UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KUNJUNGAN KEJUTAN


__ADS_3

Kalau enggak nyoba kita enggak akan tahu masakan yang dijual enak atau enggak. Karena enggak valid kalau "katanya". Lidah dan seelra orang enggak sama. Begitu komentar suamiku ketika aku bilang makanan di lesehañ barusan kurang sedap~Novella Moraletta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




 "Kita makan dirumah makan yang yang ketemu sebelah kiri aja ya. Kita nggak makan ditempat lesehan biasa, kita cari tempat lain," kata Arie.



Pagi ini belum jam tujuh pagi mereka sudah berangkat karena saat Ari dan Sheila tiba di rumah Siena jam setengah tujuh ternyata Helmi udah siap sehingga mereka langsung berangkat.



Tak ada yang tahu misi kepergian mereka karena sejak kemarin Vella menggulirkan wacana ke Magelang,Vella bilang perjalanan ini jangan diumumkan terlebih dahulu. Biar aja buat kejutan. Nanti  begitu tiba di rumah sakit baru mereka laporan ke geng.



"Abang lesehan bebek yang yang kita makan malam-malam di Monjali itu buka nggak kalau subuh?" tanya Vella.



"Sekarang enggak Subuh juga kalee," ralat Siena.



"Ya maksud aku kalau jam sarapan. Sorry salah sebut,"  Vella meralat ucapannya tadi.



"Enggak tahu ya. Pokoknya kita cari arah yang ke arah jalan Magelang aja kan,"  balas suaminya.



Arie dan Helmi duduk di depan. Vella duduk di belakang dengan Siena.



Vella menganjurkan Siena bawa baju ganti jadi bisa foto ada dua kali  dengan baju berbeda. Setidaknya baju atasan. Lalu Siena  pun meneruskan pesan itu pada Helmi sehingga mereka nanti sore ganti baju untuk fotonya biar bisa beda kalau akan posting. Seakan mereka ergi di hari yang berbeda. Syusyaaah kan kalau orang jago selfie. Medsos mereka biar banyak gaya.



"Ingat ya ini misi rahasia, jangan posting dulu sebelum kita tiba di Magelang," Arie memperingatkan semua teman perjalanannya.



"Maksudnya jangan posting kita berempat jalan ke Magelang. Kalau posting makan berdua ya enggak apa-apa. Jangan bilang kita makan berempat," kata Arie lagi.



"Oke siap," kata Helmi.

__ADS_1



"Kalau kita tag atau cuma kita mention seperti biasa nggak apa-apa. Cuma jangan perlihatkan foto kita ada dengan lain pasangan. Foto kalian berdua silakan."



"Iya ngerti, nggak usah dijabarin gitu juga ngerti lah kita," kata Vella lagi. 



"Tapi tetep boleh foto berempat kan?" kata Siena.



"Boleh cuma postingnya nanti setelah kita ada di rumah sakit setelah kita publish bahwa kita ada di rumah sakit," jawab Vella.



Akhirnya mereka menemukan lesehan pinggir jalan yang sebelah kiri jalan. Mereka makan di situ.



"*Not bad*, tapi nggak *recommended* buat aku," bisik Vella pada Siena.



"Pendapatku sama," jawab Siena.



"Namanya juga darurat,"  balas Vella lagi.




"Rasa gurihnya, rasa garamnya jauh sama yang di Malio atau tempat lain. Tempat kita biasa dari bandara itu kan juga beda. Disana enak,"kata Siena.



"Iya, ini memang kurang kalau buat rasa ya. *Not recommended*," jawab Vella.


\*\*\*



"Memang sudah di mana? Koq enggak bilang mau datang?" Senior nya Pandu kaget ketika Arie menghubunginya dan menanyakan dimana Pandu di rawat.



"Sudah di gate depan." Arie menjelaskan posisinya saat ini.



"Tunggu situ, biar saya jemput," pinta seniornya Pandu. 

__ADS_1



"Ini anak jendral Mahesa. Dia mau mengunjungi Pandu Kesuma di rumah sakit," jelas senior Pandu memberitahu petugas piket.



"Maaf, saya tidak tahu. Silakan ," petugas piket pun meloloskan rombongan Arie.



Senior nya Pandu ngetop dengan panggilan DULDUL. Nama aslinya Abdullah.



Abdullah dipersilakan membawa rombongan masuk dengan tetap meninggalkan tanda jati diri asli karena tanpa meninggalkan jati diri mereka tak boleh masuk.



"Ikuti motor saya," kata Duldul pada Arie dan rombongan.



Mereka pun langsung parkir di rumah sakit.



"Sini, paket parcel buah aku aja yang bawa," kata Helmi Vella pun menyerahkan paket buah mix besar pada Helmi. Selain paket yang yang mix tadi Vella membawakan paket khusus berisi anggur merah dan hijau.



"Kak, nanti di sana kita boleh video call nggak?" tanya Vella pada seniornya Pandu.



" Nanti kita lihat sikon ya. Ada siapa di ruang rawat sana. Saya tidak berani menjanjikan," Duldul menjawab pertanyaan yang Vella tujukan untuknya. 



Vella berniat akan video call dengan geng dan dia ingin Risye bisa melihat Pandu.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1676139168155.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2