
Jangan selalu memandang iri pada seseorang. Mereka mendapatkan suatu hal yang tak kita dapatkan, itu mungkin karena banyak hal yang dia lakukan tapi tak kita lakukan. Selalu lah berpikir positif. ~Siena~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kebanyakan Vell, tadi sudah dua baju pestanya,” Siena menolak apa yang Vella tawarkan.
“Kamu pikir kamu enggak akan diketawain bila ke kampus pakai kebaya atau batik pesta itu?” jawab Vella.
“Dan ke kampus itu tidak hanya satu kali. Masa satu minggu kamu pakai baju itu terus? Walau sudah kamu cuci setrika sekali pun,” terus saja Vella membantah pemikiran Siena yang merasa tak enak.
“Eh, kita belum beli sepatu. Ayok cepat. Kita cari sepatu juga,” tentu Vella tak ingin Siena merasa rendah diri.
***
“Iya Bang?” Vella menjawab telepon dari Arie.
“Kamu ke sini kapan?” tanya Arie.
“Kesini mana? Ke rumah pakde dulu atau ke hotel?” tanya Vella.
“Eh maaf. Ke hotel Yank. Ini kami masih di rumah pakde Guruh,” sahut Arie.
“Ya sudah, Abang kabari aja kalau pas mau on the way ke hotel. Ini aku dan Siena sudah selesai makan dan mau pulang ke kost buat siapin baju. Kamarku dan adik-adik sudah minta ekstra bed belum buat Siena?” Vella memang tak mungkin meninggalkan Siena di kamar kost.
__ADS_1
“Gimana kalau kamu sama Abang aja tidurnya? Siena dengan adik-adik?” tanya Arie serius.
“Kalau ibu ngizinin dan Abang bisa tahan diri why not? Kita tahau akibatnya bila kita melanggar perintah agama koq. Jangan sampai ada Vella episode dua,” sahut Vella santai.
Walau secara teori Vella tahu Arie bisa saja mencegah kehamilan bila mereka melakukan hal yang belum diridhoi agama. Tapi kalau Allah berkehendak itu bisa saja tetap jadi bayi. Dan itu tak akan mereka inginkan.
“Bapak bilang percaya pada Abang. Dia enggak masalah soal itu. Karena bapak dan ibu pernah muda,” jawab Arie.
“Ya sudah, terserah Abang aja,” jawab Vella.
***
“Kamu langsung rendam semua di pengharum baju. Lalu keringkan dengan kipas angin ini Sien. Nanti sebelum berangkat kita setrika. Kalau setrikaan aku punya. Eh biar cepat nanti aku keringkan di mesin cuci pemilik rumah baru dianginkan,” Vella memberi saran pada Siena. Tentu tak enak pakai baju yang masih bau bahan karena belum dicuci.
Vella pun menyiapkan bajunya dalam koper kecil agar tidak lecek. Walau ibu selalu membawa setrika uap kecil untuk traveling. Tapi dia lebih aman menyiapkan semaksimal mungkin.
Sejak kemarin Sien sudah menolak untuk ikut ke acara pernikahan saudaranya Arie, tapi Vella bilang dia harus ikut karena Vella ingin ibu mendengar langsung dari Siena.
‘Abang dan adik-adik on the way ke hotel. Ibu dan bapak masih di rumah pakde,’ pesan dari Arie Vella terima. Maka dia memutuskan hanya mengeringkan baju milik Siena. Akan minta jasa laundry hotel menyetrika semua baju itu agar mereka tak terlalu lama berangkat.
***
”Mbak Vellaaaaaaaaa …” Frina dan Frani berebut memeluk kakak ipar mereka.
“Hallo sayang-sayangnya Mbak,” Vella mengembangkan kedua tangannya.
“Apa khabar Sien?” tanya Arie. Dia biarkan dulu kedua adiknya mendominasi kekasihnya.
__ADS_1
“Khabar baik Kak,” Siena mengulurkan tangannya pada Arie.
“Kalau ada mereka, Kakak nomor dua. Bisa ngamuk mereka kalau Kakak yang duluan meluk Vella,” Arie menerangkan pada Siena kelakuan dua adik kembarnya.
‘Bahagianya Vella mendapat banyak orang yang mencintainya. Dia wajar mendapatkannya. Karena dia selalu menebar cinta pada siapa pun,’ Siena tak iri. Dia malah termotivasi untuk selalu berbuat baik.
Siena ingat nasihat papanya dulu. Saat papanya masih ‘waras’ dan sayang pada keluarganya. Papanya mengajarkan ilmu tuai padi.
‘Satu bulir pagi yang kita tanam akan menumbuhkan banyak malai ( tangkai padi ) yang memuat super banyak bulir padi. Jadi kalau kita menanam kebaikan, kita juga akan menuai banyak kebaikan. Sebaliknya bila kita menanam satu keburukan, kita akan menuai banyak bulir keburukan.’
‘Kamu ingat itu baik-baik ya Kak. Papa ingin kamu selalu menanam kebaikan pada siapa pun.’ Dan sang papa pun juga menanam kebaikan yang tak dia duga adalah jebakan. Kebaikan sekretarisnya yang menjebak papanya untuk menikahi perempuan ja-lang itu dan membuat sang mama memilih cerai karena tak mau dimadu.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1