UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KHABAR DARI CUCAKROWO


__ADS_3

AU AH, Tetiba kata-kata itu jadi spesial untukku. Terlebih bila dengar langsung dari gadis yang suka banget bilang kata itu. Aku bisa membayangkan wajah kesal atau wajah bersemu merah saat dia malu seraya mengucapkan kata-kata itu~Pandu Kesuma~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




'*Sakit apa*?' Pandu mendapat pesan dari nomor ponsel Risye.



'*Nggak sakit apa-apa*,' balas Pandu cepat.



'*Siapa bilang A'a sakit*?' Pandu menyebut dirinya A'a.



'*Pokoknya ada aja khabar burung yang ngasih tahu tadi sampai sini kalau kamu lagi sakit tadi pagi ke dokter*,' tulis Risye.



Tak sabar dengan menulis pesan, Pandu langsung menelpon Risye.



'*Aduh. Dia malah nelepon. Enggak diangkat nggak mungkin*,' batin Risye mendapati kalau Pandu langsung menghubunginya. 



"Assalamu'alaykum My Lady," sapa Pandu.



"Wa'alaykum salam," sahut Risye lirih. Dia malu berbicara dengan "orang special". Biasanya dia telepon dengan teman lelakinya di SMA atau di kampus enggak pernah grogi seperti ini.



"Pasti kerjaan cucakrowo itu." kata Pandu. 



"Tadi dia yang antar aku ke dokter," lanjut Pandu lagi.



"Berarti bener kan kamu sakit. Buktinya ada yang anter ke rumak sakit," Risye membalikkan kata yang Pandu gunakan.



"Wah aku kejebak kata-kataku sendiri," gerutu Pandu.



"Trus hasil pemeriksaan dokter kamu kenapa?" tanya Risye. 



"Dari hasil pemeriksaan  indikasi dokter sih A'a kena infeksi. Jadi ada luka bekas latihan minggu lalu dan itu abses atau bernanah," kata Pandu lagi.



"Berarti kemarin waktu pergi ke Jogja itu kamu sudah rasa sakit?" Risye memastikan.



"Iya sih udah ngerasa nggak enak badan cuma kalau nggak berangkat A'a rugi nggak ketemu dan kenalan ama kamu," kata Pandu.



Risye mendengar ada notif pesan masuk. Dia baca lalu tersenyum. 



Ada pesan masuk dari Djojo yang protes : '*Yang ngasih tahu aku kok nanyanya ke dia*!'


__ADS_1


'*Koq tau aku nanya ke dia*,?'



'*Tahu lah orang aku di sebelahnya*.'



"Terus gimana akhirnya. Dapat istirahat atau gimana?"  Risye melanjutkan pembicaraan dengan Pandu.



"Tadi dapat obat dan sudah disuntik juga semoga aja enggak lebih parah sehingga enggak harus dirawat inap," kata Pandu.



"Kok bisa telat begitu sih. Kenapa nggak dari awal periksa ke dokter sih?" akhirnya Risye ngomel.



"A'a nggak berpikir akan seperti ini. A'a cuma pikir nyeri biasa," kata Pandu.



"Au ah," Risye keqi Pandu menyepelekan lukanya.



"Selalu deh senangnya ngomong tau ah jadi kangen tahu dengan pemilik kata-kata itu," goda Pandu.



"Au ah," tanpa sadar Risye kembali mengucapkan kata-kata itu. Ciri khas dirinya bila kesal.



"Tuh kan selalu gitu ngomongnya," kata Pandu.



"Terus gimana tadi sampai Jakarta jam berapa?"




"Siapa yang jemput?" tanya Pandu.



"Pacarku lah jawab," jawab Risye cepat.



"Loh, pacarnya bukan ada di Magelang ya?" 



"Ih ge'er," kata Risye cepat.



"Serius tadi pacarku yang jemput." Dengan pede nya Risye mengaku kalau tadi dijemput oleh kekasihnya.



"A'a tuh udah tahu kamu tuh punya satu kakak laki-laki namanya Harllo dan tiga adik. A'a tahu kamu kuliah di mana. A'a tahu rumahmu di mana. Dan sebelum ngedeketin kamu A'a sudah mastiin kamu belum ada pemiliknya," kata Pandu.



"Ih ngaco. Tahu dari mana?" kata Risye penasaran.



"A'a bayar detektif lah," goda Pandu.



Risye jadi penasaran siapa yang memberikan bocoran jati dirinya.


__ADS_1


"Dari temanku?" tanya Risye.



"Enggak. Enggak ada temen yang A'a tanya. Mana berani tanya ke temannya mbak Vella." Pandu tentu tak mau bila dia dilaporkan atasan dengan laporan yang tidak baik.



"Buktinya kamu nanya ke aku ," balas Risye cepat.



"Cuma kamu doang yang A'a  berani tanya dan ajak ngobrol. Enggak ke yang lain."



"Terus tadi berapa hari istirahatnya?"



"Besok apgi kan balik lagi. Kan tadi udah disuntik sama dikasih obat besok dicek lagi. Seperti itu tiap hari dicek."



 "Sama aja sih dirawat di rumah sakit cuma ini nggak nginep. Masih bisa bolak-balik sama aja sebenarnya sih dirawat juga. Tapi perawat di kamar ini nyebelin, perawatnya di sini kejam dan jahat," Pandu  menggoda Djojo yang memang keras bila mengingatkan Pandu minum obat. 



Djojo yang merasa disindir tertawa ngakak dan terdengar Risye.



"Itu siapa yang ketawanya kayak gitu?" tanya Risye bingung.



"Siapa lagi kalau bukan cucakrowo," kata Pamdu.



"Ya udah kalau gitu. Semoga cepat sembuh," ucap Risye.



"Koq enggak pakai MUACH?" 



"Muah apa?" kata Risye polos. 



"Ya gimana kek biar cepet sembuhnya," kata Pandu.



"Ya tadi udah di doain biar cepet sembuh. Assalamu'alaykum,"  tanpa menunggu jawaban, Risye langsung memutus sambungan pembicaraan itu.  



Pandu tersenyum. Dia cukup bahagia Risye memberi atensi dengan menanyakan kondisinya lebih dulu.



"Enggak usah senyum terus, minum obatnya," Djojo yang sudah siap dengan pakaian latihannya memberikan beberapa obat dan air pada Pandu. Temannya itu sakit di telapak kaki yang luka dan sulit jalan.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675880680747.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.


__ADS_2