UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
INGIN SEMUA BIAYA NIKAH DARI UANG KAMI SENDIRI


__ADS_3

Bila aku menyebut semua biaya aku yang akan menanggungnya, pasti banyak yang tersinggung. Itu sebabnya aku gunakan kata KAMI. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Saya tahu dan sangat tahu, pernikahan kami nanti adalah pernikahan pertama di keluarga Mahesa atau Baskoro Gunawan. Dan pernikahan satu-satunya di keluarga Endro Herminanto dan eyang Suroyo Mulyo.”


“Saya sadar dengan kondisi itu para eyang, ayah, bapak, daddy semua ingin yang terbaik buat kami. Tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat, izinkan saya dan Vella membiayai acara akad nikah kami. Kami ingin semua dari uang kami,” Arie menyatakan pendapatnya.


Semua terdiam mendengar permintaan Arie. Bukan marah, tapi kagum karena anak muda yang belum lulus kuliah itu ingin menikah dengan uang miliknya sendiri.


“Eyang sangat setuju. Itu tekad yang baik,” Suroyo langsung menyetujui. Kalau Yoyok sudah bicara, yang lain mau bilang apa selain ikut setuju?


Acara selanjutnya membahas semua tata cara, siapa yang handle dan semua aspek pelaksanaan pernikahan yang akan dilakukan tiga bulan lagi.


Sejak tadi photographer yang Mahesa bawa terus bekerja. Selain foto kejadian real, candid banyak pula yang diatur posenya. Terlebih saat Wiedo menyerahkan paket seserahan dari keluarganya juga keluarga Mahesa yang diturunkan.


Setelah pembicaraan selesai Kamila mempersilakan semua tamunya untuk makan siang dengan menu ndeso. Tentu semua suka.


***


“Kak lihat, naiknya cepet banget,” pekik Frani melihat bapak yang naik ke pohon kelapa.


“Ih aku pengen cepet-cepet minum kelapa mudanya,” Frina ikut berkomentar. Mereka telah selesai makan siang.

__ADS_1


Disana juga tercium bau harum serabi yang tukangnya diboyong oleh Vella. “Wah De, ini enak banget,” puji Wiedo merasakan serabi yang baru diangkat.


“Ibu padahal baru makan siang lho,” goda Mahesa sambil dia juga makan serabi tanpa juruh ( kuah gula merah kental ).


“Mbah Kung mau yang pakai juruh atau enggak?” tanya Vella pada Arif Gunawan kakek dari pihak ayah kandungnya.


“Yang pakai juruh dan banyak juruhnya,” sahut Arif.


“Kamu koq ada aja sih ide panggil sama penjualnya kesini?” tanya Arie yang meminta serabi dengan isi kelapa muda yang baru dia kerok.


“He he kepengen adek-adek seneng aja,” jawab Vella.


“Bude mau?” tanya Arie.


“Enggak sanggup Rie. Bude keenakan makan pecel combrang bikinan eyangmu,” sahut Ningrum.


“Eh bener De. Kita juga bikin foto berempat dengan tiga bapakmu. Tadi kan kamu sendiri bersama daddy, ayah dan papa. Aku belum bersama mereka dan kamu,” jawab Arie.


***


“Yah, Mbak boleh posting wajah Ayah di media sosialku? Nanti kalau ada pertanyaan enggak usah di jelasin. Cukup jawab dengan senyuman aja, gimana?” tanya Vella.


“Terserah maumu Mbak. Ayah enggak malu punya kamu. Kamu anugrah terindah dalam hidup Ayah. Kamu suruh njelasin, Ayah akan jelasin tanpa malu. Kamu suruh diam, Ayah akan diam,” jawab Ibas bijak.


Bagaimana dia mau marah. Di keluarga Endro dia diterima dengan baik saja sudah luar biasa. Tak ada pandangan sinis apalagi, menyalahkan dirinya. Ibas merasa sangat dihargai. Beda dengan yang dilakukan Titie yang malah membuat namanya terpuruk.


Mendapat izin itu, maka saat sedang dalam perjalanan pulang ke Jogja, Vella memposting dua foto.

__ADS_1


‘Bersama eyang kakung dan mbah kakung.’


‘Tiga HERO dalam hidupku. Ayah, Daddy dan Papa ( aku tulis berdasarkan abjad. Kedudukan mereka sama penting bagi hidupku ).’


Titie melihat akun Baskoro di tandai oleh Vella. Dia lihat foto mantan mertuanya ditulis sebagai ‘mbah kakung’ oleh gadis itu.


Lalu di postingan selanjutnya Titie melihat Vella dalam dekap hangat tiga lelaki dewasa. Salah satunya mantan suaminya. Dan ada satu lelaki yang pernah datang melabraknya!


‘Mengapa Mamas malah akrab dengan ayahnya Vella? Mengapa Vella menuliskan ayah, daddy dan papa? Apa hubungan mamas dengan Vella?’


Titie melihat Baskoro memberi love dipostingan itu.


Rupanya malam itu Baskoro menginap di Kutoarjo. Laras ikut ke Kutoarjo tapi tak di bawa ke Kebumen karena takut tak bisa menyimpan rahasia.


Arie sebenarnya sudah tak sabar menyebar berita ke lambe turah. Tapi dia takut ibunya curiga. Maka dia masih menahan. Nanti setelah seminggu dari acara lamaran baru dia akan sebar beberapa foto acara tadi.


\===========================================


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama KAY_21 dengan judul novel LIPS SERVICE yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2