
Aku tak butuh waktu panjang untuk memantapkan pilihanku. Dia wanita yang paling pas mendampingiku~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi ini Vella masih tak salat. "Habis ini kamu harus langsung suntik atau pasang IUD agar tidak hamil. Terlebih kamu akan mulai berhubungan dengan suamimu saat baru selesai menstruasi," Kamila memberitahu Vella.
Walau mereka sudah resmi, tapi syarat mereka boleh menikah adalah mereka mau menunda punya momongan hingga Vella selesai kuliah sambil menunggu kesiapan alat reproduksi Vella.
"Iya besok aku akan langsung ikut suntik KB Eyang. Kalau pakai pil takut lupa," sahut Vella.
Mereka sedang bersiap untuk di rias.
Riasan pertama hanya riasan "persiapan" saja. Hanya untuk akad nikah. Yang merias Vella memang hanya pegang pengantin saja. Ada pun perias Kamila adalah perias orang tua pengantin. Perias Nunky dan yang lain hanya perias pelengkap.
Di hotel juga seperti itu. Ada perias pengantin lelaki dan perias orang tuanya. Tapi ada juga perias pelengkap untuk keluarga.
Semua memang boleh karena Wiedo sudah membayar walau seharusnya semua ditanggung oleh Arie dan Vella sesuai permintaan Arie saat lamaran dulu.
Jam delapan pagi rombongan Ibas sudah di rumah keluarga Suroyo. Sedang keluarga Pras sejak jam enam pagi tadi.
Jam setengah sembilan keluarga mempelai lelaki tiba di rumah keluarga Suroyo Mulyo
Arie terlihat sangat tampan dengan pakaian yang dipilih Wiedo untuk akad nikah putra sulungnya.
Arie mengenakan beskap broken white, senada dengan kebaya yang Vella kenakan.
Keluarga mempelai lelaki memakai seragam biru tua. Beskap bapak, dan para pakde adalah biru tua dan kebaya ibu, para bude dan kedua adik Arie adalah biru tua.
__ADS_1
Keluarga Vella menggunakan seragam biru lebih muda. Beskap para lelaki biru muda termasuk keluarga Ibas sebagai ayah kandung mempelai perempuan.
Dan kebaya semua perempuan keluarga Vella adalah biru muda.
Mempelai lelaki memasuki lokasi rumah Suroyo Mulyo. Terlihat Arie tersenyum walau terlihat tegang. Kameraman yang bertugas terus mengambil foto dan video. Rupanya ada dua team petugas dokumentasi. Yaitu yang bertugas di pihak perempuan dan yang bertugas di hotel wilayah keluarga lelaki.
Dari jauh Vella melihat calon suaminya. Bagaimana lelaki yang baru kemarin menipunya dengan membuat baju adat couple di butik itu akan menjadi suaminya?
Lelaki yang sejak pertama mereka berkenalan selalu menatapnya dengan enuh cinta.
'*Bodohnya aku pernah meminta agar daddy mau menikahiku! Padahal diddada dan otak daddy hanya ada satu nama yaitu nama Andika Larasati, mommyku saja*?'
'*Dan bodohnya aku bila menolak cinta abang yang sejak awal tak pernah ingin cari pacar melainkan ingin mencari pendamping hidupnya*?'
Rombongan lelaki memasuki ruang tengah rumah Suroyo Mulyo. Vella masih di dalam kamar. Belum dipanggil untuk keluar ruangan.
Dua orang itu mengerti. Segera mengusir semua orang yang tak tahu soal pernikahan dari perempuan tanpa nasab ini.
Hanya Endro dan Pras yang bisa mengusir orang karena mereka adalah wakil pemilik rumah.
Setelah semua akses ditutup maka di luar ruangan pasukan yang Mahesa persiapkan menjaga agar tak ada satu pun orang menerobos ke dalam ruang ijab kabul.
Kekuatan sipil Suroyo Mulyo dan kekuatan angkatan dari Mahesa benar-benar berpadu.
Setelah semua akses tertutup aman baru Nungky menjemput Vella.
Vella keluar diapit Kamila dan Wiedo. Dalam acara ini yang menjadi "ibu" mempelai wanita memang Kamila bukan Nunky.
__ADS_1
Begitu pun saat selamatan nanti yang akan menerima tamu Kamila dan Yoyok.
Nanti saat pesta resepsi yang sebenarnya di gedung Jakarta, yang akan menjadi orang tua Vella adalah Endro dan Kamila.
Karena yang orang umum tahu memang Vella anak Endro. Pras dan Nunky hanya papa mama di surat saja.
Endro, Mahesa,Ibas dan Pras terpana melihat putri mereka yang akan menjadi mempelai.
Sementara Arie tak percaya melihat bidadari yang berjalan ke arahnya.
'*Juwita hatiku. Tak terbilang menit kau akan resmi jadi istriku*,' batin Arie. Ia menatap gadis yang berjalan menunduk ke arahnya.
Arie teringat kala pertama menatap wajah gadis berseragam putih abu-abu di ruang OSIS SMA nya beberapa bulan lalu.
Belum satu tahun perkenalan mereka. Tapi dia sangat yakin akan pilihannya.
Gadis itu duduk di kursi sebelahnya. Kamila memasangkan selendang putih transparan diatas kepala mereka. Agar tak jatuh, pashmina atau selendang itu dikaitkan ke blangkon yang Arie gunakan juga ke rambut Vella.
"Baik. Siap kita mulai ya," penghulu bertanya pada kedua calon pengantin.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.
__ADS_1