
Aku memang menjalani spekulasi melakukan hubungan dengan Ricko. Kami beda keyakinan. Tapi kami merasa nyaman. Kami sama-sama anak terbuang. Bagai ayam kelaparan di lumbung padi~Merry Wilhelmina~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Vella kamu seriusan enggak apa-apa nginep di sini malam ini?" Tanya Risye.
"Serius, aku dan kak Ari sudah janjian kami nggak akan saling mengganggu selama aku libur dengan kalian. Malam ini aku boleh menginap di sini tapi besok dia akan jemput aku saat malam lalu paginya aku akan dikembalikan pada kalian lagi," balas Vella.
"Besok malam aku memang pulang, tapi untuk siangnya aku akan bebas bersama kalian tanpa diganggu oleh kak Ari. Dia tak mau menjadi penghalang persahabatan kita semua," lanjut Vella lagi.
"Wah hebat ya suamimu. Andai nanti kita juga bertemu dengan lelaki seperti dia," ungkap Risye.
"Aku rasa Ricko seperti itu," kata Merry
"Ricko lembut dan pengertian, dia juga baik. Yang jadi hambatan kami adalah agama kami yang berbeda. Tapi nggak apa-apa sih kita kan cuma baru pacaran, belum melangkah pasti," lanjut Merry lagi.
"Ya tapi seharusnya kamu berpikir ulang, siapa tahu kamu kayak Vella, ketemu langsung jadian langsung menikah. Kan sayang kalau kamu sudah lama bersama dia, tapi nggak jadi menikah," saran Risye.
"Aku belum berpikir ke arah serius, kami hanya berpikir jalani dulu semua yang ada," jawab Merry lirih.
__ADS_1
"Aku suka dia, dia bertanggung jawab dan lembut," Merry lalu menceritakan bagaimana perhatiannya Ricko. Bagaimana sayangnya Ricko pada dia yang anak tunggal dan kesepian.
"Uang bukan segalanya buat kami, kami punya apa pun kecuali waktu orang tua dan kasih sayang," Merry curhat perasaan sedihnya jadi anak tunggal orang kaya. Dia dan Ricko cocok karena sama-sama kesepian ditengah gelimangan harta.
Kalau sudah masalah itu tak ada yang bisa membantu buat memberi solusi pada Merry.
Sebenarnya Wieke juga anak orang kaya. Tapi orang tua Wieke masih perhatian. Sama seperti orang tua Vella. Walau sendirian Endro selalu perhatian pada putri tunggalnya.
"Udah udah enggak usah ngomong gitu," kata Dian.
"Ayo kita cerita hal lain aja. Ingat enggak waktu kita bolos bareng?"
"Oh waktu kamu malu karena kamu punya bendera Jepang di rokmu?" Goda Dian pada Siena.
"Ha ha ha bendera Jepang!" Siena sangat ingat kejadian itu.
"Aku tadinya nggak ngerti itu apa maksudnya bendera Jepang. Saat banyak yang teriak soal bendera Jepang!"
Bendera Jepang adalah putih dengan titik merah di tengahnya.
__ADS_1

Siena pernah mengalami menstruasi nembus pas hari Senin. Hari Senin seragam sekolah mereka adalah kemeja putih dan rok putih bagi yang wanita. Dia dengan santai berjalan menuju kantin. Jadilah teman- temannya ber teriak : Wah ada bendera Jepang, bendera Jepang!
"Kocak banget ya saat itu," seru Wieke. Mereka mengingat itu sambil tertawa.
"Udah udah ayo kita tidur udah malam," Siena mengajak semuanya tidur.
"Aah kapan lagi kita ngobrol begini, jangan tidur sekarang lah besok-besok kita udah kekurangan satu anggota saat malam karena Vella kan mau dibawa pulang sama kak Arie," protes Dian.
"Oh ya ya ya ya tapi jangan sampai pagi juga," lanjut Wieke. Lalu mereka kembali bercerita masa indah mereka saat SMA dulu.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.