UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
SEMUA HALAL


__ADS_3

Aku harus bagaimana? Semua yang dikatakan Helmi benar. Semua anggota gengs tahu dan mendukungku. Mengapa aku ragu melangkah? Sedang Siena saja sendirian berani. Aku harus memantabkan hati untuk menentukan pilihan~Dian Laksmiari~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Cilla mengajak semuanya untuk makan. Siang hari ini yang disiapkan menunya adalah chinese food yang diolah sendiri oleh koki di rumah Sisca,  sehingga memang dibuat halal.



Semuanya dijamin halal karena Sisca dan Cilla tahu anak-anak mayoritas muslim begitu pun  panitia lelang dan obral.



Siena sengaja mengajak bicara Dian. Sejak tadi Siena melihat Dian hanya terdiam sejak bicara dengan Helmi. Makan pun Dian malas.



Siena memberi kode pada Wieke dan Vella untuk membantu mencairkan suasana hati Dian.



Kalau Vella sudah tahu malam itu. Wieke  belum tahu ada aa, tapi dia bisa menangkap sinyal yang Siena berikan.



"Kamu takut gemuk ya Yan?"  goda Siena.



"Enggak," jawab Dian cepat.



"Kok makanya dikit?" tanya Wieke lagi.



"Lagi enggak kepengen aja," balas Dian.


__ADS_1


"Elu enggak kepengen makan?" Goda Wieke.



"Elu kan jagonya makan dan ini makanan kesukaanmu semua nggak mungkin kan lu enggak kepengen makan," kata Wieke panjang lebar.



Dian memang paling suka chinese food sehingga tak ada alasan lagi untuk bilang nggak mood atau apa karena Wieke dan teman-temannya tahu.



"Apa pun yang terjadi gue dukung elo," kata Wieke berbisik, lalu Wieke pun berlalu umtuk mengambil fuyunghai.



Kalau makan makanan Chinese food seperti ini semua anggota genks gak akan ada yang menyentuh nasi.  



Capcay, fuyunghai atau mie goreng dan kwetiau goreng semua mereka santap tanpa nasi.



Jangan berharap mereka makan nasi itu sudah kebiasaan mereka kalau ketemu chinese food. Kadang kalau sedang seperti saat ini mereka kangen Merry. Karena semuanya hobi makan Chinese food, tapi Dian dan Merry memang paling hobi.




Sesekali Dian mencuri pandang ke arah Adon. Hari ini Adon sudah tak peduli pada Dian sama sekali.



Tak pernah satu kali pun Adon memandang Dian.  Karena Adon pikir percuma dia mengejar perempuan itu.



Daripada cape ngejar dan nggak dapat mendingan udah tinggalin aja. Kata-kata kemarin nyerah itu akan Adon buktikan.



Dian berpikir '*Orangnya ada di sini tapi kok nggak ada mobilnya ya? Masa sih dia masih diantar sopir. Kayaknya kemarin dia nggak pakai sopir kok*.'


__ADS_1


Sejak tadi dia memperhatikan Adon tak pernah jauh dari Arie dan Christo.



'*Apa yang sedang mereka rencarakan bertiga ya*?'



"Habis ini kita istirahat salat ya 10 menit aja. Salatnya 10 menit cukup ya?" Kata Oma.



"Biar jam 01.00 teng kita mulai rapat" Kata Oma lagi.



"Oke Oma siap kok," jawab Arie.



"Itu kamarnya Merry bisa dipakai kok untuk sementara jadi mushola tadi sudah digelar karpet buat salat,\* Sisca menyediakan kamar Merry buat salat anak-anaknya.



"Di belakang sedang disiapkan satu ruang khusus buat mushola. Nanti di sana ada sajadah dan semuanya," kata mama Siska.



"Jadi siapa pun nanti bisa salat di ruang salat lah bukan mushola. Kayaknya terlalu kecil kalau disebut mushala. 



"Terima kasih," jawab Arie



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678904913501.jpg)


__ADS_2