
Banyak orang mengejar harta. Tapi tetap memperhatikan anak-anak mereka. Sedang aku? Mengejar harta, anak satu saja tak terurus~Amrita, uminya Ramadhona~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Rombongan menuju ke rumah sakit Premier Bintaro tempat Adon dirawat.
Ternyata Adon sudah pindah dari ICU ke ruang rawat saat mereka tanya ke resepsionis.
"Selamat siang Tante", sapa Wieke pada perempuan cantik berhijab.
"Assalamu'alaykum," sapa Siena dan Vella yang masuk lebih dulu. Mereka boleh masuk dua atau tiga orang berkunjung. Tak bisa semua.
"Wa'alaykum salam." Mama Adon menjawab salam dan memeluk Siena yang sudah dia kenal. Dia juga kenal Wieke karena pernah menemani Merry ke rumahnya.
Vella dan yang lain tak kenal. Bahkan ke Adon pun mereka tak terlalu akrab.
Mama Adon memeluk Siena dan menangis.
"Sabar ya Tante," hibur Siena.
"Ini semua sahabat Merry kan?" Mama Adon sering mendengar Merry punya lima sahabat perempuan dan satu sahabat lelaki yaitu putranya.
Mama Adon sudah tahu kalau Merry bukan kekasih Adon. Dia pernah satu kali "menegur" Merry. Dia tak ingin putra tunggalnya menjalin hubungan dengan yang bukan non muslim. Kecuali Merry mau pindah agama.
"Kami tak pernah bicara sayang apalagi cinta Umi. Kami hanya dua anak kesepian yang tak punya orang tua. Selain dengan Adon, saya punya lima sahabat perempuan. Tanpa mereka mungkin saya sudah mati dari dulu karena narkoba," begitu jawaban Merry ketika itu.
Sejak itu uminya Adon mulai sedikit demi sedikit meluangkan waktu untuk bicara dengan putranya. Dia mulai sadar kalau Adon merasa terbuang!
__ADS_1
"Iya kami sahabat Merry sejak kelas 1 SMA."
"Merry sering cerita tentang kalian. Ke mana pun bersama. Dan kemarin Umi baru dapat oleh-oleh dari Merry katanya dia baru nginep di Jogja." Mama Adon, yang lebih suka kalau dipanggil Umi bercerita dia dapat oleh-oleh dari Merry sepulang dia dari Jogja.
Saat itu semua rombongan masuk diantar seorang dokter senior disana. Rupanya dokter itu bertemu Arie. Dan dia membawa rombongan masuk.
"Terima kasih Dok," Arie tak lupa menyampaikan terima kasih.
"Sama-sama. Jangan berisik dan jangan terlalu lama," dokter itu langsung keluar dan mendatangi suster kepala untuk memberitahu siapa pemuda yang dia bawa.
"Iya Tante dia baru mengunjungi kami di Jogja," kata Vella dan Siena.
"Kapan pemakaman Merry?" tanya umi Adon.
"Oke Tante akan berupaya berangkat mewakili Adon," uminya Adon.
Adon yang sudah sadar bilang pengen ikut pemakaman tapi belum bisa karena masih di rawat.
Asih berupaya bicara dengan mamanya Ando.
"Coba Tante tanya aja. Kali aja bisa bawa pakai ambulans. Sewa saja pulang pergi ke Karawang. Kita bayar tenaga medis yang menemani Adon."
"Bisakah?" tanya uminya Adon.
"Kalau kondisinya dia nggak rentan guncangan, biasanya enggak apa apa sih."
__ADS_1
"Kan di ambulans ada tenaga medis yang mendampingi,"
"Ayo saya temani," kata Arie. Lalu Arie dan Harllo menemani uminya Adon.
Dengan pembicaraan sesama orang medis walau pun mereka belum lulus ditambah ada dokter senior yang tahu siapa kedua orang tua Arie akhirnya pihak rumah sakit memberi dispensasi Adon boleh pergi menyewa ambulans pulang pergi menghasiri pemakaman Merry.
"Terima kasih Kak, terima kasih," tentu saja Adon senang.
Arie minta nomor ponsel umi Adon. Karena ponsel Adon lenyap saat perampokan dan dia belum urus nomor lamanya.
"Nomor Tante saya simpan di nomor istri saya aja ya Tante," Arie meminta ponsel milik Vella. Dia tak ingin menyimpan nomor ponsel umi Adon di ponselnya.
"Kamu sudah menikah? Bukannya mereka seumur Merry? Uminya Adon kaget anak kecil sudah menikah.
"Kami sudah menikah tiga bulan lalu. Kami sanggup secara mental dan finansial. Saya tidak menafkahi istri saya dengan uang dari orang tua. Sejak SMA saya punya penghasilan sendiri," jelas Arie dengan bangga.
Uminya Adon tadi mendengar dokter senior menyebut siapa orang tua Arie. Anak jenderal dan anggota dewan, jadi bukan anak dari orang kekurangan. Tapi sudah bekerja. Orang tuanya juga super sibuk tapi bisa mendidik dia sangat baik. Sedang dia?
Anak hanya satu saja tak terurus dengan baik. Uminya Adon seperti ditampar melihat bagaimana lingkungan pergaulan Merry.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.