UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
HAMILI DIA


__ADS_3

Banyak perbedaan yang aku rasakan saat bersama keluarga dan dengan lintah penghisap harta. Mereka hanya tersenyum saat aku melimpahkan mereka hadiah mahal. Tidak saat aku hanya memberikan sebuah manisan atau sesendok es kelapa seperti yang istriku lakukan~Christian Mohede~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sehabis dari pasar Beringharjo mereka digiring Arie ke daerah Wijilan. Sekalian makan siang dan beli yang buat dibawa pulang ke Jakarta.



Sesungguhnya banyak lokasi gudeg lainnya di Jogja, hanya yang fenomenal memang di daerah Wijilan. Jadi Arie ya selalu mengajak tamunya ke situ. Kalau ada yang request lokasi lain, pasti Arie akan mengajak kesana sesuai permintaan.



Oma membeli banyak gudeg. Dia akan membawakan oleh-oleh bagi para pekerja juga kerabat dan teman dekatnya.



Cilla hanya membeli untuk para pekerja di rumah dengan keluarganya saja. Sisca pun demikian.



Christ yang merasa kembali menjadi *pasangan baru* dengan Sisca baru sadar. Sangat berbeda liburan dengan keluarga, dengan liburan bersama pasangan yang hanya mengincar hartanya. 



Christ merasakan kehangatan yang membekas lama dihati, sedang bila dengan perempuan matre, tak ada rasa yang membekas di perjalanannya kecuali saat berpeluh diranjang.



Sehabis puas di gudeg Wijilan mereka akan berburu bakpia dan salak. Kembali keseruan terjadi di toko oleh-oleh. 



"Kamu mau beli apa?" Tanya Wieke.



"Aku suka apa pun yang kamu belikan," jawab Christo. Di toko makanan ini Christo boleh turun oleh Wieke. Christo terus menggandeng Wieke dengan alasan masih lemah. Padahal modus dia aja biar bisa menggandeng erat kekasihnya.



"Uang cash mu masih sisa banyak, pakai uang ini aja ya. Jangan pakai kartu," bisik Wieke.



"Ya." Jawab Christo ikut berbisik. Tapi dia sedikit nakal, Christo mengecup pipi Wieke selintas!



"Iiih," tolak Wieke.



"Kamu bereaksi seperti itu semua orang jadi ngeliatin kita," bisik Christo.


__ADS_1


Disini Vella belanja. Untuk teman ngemil ketika belajar. Kebiasaannya sejak kecil.



Seperti tadi saat di gudeg, disini Vella membelikan beberapa kotak bakpia untuk sopir minibus. Tak ada yang memperhatikan hal itu kecuali suaminya.



Akhirnya tiba waktu untuk menuju bandara. Arie dan Vella ikut mengantar sampai bandara. Mereka akan kembali hingga ke rumah diantar oleh bus itu karena memang habisnya sewa bus sampai nanti jam 07.00 malam.



"Sampai ketemu ya, terima kasih atas kehadirannya di acara selamatan rumah kami," kata Vella pada semuanya.



"Kalian yang rukun ya," kata Vella pada Wieke dan Christo serta Adon dan Dian.



"Insya Allah," kata Adon.



"Apaan sih," protes Dian.



"Ye harus gitu *Babe*.  Kan kita didoakan sama Vella," jawab Adon sambil memeluk bahu Dian dengan lembut, tapi Dian menepis dengan menggerakan bahunya agar tangan Adon terlepas dari bahunya.



"Bodo ah," tepis Dian.




Maria melirik Cilla. Kelakuan Christo persis papinya. Stevan juga selalu seperti itu. Bucin abis pada Cilla.



Padahal sebelum dijebak, Christ dulu juga sama seperti itu pada Sisca. Semoga selanjutnya dia kembali ke sifat aslinya.



"Mama jangan kapok ya main ke gubug ku," bisik Vella sambil mendekap mama Sisca.



"Tentu saja Mama enggak akan bosan. Kalian tuan rumah yang hebat," ucap Sisca tulus.



"Besok- besok kami akan  datang berdua," janji Christ sambil mengecup kening Vella.



"Kenapa enggak bertiga Pa?" Tanya Arie.


__ADS_1


"Bertiga?"



"Ya, bikin adek buat Merry," ucap Vella seakan mengerti apa maksud kalimat suaminya.



"Semoga Mama masih bisa. Kami akan ikut bayi tabung bulan depan," sahut Sisca membocorkan rahasia besarnya.



Tentu semua senang mendengar kalau pasangan ini berniat punya anak lagi walau sudah berumur.



"Ditunggu kedatangannya lagi Mi," peluk Vella pada Cilla.



"Ya, bulan depan Mami dan Oma akan ke Jogja. Kemarin Oma bertemu teman lamanya yang cucunya akan menikah bulan depan. Oma sudah berjanji akan menghadiri resepsi cucu temannya." Cilla memberitahu rencananya.



"Semoga tidak barengan dengan resepsi pernikahan kami," harap Arie.



"Kalau bareng, ya pasti kami akan lebih mementingkan resepsi kalian. Resepsi anak Mami sendiri daripada resepsi cucu teman Oma," jawab Cilla.



"Omaaaaa, speechless rasanya. Bingung mau bilang apa. Pokoknya sehat terus biar kita bisa selalu berkegiatan positif ya Oma," Vella mendekap erat oma yang sejak dia SMA memang dekat dengan semua anggota genks.



"Oma akan berupaya sehat terus buat kalian semua. Oma juga berharap bisa melihat anak Wieke dan Christo kelak," jawab Oma dengan optimis.



"Ih Omaaaaaa, masih lama bangeeeet. Aku enggak mau nikah muda," tolak Wieke.



"Kalau begitu buat dia hamil Christo, biar dia bisa memberi Oma cicit tanpa menunggu kalian menikah," goda Oma.



"Siap laksanakan Oma," tentu saja Christo tahu itu hanya candaan saja. Tapi kalau harus serius dia tentu tak menolak.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1679382428667.jpg)


__ADS_2