
Banyak orang bertindak tak memikirkan akibatnya. Sekarang Risma merasakan akibat tindakannya. Semua rekan sekerja tentu saja menyalahkan tingkah lakunya yang membuat mereka harus menunggu kantor mendapat perusahaan baru yang mau bekerjasama dengan perusahaan mereka itu~Rustini~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Alhamdulillah kita udah sampai," Risye mengucap syukur begitu dia dan ketiga kawannya tiba di stasiun Jakarta.
Empat Sekawan yang pulang dari Jogja itu dijemput oleh keluarga masing-masing.
Tak ada yang mau pulang lebih dulu bila semua penjemput belum datang. Mereka tetap saling menunggu. Penjemput terakhir adalah penjemput Merry.
Seperti biasa dia dijemput oleh sopir dan pengasuhnya sejak dia kecil. Tak ada mama papa atau saudara.
Wieke yang sama-sama anak tunggal di jemput mamanya. Sang papa tak bisa ikut karena belum tiba dari perjalanan kerja di luar negeri.
Risye dijemput Harllo menggunakan mobil kantor ayah mereka. Kalau naik motor barang tidak cukup dan dingin.
Dian dijemput ayahnya. Dian dari keluarga sederhana seperti Risye. Dia punya dua adik.
"Udah ya kalian udah ada yang jemput semua," kata Dian.
"Udah udah ayo kita pulang," Wieke menjawab. Mereka tidak akan meninggalkan satu orang pun kalau belum ada yang jemput.
"Kabarin kalau udah pada sampai ya ," Merry berpesan sebelum mereka berpisah di stasiun itu.
\*\*\*
Di Magelang ada yang sedang demam. Benar-benar demam bukan karena demam cinta.
Djojo mengantarkan temannya ke poliklinik untuk diperiksa dokter.
Djojo mencuri foto saat Pandu sedang diperiksa dokter. Lalu dia mencari nomor ponsel Risye di ponsel Pandu.
'*Dia simpen pakai nama apa sih*?' Djojo bingung tak ada nama Risye atau sayangku atau yang sejenis itu di ponsel sahabatnya itu.
Tak habis akal maka Djojo mencari di daftar di pesan whatsapp.
'*Wah ada dalam daftar PIN chat. Ternyata namanya adalah MY LADY*.'
Djojo mengirim nomor kontak itu ke ponselnya lalu dia menghapus jejak pesan terkirim. Djojo simpan nomor kontak itu dengan nama *Risyenya Pandu*.
'*Ada yang sakit begitu ditinggal yayangnya*,' begitu tulisan dibawah foto yang Djojo kirim.
Risye yang baru saja tidur sehabis tiba tadi Subuh dari Jogja kaget melihat kiriman dari nomor tak dikenal.
__ADS_1
Dia lihat foto Pandu yang sedang diperiksa dokter.
'*Aku jawab nggak ya*,' pikir Risye.
'*Udah biarkan saja dulu*,' lalu Risye kembali tidur.
Tapi tidak bisa. Akhirnya Risye membongkar kopernya dan oleh-oleh dari Jogja kemarin. Tadi setiba dari stasiun memang Risye langsung bongkar oleh-oleh yang berupa makanan dan dia simpan di kulkas agar tak basi atau busuk. Jadi dia sekarang tinggal membongkar oleh-oleh yang pakaian dan coklat saja. Coklat tentu tak akan dia simpan di kulkas. Bisa dihabiskan tiga adik-adiknya. Risye memang keluarga besar. Dia punya tiga adik dan satu kakak. Mereka lima bersaudara.
Kemarin Vella menitipkan oleh-oleh untuk mbak Asih calon kakak iparnya. Baik baju, coklat maupun makanan. Tapi Risye hanya menerima pakaian dan coklat saja. Bakpia, salak dan gudeg dia tak terima. Takut keburi bisik sebelum dia bertemu mbak Asih.
\*\*\*
H-3 Firza makin *nervous*. Memang masalah office girl enggak waras sudah terselesaikan tapi tetap saja dia panas dingin menjelang hari penentuan dirinya sah menjadi suami Serena.
Firza tak tahu dan tak mau tahu bagaimana HRD kantornya dan direktur tempat office girl menyelesaikan masalah salah paham dengan pak Abdullah Bahweres, abahnya Serena. Yang dia ingat siang itu dia minta HRD segera memberitahu hasil misi minta maaf mereka ke rumah pak Abdullah.
Firza tak peduli. Gara-gara persoalan itu dia jadi demam dan mamanya sibuk memberikan obat penurun demam.
**FLASHBACK ON**
Siang itu manager kantor asal Risma Damayanti, office girl yang mengaku tunangan Firza datang ke kantor Firza bertemu dengan bu Evvy dan buhRustini manager HRD kantor Firza.
"Saya enggak mau tahu. Hari ini juga datangi pak Abdullah Bahweres sebelum kalian semua saya gantung!" Perintah Firza memasrahkan persoalan ini pada Evvy dan Rustini.
"Begini pak Ferdinand, pegawai Bapak bikin ribut disini. Dia mengaku tunangan pak Firza di depan papanya pak Firza dan calon mertuanya."
"Dan kemungkinan itu akan membuat pesta besar yang akan berlangsung minggu depan batal. Anda bisa bayangkan berapa kerugian materi?"
"Lalu bagaimana dengan kerugian non materi? Kalau ada yang kena serangan jantung siapa mau tanggung jawab?" Jelas Evvy yang paling senior dan memang paling tinggi jabatannya. Evvy bukan baru setahun bekerja dengan Faisal. Dia tahu bagaimana keluarga Faisal. Dan istri pak Faisal sudah cerita kesehatan calon besannya. Faisal tak mau tau. Dia serahkan semua ke Evvy.
"Apa maksudmu? Kamu melawan atau cari mati?" Ferdinand berteriak pada Risma Damayanti yang hanya bisa tertunduk lesu.
"Jadi sekarang Bapak diminta menyelesaikan masalah ini ditemani bu Rustini sebagai saksi dari kantor kami."
"Tadi pengacara kantor juga sudah akan memperkarakan pegawai Bapak ini. Pak Firza tak terima akan kekacauan yang terjadi saat ini."
"Dan terakhir. Kita memutuskan hubungan kerjasama dengan kantor Bapak sampai sini saja," Evvy memberikan keputusan terakhir Firza.
"Bu, masalah menyelesaikan persoalan dengan pak Abdullah saya akan hadapi . Dari sini saya akan mengunjungi pak Abdullah tadi asal diberi alamat rumahnya. Tapi urusan kerjasama mohon dipertimbangkan. Jangan dicampur aduk dengan urusan personal," pinta Ferdinand.
"Saya tidak mau bekerjasama dengan kantor yang punya pegawai tidak waras. Kamu punya pegawai yang tidak benar. Kalau kamu mau ribut Oke. Saya akan bawa ke pengadilan sekalian. Karena masa depan saya hampir berantakan," Firza langsung menjawab Ferdinand.
Ferdinand tak menyangka. gara-gara kelakuan satu orang, puluhan orang jadi kena dampaknya.
__ADS_1
"Kamu juga akan saya perkarakan. Karena perbuatanmu kantor saya rugi banyak. Bukan satu dua orang yang bekerja di sini. Gara-gara kelakuanmu satu kantor kena imbasnya!"
Ferdinand juga tak mau menanggung kerugian sendirian. Dia akan minta Risma mengganti kerugian atau minta Risma di penjara daripada dia rugi.
Kepala HRD dengan office girl itu akhirnya mendatangi rumah keluarga Bahweres. Mereka meminta waktu untuk bertemu dengan bapaknya Serena.
Ferdinand minta maaf dan menerangkan bahwa memang Risma tidak kenal sama sekali dengan Firza.
Ferdinand juga bilang puluhan karyawan saya nasibnya hancur gara-gara perempuan ini karena Pak Firza langsung memutus hubungan kerjasama.
"Ya risiko kamu ketemu sama orang seperti itu! Saya pun tidak mau kok bekerja sama dengan perusahaan yang mempekerjakan orang yang berkelakuan sekehendak hatinya. Kamu bayangkan bagaimana jika pernikahan yang tinggal satu minggu lagi ini bubar?"
"Saya akan memutuskan hubungan dengan besan saya. Bagaimana muka anak saya? Bagaimana muka keluarga saya? Bagaimana muka istri saya? Bagaimana muka besan saya? Pakai otakmu kalau bertindak!"
Baru sekali Serena melihat kemarahan abahnya.
"Saya pasti memutuskan tidak ada pernikahan bila memang ada perselingkuhan. Saya nggak mau anak saya diselingkuhi seperti itu. Ini pelajaran buat kalian semua. Jangan bertindak semaunya. Pakai otak," Abahnya Serena sangat emosi.
"Saya juga tidak memaafkan bila itu terjadi di Perusahaan saya tak akan pernah saya maafkan. Jadi sudah benar tindakan Firza memutus kerja sama." kata Abdullah lalu dia masuk tanpa pamit.
Serena yang gak enak pada bu Rustini langsung keluar. Dia tak tahu ada masalah apa sehingga bu Rustini dan dua orang baru ini datang ke rumahnya.
Serena mau tanya ke Firza tak bisa karena mereka sedang dipingit.
HRD pamit pada Serena dan menceritakan garis besarnya kalau perempuan itu mengaku sebagai tunangan Firza di depan Pak Faisal dan Abahnya Serena.
"Oh pantas Abah segitu marahnya. Bisa kepikir Bagaimana nasib Umi kalau sampai pernikahan ini batal," demikian Serena katakan pada Rustini. Abahnya hanya memikirkan istrinya yang bisa serangan jantung kalau pernikahan batal.
"Maaf saya tidak bisa menolong apa pun itu adalah buah dari usilnya mulut Anda Nikmati aja," kata Serena.
Itu sebabnya akhirnya pernikahan tidak dibatalkan sampai sekarang.
**FLASHBACK OFF**
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.
__ADS_1