan bebek De. Kita makan malam dengan menu bebek aja ya?” Arie menawarkan menu bebek yang berjajar sepanjang jalan menuju kembali ke Kebumen.
“Ha ha, kalau lihat sate tupai dan sate kuda koq enggak pengen?” tanya Vella. Karena memang ada juga rumah makan yang menjual sate tupai dan sate kuda di jalan yang mereka lewati.
“Enggak ah. Enggak kebayang bisa nelan apa enggak,” sahut Arie sambil menepikan mobilnya ke sebuah rumah makan yang cukup besar.
Mereka memesan sate bebek, rica-risa bebek dan bebek bakar kecap untuk makan malam mereka kali ini.
“Besok kita kembali ke Jogja ya? Hari Minggu kamu harus full istirahat jadi hari Senin bisa fresh,” Arie mengingatkan Vella. Karena besok sudah hari Sabtu.
“Iya, enggak pagi-pagi banget kan?” tanya Vella sambil mengambil lagi sate bebek yang dia pesan tadi.
“Jam sembilan ~ jam sepuluh lah. Kita makan siang di jalan aja ya?” tanya Arie.
“Iya, kita mampir ke ekpedisi buat kirim abon ayam ya. Eyang udah bikin buah daddy dan adik-adik,” sahut Vella.
“Iya, itu mah gampang, kelewatan. Tapi kita mampir rumah mama enggak?” tanya Arie. Dia takut kesalahan.
“Kemarin aku sudah bilang mama enggak mampir. Tapi kalau eyang titip sesuatu ya kepaksa mampir sebentar lah,” jawab Vella.
“Kenapa Abang tanya hal itu?” Vella tentu penasaran.
“Kamu tahu kan Yank. Abang paling enggak suka ribut. Itu bikin ribet. Jadi Abang harus tahu duluan agar enggak kesalahan. Kita harus biasakan bicarakan semuanya sejelas mungkin. Andai besok Abang bersikeras enggak mampir, padahal kamu pengennya mampir, kan kita ada yang kesal.”
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta