
Sosok yang aku anggap anak kecil itu bisa lebih dewasa. Bahkan saat semua orang khawatir pada dirinya, dia bisa menutupi sakitnya dengan adu argumen. Dia memang makhluk menyebalkan yang selalu ngangenin~Wieke Kusumastuti~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tadi malam rombongan Jakarta berheboh ria di alun-alun kidul.
Walau pun sudah berkali-kali kesini nggak ada yang pernah bosan. Keseruan seperti biasa sih.
Semua heboh bila ada yang melenceng jalan saat mencoba ritual di ringin kembar.
Oma, mami, mama dan papa merasa kembali muda piknik dengan grup ini. Bahkan saat masih ada Merry, mereka tak pernah piknik keluarga. Semua sibuk dengan urusan masing-masing.
Setelah puas mencoba ritual, mereka pun gantian naik sepeda hias. Asih dan Harllo mencoba sepeda tandem.
"Enggak seru kalau yang tandem. Enak yang berdua tapi samping-sampingan duduknya," ujar Helmi.
"Wah bener tuh. Kita muter lagi yok," ajak Harllo pada Asih.
"Capek ah," tolak Asih.
Christo tak memaksa Wieke untuk tandem. Christo lebih memilih mengayuh sepeda untuk mami dan omanya.
Papa Chris muter bersama Arie dan Vella, tentu saja dengan mama Sisca karena istrinya gak mau diajak muter berdua.
Dian, Adon dan Riesye naik mobil kecil.
Sedang Helmi berdua dengan Siena.
\*\*\*
Pagi ini sehabis sarapan di lesehan langganan Arie semua bersama menuju PARIS atau pantai Parang Tritis.
Selama di Jogja papa Chris menyewa bus pariwisata mini berisi 15-18 seat jadi semua berada dalam satu mobil. Tidak terpisah-pisah.
Tempat duduk di bis bisa ditebak kan?
Dian memilih duduk dengan Riesye yang juga tak ada pasangannya.
Semua membuat foto kenangan di pantai ini. Mereka naik andong atau delman, ada yang naik jeep dan tak lupa mereka membeli es kelapa muda.
Makan siang, mama Sisca memilih rumah makan yang menyediakan ikan bakar dan menu lainnya.
Semua lahap makan. Tak ada yang tak enak. Ikan segar, dimasak dadakan dan perut sedang lapar.
Tak ada yang kecewa. Semua menikmati liburan dengan senang.
Hubungan Papa Chris dan mama Sisca mulai membaik. Interaksi mereka mulai terjalin kembali. Membuat Cilla dan oma Maria senang.
"Toiletnya dimana?" Tanya Christo pada seorang pegawai rumah makan.
"Keluar sini lalu mutar kebelakang Mas. Agak ke belakang jadi keluar dari rumah makan dulu.Kalau yang di sini nggak terlalu bersih karena sednag diperbaiki," kata pegawai resto tersebut.
__ADS_1
Christo dan Adon pun ke toilet rupanya antre karena sedang musim liburan.
Adon yang sedang didalam kamar mandi mendengar Christo bertertiak. Christo tadi masuk lebih dulu, gantian dengan Adon.
"Christoooooo," teriakan Adon dibelakang resto terdengar oleh Arie dan Helmi yang langsung lari menuju arah suara Adon.
Adon berupaya menahan Christo yang hampir terjerembab. Perutnya sudah penuh darah!
Sebisa mungkin Arie dan Harllo menolong Christo.
Semua langsung masuk bus dan menuju rumah sakit terdekat dengan dikawal oleh petigas keamanan pantai sehingga bus bisa jalan cepat.
Saat Christo sedang memandang pantai sambil menunggu Adon di toilet, rupanya ada dua orang mabok berkelahi dan seorang menusuk Christo.
Dua orang itu sudah diamankan oleh masyarakat sekitar.
Cilla terus menangis. "Mami tenang Mam. Kalau Mami drop, enggak ada yang bisa kuatin Christo," kata Adon.
"Kalau Mami kayak gini nanti mami ikut drop. Christo kuat koq. Dia enggak apa apa," hibur Adon lagi.
"Gimana kalau Christo nggak kuat?" kata Cilla.
"Dia pasti kuat. Dia nggak apa apa. Banyak darah memang, tapi lukanya enggak dalem. Sudah Mami tenang aja," kata Arie.
Di rombongan ada Arie Harllo dan Asih yang memang tinggal satu langkah lagi resmi menyandang gelar dokter.
"Kalau Mami nggak tenang lebih bahaya," kata Asih.
'*Kalau kamu selamat, aku akan terima kamu. Tapi kalau kamu enggak selamat aku akan benci kamu walau kamu sudah mati. Karena kematianmu pasti akan bikin semua keluarga Merry terpuruk! Aku benci kamu*!' Wieke berdebat sendiri dalam batinnya.
'*Kamu harus selamat, kamu harus selamat*,' begitu terus Wieke di dalam hati jadi bicara sendiri.
"Emang tadi kejadiannya gimana?" kata Dian pada Adon. Mereka sedang menunggu Christo ditangani team Dokter.
Toiletnya kan gantian jadi Christo udah masuk duluan lalu pas aku di dalam Christo nunggu aku di luar kan sambil dia lihat-lihat pantai, saat itulah ada dua orang mabuk yang lagi berantem Christo nggak tahu dia ketabrak sama yang lari menghindar atau yang ngejar aku kurang tahu, jadi bukan ditusuk tapi dia tertusuk tak sengaja saat pelakunya lagi lari."
"Tapi kamu nggak apa apa?" kata Dian dengan nada khawatir.
"Enggak Aku enggak apa apa kok."
"Itu darah?"
"Darahnya Christo waktu aku angkat dia pertama kali," jelas Adon lagi.
"Kamu tenang aja aku nggak apa apa," kata Adon sambil menepuk punggung tangannya Dian yang berada disebelahnya. Dian menangkap telapak tangan Adon dan menggenggamnya. Memberikan rasa hangat bagi Adon.
"Janji, jangan pernah terluka," pinta Dian.
"Aku akan selalu ada untuk kamu kok," janji Adon, Dian tersenyum.
Seperti dugaan Harllo dan Asih tadi, Christo eggak apa apa cuma dia butuh transfusi dan alhamdulillah jenis darah Christo stocknya ready.
__ADS_1
Harllo dan Arie meyakinkan mami Cilla bisa ikut mereka kembali ke homestay karena memang dia tak mengalami luka parah.
Darah memang keluar banyak tapi sudah terganti. Christo sudah mulai bisa diajak bicara tadi waktu pas dijahitkan di bius lokal saja.
Wieke mendekati Christo. Makhluk menyebalkan yang sudah membuatnya khawatir itu mengembangkanntangan kirinya karena tangan kanan sedang dipeluk mami Cilla.
Wieke memeluk tubuh Christo. "Jangan bikin aku ketakutan lagj."
"Siapa yang BIKIN kamu ketakutan? Emang aku yang ngerencanain kejadian tadi?"kata Christo.
"Pokoknya jangan cari bahaya," Wieke belum juga sadar lelaki kecil itu jago bicara.
"Aku lagi ke toilet bukan nyari bahaya. Emang aku sengaja nyamperin yang lagi mabuk lalu bikin mereka marah?"
"Kamu nyebelin!" Wieke kesal.
"Nyebelin tapi ngangenin kan?"
\*\*\*
Malamnya di Homestay, setelah makan malam semua masuk kamar.
Wieke pun cerita pada gengs. Sekarang posisi Merry diganti oleh Asih. Jadi jumlah mereka tetap berenam
Wieke bercerita tentang perasaan Christo padanya. Tak ada teman yang menghujatnya. Tak ada yang mengejek Christo anak kecil.
Semua mendukung bila memang Wieke berjodoh dengan Christo karena kita nggak ada yang tau jodoh itu berkaitan dengan umur.
Vella lalu bilang mommynya lebih tua satu tahun dari daddynya. Jadi bukan hambatan kalau ada selisih usia.
"Serius mamimu lebih tua satu tahun?"
"Iya, sebelumnya mommy sering ngejek daddy anak kecil." Vella ingat cerita Endro padanya.
"Ibuku lebih tua empat tahun dari ayah," Asih pun membuka fakta tentang usia kedua orang tuanya.
"Serius?" Tanya Vella.
"Iya. Ibu udah lulus SMA ayah baru kelas 3 SMP."
"Iya kalau di sekolah, usia kelihatan selisihnya," kata Vella.
"Tapi kalau di kehidupan sehari-hari nggak sih. Nggak semua orang yang lebih tua itu lebih dewasa," kata Vella.
"Benar!" kata Dian. Akhirnya semua setuju dengan jalinan cinta Wieke.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
__ADS_1
